alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Aktivitas Pasar Juadah, Warga Minta Pemkab Tegas

MEMPAWAH – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah melibatkan tim pengamanan untuk memastikan aktivitas Pasar Juadah Ramadan berjalan dengan tertib sesuai anjuran dan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Pedagang diingatkan agar menerapkan pembatasan sosial secara ketat.

“Kami akan melibatkan tim pengamanan untuk pengawasan aktivitas Pasar Juadah Ramadan. Tim pengamanan ini terdiri dari unsur Pol PP Pemkab Mempawah, Perindagnaker, Dinas Perhubungan, Polres Mempawah dan pihak terkait lainnya,” ungkap Yusri di Mempawah, kemarin sore.

Yusri menjelaskan, keberadaan tim pengamanan tersebut dimaksudkan untuk untuk mengawasi dan memastikan aktivitas Pasar Juadah Ramadhan berjalan lancar sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Kami menekankan agar pedagang wajib menaati syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Secara umum, syarat dan ketentuan untuk Pasar Juadah ini harus mendukung penerapan sosial dan pembatasan fisik yang digaungkan pemerintah di tengah situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Yusri memastikan, pengamanan aktivitas Pasar Juadah Ramadan tidak hanya berlaku di Kota Mempawah saja, melainakn di tiap kecamatan di Kabupaten Mempawah. Untuk wilayah kecamatan akan ditentukan koordinator pedagang yang memantau aktivitas para pedagang Pasar Juadah.

Baca Juga :  Aksi Protes Buruh di PT Wika Ricuh

“Kita ingin memastikan setiap pedagang menerapkan praktik sosial sebagaimana telah kami sosialisasikan. Termasuk pula pengaturan arus lalu lintas di sekitar Pasar Juadah Ramadan agar berjalan lancar,” ujarnya.

Khusus di Kota Mempawah, Yusri mengatakan pihaknya telah mendapatkan 16 pedagang yang akan mengisi lapak-lapak Pasar Juadah Ramadan di Lapangan Basket Kota Mempawah. Dia berharap, seluruh pedagang dapat mentaati aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pedagang yang berjualan di pinggir jalan tidak kita akomodir, karena telah menyalahi aturan dan ketentuan yang ada. Nanti akan ada petugas yang memberikan peringatan kepada pedagang bersangkutan. Mungkin sifatnya imbauan dan peringatan,” sebutnya.

Sementara itu, masyarakat minta agar Pemerintah Kabupaten Mempawah bersikap tegas dengan menindak oknum pedagang bandel yang tidak mematuhi aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pasar Juadah Ramadan. Warga berharap petugas menertibkan pedagang yang beraktivitas di luar lokasi yang telah ditetapkan.

“Pagi ini (kemarin), saya melihat masih ada beberapa pedagang yang membangun lapak-lapak dagangan di sekitaran Jalan Bawal untuk kegiatan Pasar Juadah Ramadan. Ini harus ditertibkan, karena melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” sesal warga Jalan Bawal, Sudianto.

Baca Juga :  Puluhan Juta Raib Siang Hari, Korban Sempat Lihat Sosok Misterius

Menurut Sudianto, keberadaan pedagang yang membangun lapak-lapak di Jalan Bawal itu telah melanggar kebijakan yang telah ditetapkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) sebagai leading sektor pelaksanaan Pasar Juadah Ramadhn di Kabupaten Mempawah.

“Perindagnaker telah menetapkan lokasi Pasar Juadah Ramadan di Lapangan Basket Mempawah. Artinya, semua pedagang hanya boleh berjualan di lokasi itu. Jika ada pedagang yang tetap berjualan di lokasi lain maka telah melanggar dan harus ditertibkan,” tegasnya.

Sudianto menilai, keberadaan pedagang nakal diluar lokasi Pasar Juadah Ramadan dapat memberikan dampak buruk dalam upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan penanganan cepat pandemi Covid-19. Sebab, para pedagang ini tidak mengindahkan kebijakan pemerintah.

