alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Hasil Autopsi Mayat di Pemakaman Tionghoa Wajok Hulu

Identitas Korban Belum Terungkap

MEMPAWAH – Mayat yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kolam Pemakaman Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat masih menyisakan misteri. Sebab, identitas mayat berjenis kelamin perempuan itu belum terungkap. Polres Mempawah telah melakukan visum dan autopsi terhadap mayat korban di RSUD dr Rubini Mempawah, Kamis (23/07) siang.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Muhammad Resky Rizal mengungkapkan, proses visum luar dan dalam serta autopsi melibatkan dokter RS Bhayangkara Pontianak.

“Hasilnya, mayat diketahui berjenis kelamin perempuan dengan mengenakan pakaian lengan panjang berwarna hitam. Dan, memakai celana jeans merek Outlet berbahan spandek atau sejenis karet elastis,” sebutnya.

Kemudian, lanjut Resky, pada baju korban terdapat manik-manik berwarna putih mutiara di sekitaran leher. Di bagian depan terdapat tali. Sedangkan bagian belakang pakai tidak ada motif, hanya ada manik-manik putih di bagian lengan.

“Kami juga menemukan ciri lain pada mayat yakni, korban memakai masker berwarna hijau dengan merek Nexcare dengan tali masker diikat melingkar ke belakang kepala,” terangnya.

Baca Juga :  Percepatan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Bupati Minta Dukungan Tiga Menteri

“Selanjutnya, kami menemukan pakaian bra dengan motif dan merek yang memiliki tanda seperti mutiara. Dan, kami juga menemukan anting-anting berbentuk bulat dengan bagian atasnya terdapat pengait,” timpal Resky.

Ditanya penyebab kematian korban, Resky memperkirakan, korban mengalami benturan pada bagian kepala belakang. Diperkirakan, benturan di kepala belakang itu didapat korban di lokasi lain, bukan di lokasi temuan mayat.

“Namun, kita belum dapat memastikan penyebab dari benturan di kepala belakang korban. Apakah, korban ini berkelahi atau lainnya. Sebab, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kejadian yang dialami korban,” sebut Resky.

Lebih jauh, Resky memperkirakan mayat sudah berusia kurang lebih 6-7 hari sebelum akhirnya ditemukan. Saat ditemukan, organ tubuh korban sudah terlepas akibat terendam air dan cuaca hujan yang terjadi terus menerus.

“Beberapa bagian tubuh sudah lepas seperti kaki dan lainnya. Namun semua organ tubuh yang lepas sudah berhasil kita satukan kembali hingga seluruh organ tubuh korban lengkap dan utuh,” tegasnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Diterjang Angin

Resky belum dapat memastikan dugaan penyebab kematian korban. Sebab, pihak masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas dan fakta kematian korban.

“Kita belum dapat memastikan apakah mayat ini korban pembunuhan atau lainnya. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat. Jika merasa kehilangan saudara, keluarga, teman atau tetangga dengan ciri pakaian tersebut maka segera laporkan ke petugas terdekat,” pesan Kasat Reskim.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Wajok Hulu dihebohkan dengan penemuan mayat di kolam Makam Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu pada Rabu (22/07) sekitar pukul 09.00. Mayat pertama kali ditemukan oleh Junar (40) warga Jalan Paret Baru RT 02/RW 02, Dusun Lapan, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat.

Saat itu, Junar sedang melakukan pekerjaan pembangunan makam dikawasan tersebut. Saat hendak mengambil air, Junar melihat sesuatu mirip potongan kaki yang tertimbun karung-karung pasir. Saat bagian kaki diangkat, Junar mendapati mayat korban naik ke permukaan air. Temuan itu pun dilaporkan ke kepolisian setempat. (wah)

 

Identitas Korban Belum Terungkap

MEMPAWAH – Mayat yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kolam Pemakaman Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat masih menyisakan misteri. Sebab, identitas mayat berjenis kelamin perempuan itu belum terungkap. Polres Mempawah telah melakukan visum dan autopsi terhadap mayat korban di RSUD dr Rubini Mempawah, Kamis (23/07) siang.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Muhammad Resky Rizal mengungkapkan, proses visum luar dan dalam serta autopsi melibatkan dokter RS Bhayangkara Pontianak.

“Hasilnya, mayat diketahui berjenis kelamin perempuan dengan mengenakan pakaian lengan panjang berwarna hitam. Dan, memakai celana jeans merek Outlet berbahan spandek atau sejenis karet elastis,” sebutnya.

Kemudian, lanjut Resky, pada baju korban terdapat manik-manik berwarna putih mutiara di sekitaran leher. Di bagian depan terdapat tali. Sedangkan bagian belakang pakai tidak ada motif, hanya ada manik-manik putih di bagian lengan.

“Kami juga menemukan ciri lain pada mayat yakni, korban memakai masker berwarna hijau dengan merek Nexcare dengan tali masker diikat melingkar ke belakang kepala,” terangnya.

Baca Juga :  Covid Membuat Curanmor Menjadi-jadi, Bikin Warga Resah

“Selanjutnya, kami menemukan pakaian bra dengan motif dan merek yang memiliki tanda seperti mutiara. Dan, kami juga menemukan anting-anting berbentuk bulat dengan bagian atasnya terdapat pengait,” timpal Resky.

Ditanya penyebab kematian korban, Resky memperkirakan, korban mengalami benturan pada bagian kepala belakang. Diperkirakan, benturan di kepala belakang itu didapat korban di lokasi lain, bukan di lokasi temuan mayat.

“Namun, kita belum dapat memastikan penyebab dari benturan di kepala belakang korban. Apakah, korban ini berkelahi atau lainnya. Sebab, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kejadian yang dialami korban,” sebut Resky.

Lebih jauh, Resky memperkirakan mayat sudah berusia kurang lebih 6-7 hari sebelum akhirnya ditemukan. Saat ditemukan, organ tubuh korban sudah terlepas akibat terendam air dan cuaca hujan yang terjadi terus menerus.

“Beberapa bagian tubuh sudah lepas seperti kaki dan lainnya. Namun semua organ tubuh yang lepas sudah berhasil kita satukan kembali hingga seluruh organ tubuh korban lengkap dan utuh,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Bakal Benahi Parit Lima Kecamatan Dikepung Banjir

Resky belum dapat memastikan dugaan penyebab kematian korban. Sebab, pihak masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas dan fakta kematian korban.

“Kita belum dapat memastikan apakah mayat ini korban pembunuhan atau lainnya. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat. Jika merasa kehilangan saudara, keluarga, teman atau tetangga dengan ciri pakaian tersebut maka segera laporkan ke petugas terdekat,” pesan Kasat Reskim.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Wajok Hulu dihebohkan dengan penemuan mayat di kolam Makam Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu pada Rabu (22/07) sekitar pukul 09.00. Mayat pertama kali ditemukan oleh Junar (40) warga Jalan Paret Baru RT 02/RW 02, Dusun Lapan, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat.

Saat itu, Junar sedang melakukan pekerjaan pembangunan makam dikawasan tersebut. Saat hendak mengambil air, Junar melihat sesuatu mirip potongan kaki yang tertimbun karung-karung pasir. Saat bagian kaki diangkat, Junar mendapati mayat korban naik ke permukaan air. Temuan itu pun dilaporkan ke kepolisian setempat. (wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/