alexametrics
32 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Inovasi Aplikasi CMS Permudah Bayar Pajak

KPP Pratama Mempawah menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Kebijakan Perpajakan pada Pengelolaan Keuangan Desa dan Pembayaran Pajak melalui Aplikasi CMS (Cash Management System) Desa, Jumat (22/01). Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui media Zoom di ruang rapat Kantor Bupati Kubu Raya diikuti oleh Camat, Kepala Desa dan Kaur Keuangan Desa se-Kabupaten Kubu Raya.

“Dengan adanya aplikasi ini, desa-desa tidak ada lagi transaksi-transaksi tunai karena semua pembayaran termasuk pajak langsung dipotong secara online melalui Bank Kalbar,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Jakariansyah. Penggunaan aplikasi CMS untuk pengelolaan Dana Desa diharapkan bisa membawa kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi III Garry Lesmana terkait kewajiban Bendahara Desa sebagai wajib pajak. Garry menegaskan supaya bendahara mendaftarkan diri dan melakukan pembaruan data, memotong atau memungut pajak, menyetorkan pajak ke kas negara dan melaporkan SPT Masa. Seperti yang dijelaskan juga pada Pasal 6 4 Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah:

Baca Juga :  Antisipasi WBC, Petani Lakukan GerDal

“Bendahara pengeluaran sebagai wajib pungut Pajak Penghasilan (PPh) dan pajak lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening Kas Negara pada bank pemerintah atau bank lain yang ditetapkan Menteri Keuangan sebagai bank persepsi atau pos giro dalam jangka waktu sesuai ketentuan perundang-undangan”.

Di akhir kegiatan, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menambahkan aplikasi CMS yang digunakan di Kabupaten Kubu Raya dapat menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat. “Hasil dari upaya yang dilakukan ini diharapkan ekonomi masyarakat desa membaik, BUMDes semakin kuat dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” tutupnya.*

KPP Pratama Mempawah menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Kebijakan Perpajakan pada Pengelolaan Keuangan Desa dan Pembayaran Pajak melalui Aplikasi CMS (Cash Management System) Desa, Jumat (22/01). Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui media Zoom di ruang rapat Kantor Bupati Kubu Raya diikuti oleh Camat, Kepala Desa dan Kaur Keuangan Desa se-Kabupaten Kubu Raya.

“Dengan adanya aplikasi ini, desa-desa tidak ada lagi transaksi-transaksi tunai karena semua pembayaran termasuk pajak langsung dipotong secara online melalui Bank Kalbar,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Jakariansyah. Penggunaan aplikasi CMS untuk pengelolaan Dana Desa diharapkan bisa membawa kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi III Garry Lesmana terkait kewajiban Bendahara Desa sebagai wajib pajak. Garry menegaskan supaya bendahara mendaftarkan diri dan melakukan pembaruan data, memotong atau memungut pajak, menyetorkan pajak ke kas negara dan melaporkan SPT Masa. Seperti yang dijelaskan juga pada Pasal 6 4 Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah:

Baca Juga :  Antisipasi WBC, Petani Lakukan GerDal

“Bendahara pengeluaran sebagai wajib pungut Pajak Penghasilan (PPh) dan pajak lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening Kas Negara pada bank pemerintah atau bank lain yang ditetapkan Menteri Keuangan sebagai bank persepsi atau pos giro dalam jangka waktu sesuai ketentuan perundang-undangan”.

Di akhir kegiatan, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menambahkan aplikasi CMS yang digunakan di Kabupaten Kubu Raya dapat menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat. “Hasil dari upaya yang dilakukan ini diharapkan ekonomi masyarakat desa membaik, BUMDes semakin kuat dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” tutupnya.*

Most Read

Artikel Terbaru

/