alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Alokasikan Anggaran Stunting di OPD yang Terlibat

MEMPAWAH-Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi mengatakan dalam pengalokasian anggaran penanganan stunting diminta tidak hanya di satu Organisasi Perangkat Daerah. Menurutnya lebih banyak OPD yang terlibat dalam penurunan stunting justru semakin baik. Demikian dikatakan saat Sosialisasi tim percepatan penurunan stunting dan lokus stunting di Kabupaten Mempawah, Rabu (25/5).

“Saya minta ketika menyusun anggaran penanganan stunting, jangan fokus satu OPD. Masing-masing OPD harus mengusulkan anggaran,” ujarnya.

Belum lama ini, ia ikut serta dalam rapat bersama wakil Presiden dalam membahas penurunan stunting. Kata Wapres, stunting berakibat fatal bagi pembangunan di Indonesia. Mendengar pernyataan tersebut, sudah tentu banyak kerugian ketika anak terlahir stunting.

Perkembangan otak akan menjadi lamban. Begitu juga pertumbuhan fisik. Anak stunting cenderung kerdil.

Baca Juga :  Dua Puluh Tahun Menderita, Kini Hanya Bisa Terbaring

Kepala BKKBN Kalbar kata Pagi juga mengutarakan, untuk mengatasi dan mempercepat penurunan stunting. Cukup besar alokasi yang dianggarkan pusat. “Artinya ini sangat penting. Karena imbas stunting mempengaruhi IPM,” ujarnya.

Mengenai stunting, belum lama ini ia juga sudah memberikan pencerahan pada para bidan di Mempawah. Ia ingin para bidan dapat mensosialisasikan sekaligus mengubah mainset sebagian masyarakat yang masih belum percaya dengan pengobatan kedokteran.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta para pejabat yang sudah ditunjuk dalam penurunan stunting di Kabupaten Mempawah untuk sama-sama bekerja menurunkan stunting. “Jangan hanya sebatas nama di SK. Tolong dipelajari setiap tugas dan fungsi masing-masing,” tandasnya.(iza)

MEMPAWAH-Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi mengatakan dalam pengalokasian anggaran penanganan stunting diminta tidak hanya di satu Organisasi Perangkat Daerah. Menurutnya lebih banyak OPD yang terlibat dalam penurunan stunting justru semakin baik. Demikian dikatakan saat Sosialisasi tim percepatan penurunan stunting dan lokus stunting di Kabupaten Mempawah, Rabu (25/5).

“Saya minta ketika menyusun anggaran penanganan stunting, jangan fokus satu OPD. Masing-masing OPD harus mengusulkan anggaran,” ujarnya.

Belum lama ini, ia ikut serta dalam rapat bersama wakil Presiden dalam membahas penurunan stunting. Kata Wapres, stunting berakibat fatal bagi pembangunan di Indonesia. Mendengar pernyataan tersebut, sudah tentu banyak kerugian ketika anak terlahir stunting.

Perkembangan otak akan menjadi lamban. Begitu juga pertumbuhan fisik. Anak stunting cenderung kerdil.

Baca Juga :  Sasar Penggunaan MKJP di Wilayah Terpencil

Kepala BKKBN Kalbar kata Pagi juga mengutarakan, untuk mengatasi dan mempercepat penurunan stunting. Cukup besar alokasi yang dianggarkan pusat. “Artinya ini sangat penting. Karena imbas stunting mempengaruhi IPM,” ujarnya.

Mengenai stunting, belum lama ini ia juga sudah memberikan pencerahan pada para bidan di Mempawah. Ia ingin para bidan dapat mensosialisasikan sekaligus mengubah mainset sebagian masyarakat yang masih belum percaya dengan pengobatan kedokteran.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta para pejabat yang sudah ditunjuk dalam penurunan stunting di Kabupaten Mempawah untuk sama-sama bekerja menurunkan stunting. “Jangan hanya sebatas nama di SK. Tolong dipelajari setiap tugas dan fungsi masing-masing,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/