alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Peringatan Hari Santri Nasional ke-VI di Mempawah

MEMPAWAH- Peringatan Hari Santri Nasional ke-VI tahun 2020 di Kabupaten Mempawah berlangsung hikmad dan sederhana. Peringatan ditandai dengan sarasehan dan silaturahmi Kemenag bersama Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Kementerian Agama Mempawah, Kamis (22/10) pagi.

“Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 ini sedikit berbeda. Karena, kita peringati dalam kondisi pandemi Covid-19. Meski diperingati secara terbatas, namun tidak menyurutkan semangat kita semua untuk melaksanakan memperingati dengan hikmad dan penuh keberkahan,” pendapat Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi yang turut hadir dalam acara peringatan tersebut.

Wabup mengungkapkan, terdapat 77 pesantren di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah. Dari total 77 pesantren tersebut, terdapat 30 ribu santri yang sedang menimba ilmu agama di lingkungan pondok pesantren. “Artinya, Kabupaten Mempawah bebas dari buta huruf Alqur’an. Insya Allah tidak ada lagi umat Islam di Kabupaten Mempawah yang tidak bisa membaca Alqur’an,” pendapatnya.

Wabup menyebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah bertekad agar pesantren di daerah itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi pesantren yang maju dan modern sesuai harapan dan keinginan umat Islam di Kabupaten Mempawah. “Para ustaz yang memimpin pesantren di Kabupaten Mempawah merupakan lulusan pesantren modern dan terbaik di Indonesia. Mereka menimba ilmu dari luar daerah untuk menyerap ilmu agama sebanyak-banyaknya lalu pulang ke Mempawah untuk mengabdikan diri dengan membangun pesantren dan mentransferkan ilmu agama yang telah dipelajarinya,” papar Wabup.

Baca Juga :  Jelang Lebaran Pasar Sungai Pinyuh Sepi Pengunjung

Karena itu, Muhammad Pagi mengaku bangga dengan kemuliaan para para ustaz dan kiyai yang telah membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah merealisasikan prohram pengentasan buta huruf Alqur’an. Yakni melalui pendidikan keagamaan dilingkungan pondok pesantren. “Ulama dan umara harus sejajar, begitu pun dengan visi misi pendidikan pesantren harus bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Mempawah. Ini harapan dan keinginan kita bersama. Tentunya, semua itu bermuara pada upaya mencetak dan melahirkan santri yang berkualitas dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Wabup minta agar pimpinan pesantren agar berkomitmen mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah. Salah satunya kebijakan penerapan protap kesehatan dimasa pandemi Covid-19 yakni dengan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan hindari keramaian. “Saat ini, pesantren diuntungkan. Karena, pada masa pandemi ini pendidikan formal harus belajar secara daring atau virtual. Tapi di Pesantren, santri dapat terus belajar tatap muka seperti biasanya. Tidak ada yang pakai virtual. Inilah kelebihan dan keunggulan pesantren,” pujinya.

Baca Juga :  Peringatan HUT TNI ke-74, Lantamal XII Tanam 4.500 Mangrove

Terakhir, Muhammad Pagi mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan pesantren di Kabupaten Mempawah. Sebab, dirinya merasa belum mampu berbuat untuk kepentingan pesantren. Namun, Wabup berjanji kedepan pesantren akan mendapatkan perhatian yang lebih maksimal.  “Dengan catatan, tolong lengkapi persyaratan dan ketentuan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah. Tahun 2020 ini, kami sudah tetapkan bantuan hibah kepada lembaga pendidikan keagamaan kurang lebih Rp 8 milyar. Namun, karena pandemi ini kami tidak bisa memberikan bantuan yang lebih besar,” tutupnya.(wah)

MEMPAWAH- Peringatan Hari Santri Nasional ke-VI tahun 2020 di Kabupaten Mempawah berlangsung hikmad dan sederhana. Peringatan ditandai dengan sarasehan dan silaturahmi Kemenag bersama Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Kementerian Agama Mempawah, Kamis (22/10) pagi.

“Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 ini sedikit berbeda. Karena, kita peringati dalam kondisi pandemi Covid-19. Meski diperingati secara terbatas, namun tidak menyurutkan semangat kita semua untuk melaksanakan memperingati dengan hikmad dan penuh keberkahan,” pendapat Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi yang turut hadir dalam acara peringatan tersebut.

Wabup mengungkapkan, terdapat 77 pesantren di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah. Dari total 77 pesantren tersebut, terdapat 30 ribu santri yang sedang menimba ilmu agama di lingkungan pondok pesantren. “Artinya, Kabupaten Mempawah bebas dari buta huruf Alqur’an. Insya Allah tidak ada lagi umat Islam di Kabupaten Mempawah yang tidak bisa membaca Alqur’an,” pendapatnya.

Wabup menyebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah bertekad agar pesantren di daerah itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi pesantren yang maju dan modern sesuai harapan dan keinginan umat Islam di Kabupaten Mempawah. “Para ustaz yang memimpin pesantren di Kabupaten Mempawah merupakan lulusan pesantren modern dan terbaik di Indonesia. Mereka menimba ilmu dari luar daerah untuk menyerap ilmu agama sebanyak-banyaknya lalu pulang ke Mempawah untuk mengabdikan diri dengan membangun pesantren dan mentransferkan ilmu agama yang telah dipelajarinya,” papar Wabup.

Baca Juga :  Jelang Lebaran Pasar Sungai Pinyuh Sepi Pengunjung

Karena itu, Muhammad Pagi mengaku bangga dengan kemuliaan para para ustaz dan kiyai yang telah membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah merealisasikan prohram pengentasan buta huruf Alqur’an. Yakni melalui pendidikan keagamaan dilingkungan pondok pesantren. “Ulama dan umara harus sejajar, begitu pun dengan visi misi pendidikan pesantren harus bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Mempawah. Ini harapan dan keinginan kita bersama. Tentunya, semua itu bermuara pada upaya mencetak dan melahirkan santri yang berkualitas dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Wabup minta agar pimpinan pesantren agar berkomitmen mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah. Salah satunya kebijakan penerapan protap kesehatan dimasa pandemi Covid-19 yakni dengan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan hindari keramaian. “Saat ini, pesantren diuntungkan. Karena, pada masa pandemi ini pendidikan formal harus belajar secara daring atau virtual. Tapi di Pesantren, santri dapat terus belajar tatap muka seperti biasanya. Tidak ada yang pakai virtual. Inilah kelebihan dan keunggulan pesantren,” pujinya.

Baca Juga :  Polsek Sui Kunyit Tambah Ruang Pelayanan

Terakhir, Muhammad Pagi mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan pesantren di Kabupaten Mempawah. Sebab, dirinya merasa belum mampu berbuat untuk kepentingan pesantren. Namun, Wabup berjanji kedepan pesantren akan mendapatkan perhatian yang lebih maksimal.  “Dengan catatan, tolong lengkapi persyaratan dan ketentuan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah. Tahun 2020 ini, kami sudah tetapkan bantuan hibah kepada lembaga pendidikan keagamaan kurang lebih Rp 8 milyar. Namun, karena pandemi ini kami tidak bisa memberikan bantuan yang lebih besar,” tutupnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/