alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Warga Dengar Puluhan Kali Suara Ledakan, Kios Bensin Ludes Terbakar

MEMPAWAH – Sebuah kios bensin di Jalan Jurusan Anjongan, Kecamatan Sungai Pinyuh ludes terbakar, Kamis (24/2) sekitar pukul 20.39 WIB. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Akibat kejadian itu korban pemilik kios diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta.

“Awalnya muncul api kecil, namun lama-kelamaan semakin membesar,” kata warga disekitar TKP kebakaran, Budi.

Menurut Budi, api membesar diikuti dengan suara ledakan dari dalam kios. Dia memperkirakan ledakan disebabkan api membakar jerigen berisikan bahan bakar yang ada di dalam kios tersebut.

“Ada puluhan kali suara ledakan. Api semakin membesar dan membumbung tinggi melalap seluruh bangunan,” ujarnya.

Hingga akhirnya, sambung dia, warga yang panik melihat kejadian itu segera menelpon petugas pemadam kebakaran di wilayah Sungai Pinyuh. Dalam hitungan menit, pemadam kebakaran pun tiba di lokasi.

“Setelah pemadam tiba, akhirnya api bisa dikendalikan dan berhasil dipadamkan oleh petugas,” ucapnya.

Baca Juga :  Kelurahan Sungai Pinyuh Juara Umum

Warga Gang Mitra Indah, Robi menuturkan kios yang terbakar tak hanya menjual bahan bakar minyak (BBM) saja, melainkan juga LPG, pakaian, sepatu dan menyediakan minuman.

“Pada waktu kebakaran, kios sedang buka dan ada orang. Ketika tahu ada kebakaran, mereka langsung berhamburan menyelamatkan diri,” ujarnya.

Robi mengaku cukup terkejut dengan musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan kios tersebut. Karena dia melihat aktivitas di kios tampak normal dan lancar seperti biasanya.

“Terkejut ketika ada warga memberitahukan kios di depan gang terbakar. Kami langsung keluar dan melihat memang api sudah besar,” ujarnya.

Amukan si jago merah tak hanya menghanguskan bangunan kios bensin saja. Melainkan juga merembet pada sebuah  toko yang berada di sebelah kios. Toko bernama Big Eleven itu sejak setahunan ini sudah tidak beroperasional lagi.

“Sudah kurang lebih setahunan tutup dan tidak berjualan lagi. Toko ini kondisinya kosong dan tidak ditempati orang,” kata pemilik toko Big Eleven, Suyanto.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Covid-19, FPI Mempawah Semprot Disinfektan

Pria yang akrab disapa Ajan ini mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran ketika sedang beristirahat di rumahnya yang juga bersebelahan dengan toko miliknya. Ketika itu dia mendengar suara ledakan seperti ban pecah.

“Mendengar suara ban pecah, langsung saya intip dari jendela rumah. Ternyata saya lihat api sudah membesar. Saya pun langsung keluar dari rumah dan memukul tiang listrik meminta pertolongan warga,” ujarnya.

Akibat musibah itu, lanjut Ajang, sebagian bangunan toko miliknya ikut terbakar. Termasuk pula sejumlah barang yang masih tersimpan di dalam ruko ikut mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.

“Hanya separuh bangunan yang terbakar dan beberapa barang yang ada di dalam juga ikut terbakar,” tandasnya. (wah)

MEMPAWAH – Sebuah kios bensin di Jalan Jurusan Anjongan, Kecamatan Sungai Pinyuh ludes terbakar, Kamis (24/2) sekitar pukul 20.39 WIB. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Akibat kejadian itu korban pemilik kios diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta.

“Awalnya muncul api kecil, namun lama-kelamaan semakin membesar,” kata warga disekitar TKP kebakaran, Budi.

Menurut Budi, api membesar diikuti dengan suara ledakan dari dalam kios. Dia memperkirakan ledakan disebabkan api membakar jerigen berisikan bahan bakar yang ada di dalam kios tersebut.

“Ada puluhan kali suara ledakan. Api semakin membesar dan membumbung tinggi melalap seluruh bangunan,” ujarnya.

Hingga akhirnya, sambung dia, warga yang panik melihat kejadian itu segera menelpon petugas pemadam kebakaran di wilayah Sungai Pinyuh. Dalam hitungan menit, pemadam kebakaran pun tiba di lokasi.

“Setelah pemadam tiba, akhirnya api bisa dikendalikan dan berhasil dipadamkan oleh petugas,” ucapnya.

Baca Juga :  Keterbukaan Informasi Publik Menangkal Kabar Hoax

Warga Gang Mitra Indah, Robi menuturkan kios yang terbakar tak hanya menjual bahan bakar minyak (BBM) saja, melainkan juga LPG, pakaian, sepatu dan menyediakan minuman.

“Pada waktu kebakaran, kios sedang buka dan ada orang. Ketika tahu ada kebakaran, mereka langsung berhamburan menyelamatkan diri,” ujarnya.

Robi mengaku cukup terkejut dengan musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan kios tersebut. Karena dia melihat aktivitas di kios tampak normal dan lancar seperti biasanya.

“Terkejut ketika ada warga memberitahukan kios di depan gang terbakar. Kami langsung keluar dan melihat memang api sudah besar,” ujarnya.

Amukan si jago merah tak hanya menghanguskan bangunan kios bensin saja. Melainkan juga merembet pada sebuah  toko yang berada di sebelah kios. Toko bernama Big Eleven itu sejak setahunan ini sudah tidak beroperasional lagi.

“Sudah kurang lebih setahunan tutup dan tidak berjualan lagi. Toko ini kondisinya kosong dan tidak ditempati orang,” kata pemilik toko Big Eleven, Suyanto.

Baca Juga :  Puluhan Guru Ikut Pendampingan

Pria yang akrab disapa Ajan ini mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran ketika sedang beristirahat di rumahnya yang juga bersebelahan dengan toko miliknya. Ketika itu dia mendengar suara ledakan seperti ban pecah.

“Mendengar suara ban pecah, langsung saya intip dari jendela rumah. Ternyata saya lihat api sudah membesar. Saya pun langsung keluar dari rumah dan memukul tiang listrik meminta pertolongan warga,” ujarnya.

Akibat musibah itu, lanjut Ajang, sebagian bangunan toko miliknya ikut terbakar. Termasuk pula sejumlah barang yang masih tersimpan di dalam ruko ikut mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.

“Hanya separuh bangunan yang terbakar dan beberapa barang yang ada di dalam juga ikut terbakar,” tandasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/