alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Uji Coba Belajar Tatap Muka Berjalan Lancar

MEMPAWAH – Sebanyak 244 sekolah di Kabupaten Mempawah melaksanakan uji coba belajar tatap muka, Senin (22/2) pagi. Secara keseluruhan, aktivitas belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi Covid-19 itu berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Misalnya di SDN 01 Sungai Pinyuh, para siswa tampak antusias datang ke sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para siswa dituntun dan diarahkan oleh guru untuk mengikuti prokes dengan baik dan benar.

“Sejak pagi, guru-guru sudah stanby menunggu siswa. Begitu siswa datang, langsung kita arahkan untuk prokes kesehatan. Cek suhu tubuh, cuci tangan, pakai masker, jarak jarak. Lalu masuk ke kelas dengan tertib,” terang Kepala SDN 01 Sungai Pinyuh, Esida Saparina. Kemudian, Esida menyebut, pihaknya juga memberikan sejumlah fasilitas untuk memastikan anak-anak aman saat belajar di kelas. Yakni dengan memberikan masker, face shield hingga hand sanitizer.

“Total ada 356 siswa dan kita terapkan shif harian. Artinya, absen nomor 1-15 masuk hari ini, besoknya absen nomor 16-30. Masing-masing kelas seperti itu polanya,” ujarnya. Lebih jauh, Esida mengatakan, siswa dan guru dilarang keluar dari ruang kelas selama aktivitas belajar mengajar. Mereka baru boleh keluar ketika jam pelajaran telah berakhir.

Baca Juga :  Jemaah Salat Id Tumpah Ruah

“Untuk kelas 1, durasi belajar sampai pukul 09.00 WIB. Sedangkan kelas 2-6 hingga pukul 10.00 WIB. Anak-anak diperbolehkan membawa makan dan minum, jika lelah maka mereka bisa istirahat di dalam kelas,” tuturnya.

Secara keseluruhan, Esida menyebut aktivitas belajar mengajar hari pertama di SDN 01 Sungai Pinyuh berjalan tertib dan lancar sesuai intruksi yang telah ditetapkan pemerintah. Dia pun memastikan akan melakukan evaluasi untuk perbaikan mendatang. “Setelah minggu pertama uji coba belajar tatap muka, kita akan lakukan evaluasi lagi. Hal-hal yang dianggap masih kurang, nanti akan kita benahi dan diperbaiki. Kita berharap pandemi segera berakhir, agar anak-anak bisa belajar dengan normal seperti dulu,” harapnya mengakhiri.

Sebelumnya, Bupati Mempawah menerbitkan surat tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Mempawah bidang pendidikan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka semester genap satuan pendidikan dasar dan kesetaraan tahun ajaran 2020/2021. Dalam surat edaran tersebut, Erlina menetapkan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 dimulai pada tanggal 22 februari 2021 secara tatap muka di satuan pendidikan, namun tidak diwajibkan.

Baca Juga :  Tunggu Keputusan Pusat

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Diantaranya, kepala satuan pendidikan telah mengisi daftar periksa kesiapan satuan pendidikan. Kemudian, menyampaikan laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah. Sedangkan untuk satuan pendidikan MI/MTs dan lainnya menyampaikan laporan kepada Kemenag Mempawah  terkait kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19.

Berikutnya, pembelajaran tatap muka dilaksanakan lima hari kerja sistem shif dengan peserta didik 50% dari keseluruhan jumlah peserta didik. Terkecuali bagi satuan pendidikan yang jumlah peserta didiknya dibawah 20 orang per kelas. Lainnya, pembelajaran tatap muka jenjang PAUD/RA diikuti paling banyak 5 per kelas/shif dengan 2 jam pembelajaran tanpa diluar ruangan.  Pelaksanaan pembelajaran jejang SD/kesetaraan, SMP/sederajat diikuti paling banyak 18 orang/kelas/shif dengan 4 jam pembelajaran tanpa kegiatan diluar ruang kelas.

