alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pengajian Jumat Pemkab Mempawah; Tingkatkan Amal Ibadah di Fase Kedua Ramadan 

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar kegiatan pengajian jumat bagi Pejabat dan ASN di Aula Kantor Bupati Mempawah, Jumat (23/4) pagi. Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati, H Muhammad Pagi itu menghadirkan penceramah Ketua Pengurus Wilayah (PW) BKMT Kalbar, Dra Hj Sangadah.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadan 1442 H. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan penceramah Hj Sangadah dalam tausyahnya bermanfaat dan dapat diimplementasiakn dalam kehidupan sehari-hari,” harap Muhammad Pagi.

Menurut Wabup, Ramadan 1442 H berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, ramadan sebelumnya di awal pandemi Covid-19 sehingga banyak agenda kegiatan ramadan Pemerintah Kabupaten Mempawah yang terpaksa dibatalkan.

“Namun, untuk tahun ini kita bisa melaksanakan ibadah amaliyah Ramadan 1442 H walaupun masih pandemi. Akan tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kancil BBK Siap Arungi PFL 2022, Pontianak Kembali Menjadi Tuan Rumah

Saat ini, sambung Wabup, telah memasuki hari ke-11 Ramadan 1442 H. Artinya, umat Islam telah melewati fase pertama di bulan ramadan. Maka, Muhammad Pagi mengingatkan agar para ASN melakukan evaluasi terhadap ibadah ramadan yang telah dilewati pada fase pertama.

“Maka, memasuki fase kedua ramadan ini harus mengevaluasi diri. Pada fase pertama, apa saja yang sudah dikerjakan. Jika ada peningkatan, maka di fase ke dua ini harus lebih dimaksimalkan lagi. Sedangkan jika dirasakan kurang maka harus diperbaiki di fase ke dua ini,” tuturnya.

Secara umum, menurut Wabup terdapat dua pengertian puasa. Secara bahasa, puasa merupakan sikap menahan lapar dan haus. Maka, imbuh dia, siapa pun boleh melaksanakan puasa sepanjang mampu menahan lapar dan haus.

“Namun secara agama, puasa merupakan sikap dan perbuatan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan pahala puasa. Sebagai orang yang beriman dan bertakwa maka dekatkan diri kepada Allah  Ta’ala agar kita menjadi umat terbaik yang kelak mendapatkan surga Allah,” serunya.

Baca Juga :  Lantik TP PKK, Bupati Harapkan Tingkatkan Prestasi

Untuk itu, dia berpesan seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Mempawah lebih mampu menahan diri dan menguatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Misalnya dengan menjaga tindakan dan perbuatan serta ucapan.

“Tutur kata dan ucapan bisa mengurangi amalan puasa. Begitu pun sesuatu yang dilihat dan diceritakan kepada orang lain yang sifatnya keburukan akan mengurangi pahala puasa,” tuturnya.

“Manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin di bulan ramadan. Jika sedang bersantai tidak ada pekerjaan, maka manfaatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an. Karena, belum tentu kita akan bertemu lagi dengan ramadan,” pungkasnya.(wah)

 

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar kegiatan pengajian jumat bagi Pejabat dan ASN di Aula Kantor Bupati Mempawah, Jumat (23/4) pagi. Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati, H Muhammad Pagi itu menghadirkan penceramah Ketua Pengurus Wilayah (PW) BKMT Kalbar, Dra Hj Sangadah.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadan 1442 H. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan penceramah Hj Sangadah dalam tausyahnya bermanfaat dan dapat diimplementasiakn dalam kehidupan sehari-hari,” harap Muhammad Pagi.

Menurut Wabup, Ramadan 1442 H berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, ramadan sebelumnya di awal pandemi Covid-19 sehingga banyak agenda kegiatan ramadan Pemerintah Kabupaten Mempawah yang terpaksa dibatalkan.

“Namun, untuk tahun ini kita bisa melaksanakan ibadah amaliyah Ramadan 1442 H walaupun masih pandemi. Akan tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatan,” tegasnya.

Baca Juga :   Saling Sinergi PWRI dan Pemkab Mempawah

Saat ini, sambung Wabup, telah memasuki hari ke-11 Ramadan 1442 H. Artinya, umat Islam telah melewati fase pertama di bulan ramadan. Maka, Muhammad Pagi mengingatkan agar para ASN melakukan evaluasi terhadap ibadah ramadan yang telah dilewati pada fase pertama.

“Maka, memasuki fase kedua ramadan ini harus mengevaluasi diri. Pada fase pertama, apa saja yang sudah dikerjakan. Jika ada peningkatan, maka di fase ke dua ini harus lebih dimaksimalkan lagi. Sedangkan jika dirasakan kurang maka harus diperbaiki di fase ke dua ini,” tuturnya.

Secara umum, menurut Wabup terdapat dua pengertian puasa. Secara bahasa, puasa merupakan sikap menahan lapar dan haus. Maka, imbuh dia, siapa pun boleh melaksanakan puasa sepanjang mampu menahan lapar dan haus.

“Namun secara agama, puasa merupakan sikap dan perbuatan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan pahala puasa. Sebagai orang yang beriman dan bertakwa maka dekatkan diri kepada Allah  Ta’ala agar kita menjadi umat terbaik yang kelak mendapatkan surga Allah,” serunya.

Baca Juga :  Dekranasda Kalbar Bina Perajin Tembus Pasar Dunia

Untuk itu, dia berpesan seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Mempawah lebih mampu menahan diri dan menguatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Misalnya dengan menjaga tindakan dan perbuatan serta ucapan.

“Tutur kata dan ucapan bisa mengurangi amalan puasa. Begitu pun sesuatu yang dilihat dan diceritakan kepada orang lain yang sifatnya keburukan akan mengurangi pahala puasa,” tuturnya.

“Manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin di bulan ramadan. Jika sedang bersantai tidak ada pekerjaan, maka manfaatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an. Karena, belum tentu kita akan bertemu lagi dengan ramadan,” pungkasnya.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/