alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Kesetrum Saat Mencuci Pakaian, Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas

MEMPAWAH – Seorang ibu rumah tangga, Uray Suryani warga RT 07/RW 02, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh tewas kesetrum saat mencuci pakaian kediamannya, Senin (25/7) siang. Sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawa korban sudah tak tertolong.

Ketua RT 07/RW 02, Idhram membenarkan musibah yang menewaskan seorang warganya itu. Menurut dia, kejadian itu bermula ketika korban sedang mencuci pakaian di rumahnya menggunakan mesin cuci.

“Jarak rumah korban dengan rumah saya kurang lebih 20 meter. Tiba-tiba saja, saya mendengar anak korban berteriak minta tolong. Lalu, warga berhamburan keluar rumah dan mendatangi rumah korban,” kata Idhram.

Setibanya di rumah korban, lanjut Idhram, warga mendapati korban sudah dalam kondisi pingsan di dapurnya. Diduga, korban tersengat aliran listrik saat mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

Baca Juga :  PKB dan PPP Diminta Lengkapi Kekurangan Dokumen

“Informasinya, usai mencuci maka korban hendak mengeringkan pakaian. Dalam kondisi tangan yang masih basah, kemungkinan korban secara tidak sengaja menyentuh kabel yang rusak sehingga tersengat aliran listrik,” ujarnya.

Tak pelak, sambung Idhram, korban pun seketika tumbang dan tak sadarkan diri. Keluarga dan warga setempat pun berusaha memberikan pertolongan. Korban dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sempat dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh dan ditangani oleh petugas. Kurang lebih satu jam di puskesmas,” tuturnya.

Namun, sambung dia, Tuhan berkehendak lain. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat sengatan listrik tersebut. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan ke rumah duka.

Baca Juga :  Kapolda Ingatkan Anggota Kebersihan Markas

“Akhirnya korban meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban sudah berada di rumah duka. Keluarga dan warga sudah berdatangan untuk melayat dan mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik disisi Allah Ta’ala,” ucapnya.

Idhram menyebut kejadian yang dialami korban sebagai musibah sekaligus takdir Allah Ta’ala. Karenanya, dia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian kehidupan tersebut.

“Kita mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas menggunakan peralatan listrik. Perlu diantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masyarakat,” tandasnya. (wah)

MEMPAWAH – Seorang ibu rumah tangga, Uray Suryani warga RT 07/RW 02, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh tewas kesetrum saat mencuci pakaian kediamannya, Senin (25/7) siang. Sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawa korban sudah tak tertolong.

Ketua RT 07/RW 02, Idhram membenarkan musibah yang menewaskan seorang warganya itu. Menurut dia, kejadian itu bermula ketika korban sedang mencuci pakaian di rumahnya menggunakan mesin cuci.

“Jarak rumah korban dengan rumah saya kurang lebih 20 meter. Tiba-tiba saja, saya mendengar anak korban berteriak minta tolong. Lalu, warga berhamburan keluar rumah dan mendatangi rumah korban,” kata Idhram.

Setibanya di rumah korban, lanjut Idhram, warga mendapati korban sudah dalam kondisi pingsan di dapurnya. Diduga, korban tersengat aliran listrik saat mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

Baca Juga :  Pemotor Tewas Ditabrak Dump Truck di Dusun Lonjengan

“Informasinya, usai mencuci maka korban hendak mengeringkan pakaian. Dalam kondisi tangan yang masih basah, kemungkinan korban secara tidak sengaja menyentuh kabel yang rusak sehingga tersengat aliran listrik,” ujarnya.

Tak pelak, sambung Idhram, korban pun seketika tumbang dan tak sadarkan diri. Keluarga dan warga setempat pun berusaha memberikan pertolongan. Korban dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sempat dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh dan ditangani oleh petugas. Kurang lebih satu jam di puskesmas,” tuturnya.

Namun, sambung dia, Tuhan berkehendak lain. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat sengatan listrik tersebut. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan ke rumah duka.

Baca Juga :  TRAGEDI SJ-182 Ajak Masyarakat Doakan Korban

“Akhirnya korban meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban sudah berada di rumah duka. Keluarga dan warga sudah berdatangan untuk melayat dan mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik disisi Allah Ta’ala,” ucapnya.

Idhram menyebut kejadian yang dialami korban sebagai musibah sekaligus takdir Allah Ta’ala. Karenanya, dia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian kehidupan tersebut.

“Kita mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas menggunakan peralatan listrik. Perlu diantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masyarakat,” tandasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/