Serta, pelaksanaan pembelajaran dimulai pukul 07.00-09.00 WIB untuk shif I, dan shif II dimulai pada 10.00-12.00 WIB. Sedangkan shif seterusnya menyesuaikan. Berkaitan teknis tatap muka dan jadwal pembelajaran menjadi kewenangan satuan pendidikan dengan tetap berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah.(wah)

MEMPAWAH – Sebanyak 244 sekolah di Kabupaten Mempawah melaksanakan uji coba belajar tatap muka, Senin (22/2) pagi. Secara keseluruhan, aktivitas belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi Covid-19 itu berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Misalnya di SDN 01 Sungai Pinyuh, para siswa tampak antusias datang ke sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para siswa dituntun dan diarahkan oleh guru untuk mengikuti prokes dengan baik dan benar.

“Sejak pagi, guru-guru sudah stanby menunggu siswa. Begitu siswa datang, langsung kita arahkan untuk prokes kesehatan. Cek suhu tubuh, cuci tangan, pakai masker, jarak jarak. Lalu masuk ke kelas dengan tertib,” terang Kepala SDN 01 Sungai Pinyuh, Esida Saparina. Kemudian, Esida menyebut, pihaknya juga memberikan sejumlah fasilitas untuk memastikan anak-anak aman saat belajar di kelas. Yakni dengan memberikan masker, face shield hingga hand sanitizer.

“Total ada 356 siswa dan kita terapkan shif harian. Artinya, absen nomor 1-15 masuk hari ini, besoknya absen nomor 16-30. Masing-masing kelas seperti itu polanya,” ujarnya. Lebih jauh, Esida mengatakan, siswa dan guru dilarang keluar dari ruang kelas selama aktivitas belajar mengajar. Mereka baru boleh keluar ketika jam pelajaran telah berakhir.

Baca Juga :  Masuk Zona Orange, Tatap Muka Tetap Jalan

“Untuk kelas 1, durasi belajar sampai pukul 09.00 WIB. Sedangkan kelas 2-6 hingga pukul 10.00 WIB. Anak-anak diperbolehkan membawa makan dan minum, jika lelah maka mereka bisa istirahat di dalam kelas,” tuturnya.

Secara keseluruhan, Esida menyebut aktivitas belajar mengajar hari pertama di SDN 01 Sungai Pinyuh berjalan tertib dan lancar sesuai intruksi yang telah ditetapkan pemerintah. Dia pun memastikan akan melakukan evaluasi untuk perbaikan mendatang. “Setelah minggu pertama uji coba belajar tatap muka, kita akan lakukan evaluasi lagi. Hal-hal yang dianggap masih kurang, nanti akan kita benahi dan diperbaiki. Kita berharap pandemi segera berakhir, agar anak-anak bisa belajar dengan normal seperti dulu,” harapnya mengakhiri.

Sebelumnya, Bupati Mempawah menerbitkan surat tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Mempawah bidang pendidikan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka semester genap satuan pendidikan dasar dan kesetaraan tahun ajaran 2020/2021. Dalam surat edaran tersebut, Erlina menetapkan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 dimulai pada tanggal 22 februari 2021 secara tatap muka di satuan pendidikan, namun tidak diwajibkan.

Baca Juga :  Anggaran Covid-19 Kemungkinan Ditambah

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Diantaranya, kepala satuan pendidikan telah mengisi daftar periksa kesiapan satuan pendidikan. Kemudian, menyampaikan laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah. Sedangkan untuk satuan pendidikan MI/MTs dan lainnya menyampaikan laporan kepada Kemenag Mempawah  terkait kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19.

Berikutnya, pembelajaran tatap muka dilaksanakan lima hari kerja sistem shif dengan peserta didik 50% dari keseluruhan jumlah peserta didik. Terkecuali bagi satuan pendidikan yang jumlah peserta didiknya dibawah 20 orang per kelas. Lainnya, pembelajaran tatap muka jenjang PAUD/RA diikuti paling banyak 5 per kelas/shif dengan 2 jam pembelajaran tanpa diluar ruangan.  Pelaksanaan pembelajaran jejang SD/kesetaraan, SMP/sederajat diikuti paling banyak 18 orang/kelas/shif dengan 4 jam pembelajaran tanpa kegiatan diluar ruang kelas.

Serta, pelaksanaan pembelajaran dimulai pukul 07.00-09.00 WIB untuk shif I, dan shif II dimulai pada 10.00-12.00 WIB. Sedangkan shif seterusnya menyesuaikan. Berkaitan teknis tatap muka dan jadwal pembelajaran menjadi kewenangan satuan pendidikan dengan tetap berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/