“Ditentukannya satu lokasi Pasar Juadah Ramadan ini semata-mata agar memudahkan petugas melakuka pengawasan dan penerapan pembatasan sosial. Makanya, keberadaan pedagang di luar lokasi itu sangat berbahaya karena berpotensi melanggar ketentuan pembatasan sosial,” tukasnya.(wah)

MEMPAWAH – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah melibatkan tim pengamanan untuk memastikan aktivitas Pasar Juadah Ramadan berjalan dengan tertib sesuai anjuran dan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Pedagang diingatkan agar menerapkan pembatasan sosial secara ketat.

“Kami akan melibatkan tim pengamanan untuk pengawasan aktivitas Pasar Juadah Ramadan. Tim pengamanan ini terdiri dari unsur Pol PP Pemkab Mempawah, Perindagnaker, Dinas Perhubungan, Polres Mempawah dan pihak terkait lainnya,” ungkap Yusri di Mempawah, kemarin sore.

Yusri menjelaskan, keberadaan tim pengamanan tersebut dimaksudkan untuk untuk mengawasi dan memastikan aktivitas Pasar Juadah Ramadhan berjalan lancar sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Kami menekankan agar pedagang wajib menaati syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Secara umum, syarat dan ketentuan untuk Pasar Juadah ini harus mendukung penerapan sosial dan pembatasan fisik yang digaungkan pemerintah di tengah situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Yusri memastikan, pengamanan aktivitas Pasar Juadah Ramadan tidak hanya berlaku di Kota Mempawah saja, melainakn di tiap kecamatan di Kabupaten Mempawah. Untuk wilayah kecamatan akan ditentukan koordinator pedagang yang memantau aktivitas para pedagang Pasar Juadah.

Baca Juga :  Aktivitas Lalu Lintas Diperketat, Pengendara Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh

“Kita ingin memastikan setiap pedagang menerapkan praktik sosial sebagaimana telah kami sosialisasikan. Termasuk pula pengaturan arus lalu lintas di sekitar Pasar Juadah Ramadan agar berjalan lancar,” ujarnya.

Khusus di Kota Mempawah, Yusri mengatakan pihaknya telah mendapatkan 16 pedagang yang akan mengisi lapak-lapak Pasar Juadah Ramadan di Lapangan Basket Kota Mempawah. Dia berharap, seluruh pedagang dapat mentaati aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pedagang yang berjualan di pinggir jalan tidak kita akomodir, karena telah menyalahi aturan dan ketentuan yang ada. Nanti akan ada petugas yang memberikan peringatan kepada pedagang bersangkutan. Mungkin sifatnya imbauan dan peringatan,” sebutnya.

Sementara itu, masyarakat minta agar Pemerintah Kabupaten Mempawah bersikap tegas dengan menindak oknum pedagang bandel yang tidak mematuhi aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pasar Juadah Ramadan. Warga berharap petugas menertibkan pedagang yang beraktivitas di luar lokasi yang telah ditetapkan.

“Pagi ini (kemarin), saya melihat masih ada beberapa pedagang yang membangun lapak-lapak dagangan di sekitaran Jalan Bawal untuk kegiatan Pasar Juadah Ramadan. Ini harus ditertibkan, karena melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” sesal warga Jalan Bawal, Sudianto.

Baca Juga :  Pagi: Jangan Persulit Pencairan

Menurut Sudianto, keberadaan pedagang yang membangun lapak-lapak di Jalan Bawal itu telah melanggar kebijakan yang telah ditetapkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) sebagai leading sektor pelaksanaan Pasar Juadah Ramadhn di Kabupaten Mempawah.

“Perindagnaker telah menetapkan lokasi Pasar Juadah Ramadan di Lapangan Basket Mempawah. Artinya, semua pedagang hanya boleh berjualan di lokasi itu. Jika ada pedagang yang tetap berjualan di lokasi lain maka telah melanggar dan harus ditertibkan,” tegasnya.

Sudianto menilai, keberadaan pedagang nakal diluar lokasi Pasar Juadah Ramadan dapat memberikan dampak buruk dalam upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan penanganan cepat pandemi Covid-19. Sebab, para pedagang ini tidak mengindahkan kebijakan pemerintah.

“Ditentukannya satu lokasi Pasar Juadah Ramadan ini semata-mata agar memudahkan petugas melakuka pengawasan dan penerapan pembatasan sosial. Makanya, keberadaan pedagang di luar lokasi itu sangat berbahaya karena berpotensi melanggar ketentuan pembatasan sosial,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/