alexametrics
33 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Tiga Bocah Temukan Mayat

SEORANG pria paruh baya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya di Jalan Nelayan RT 05/RW 02, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Sabtu (22/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, membenarkan temuan mayat tersebut. Dia mengungkapkan korban bernama Irwan Supardi (51) warga Jalan H. Husen Hamzah, Gang Alam Sari, Pal V, Kecamatan Pontianak Barat.

“Mayat pertama kali ditemukan oleh tiga orang anak yang diminta oleh korban membeli  es teh di warung. Sekitar 15 menit kemudian, ketika anak-anak ini kembali kerumah dan menemukan korban sudah dalam kondisi berbaring di salah satu ruangan di rumahnya,” ungkap Kapolsek.

Baca Juga :  Ponpes Nurul Huda Harumkan Mempawah

Lalu, sambung Kapolsek, temuan tersebut dilaporkan kepada tetangga dan warga sekitar tempat tinggal korban. Kemudian, warga menginformasikan kejadian tersebut kepada mereka.

“Petugas datang ke TKP dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi fisik tidak memakai baju dan hanya memakai celana jens. Lalu, kita pasang police line untuk melakukan olah TKP. Kemudian, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Jungkat untuk divisum,” tuturnya.

Dari hasil visum mereka, petugas medis tidak menemukan adanya luka atau tanda-tenda kekerasan dari tubuh mayat. Temuan lainnya, bagian bibir mayat didapati mereka masuk moncong ke kiri.

“Dari keterangan keluarganya bahwa almarhum ini memiliki riwayat sakit jantung sejak setahun terakhir. Diduga, korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Sebab, semasa hidupnya korban sering mengeluhkan sakit di bagian dada,” beber Kapolsek.

Baca Juga :  Wabup Minta Petani Serap Ilmu Mahasiswa

Terkait temuan tersebut, Kapolsek mengatakan bahwa pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Pihak keluarga diwakili oleh abang ipar korban bernama Suhelmi telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi kepada mereka.

“Mengingat pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, maka mayat korban hanya dilakukan visum luar. Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. (wah)

SEORANG pria paruh baya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya di Jalan Nelayan RT 05/RW 02, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Sabtu (22/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, membenarkan temuan mayat tersebut. Dia mengungkapkan korban bernama Irwan Supardi (51) warga Jalan H. Husen Hamzah, Gang Alam Sari, Pal V, Kecamatan Pontianak Barat.

“Mayat pertama kali ditemukan oleh tiga orang anak yang diminta oleh korban membeli  es teh di warung. Sekitar 15 menit kemudian, ketika anak-anak ini kembali kerumah dan menemukan korban sudah dalam kondisi berbaring di salah satu ruangan di rumahnya,” ungkap Kapolsek.

Baca Juga :  Optimis Pertahankan Juara Umum MTQ

Lalu, sambung Kapolsek, temuan tersebut dilaporkan kepada tetangga dan warga sekitar tempat tinggal korban. Kemudian, warga menginformasikan kejadian tersebut kepada mereka.

“Petugas datang ke TKP dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi fisik tidak memakai baju dan hanya memakai celana jens. Lalu, kita pasang police line untuk melakukan olah TKP. Kemudian, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Jungkat untuk divisum,” tuturnya.

Dari hasil visum mereka, petugas medis tidak menemukan adanya luka atau tanda-tenda kekerasan dari tubuh mayat. Temuan lainnya, bagian bibir mayat didapati mereka masuk moncong ke kiri.

“Dari keterangan keluarganya bahwa almarhum ini memiliki riwayat sakit jantung sejak setahun terakhir. Diduga, korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Sebab, semasa hidupnya korban sering mengeluhkan sakit di bagian dada,” beber Kapolsek.

Baca Juga :  Implementasi e-SPOP PBB, KPP Mempawah Adakan Kelas Pajak

Terkait temuan tersebut, Kapolsek mengatakan bahwa pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Pihak keluarga diwakili oleh abang ipar korban bernama Suhelmi telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi kepada mereka.

“Mengingat pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, maka mayat korban hanya dilakukan visum luar. Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/