alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Ajak Nelayan Jaga Habitat dan Biota Laut

MEMPAWAH – Mengantisipasi penggunaan bahan peledak untuk aktivitas menangkap ikan, Polsek Siantan menggelar sosialisasi dilingkungan masyarakat nelayan di Kecamatan Jongkat dan sekitarnya, Senin (25/01/2021) di Bagan Ikan Jongkat di Jalan Pendidikan, Desa Jungkat.

“Melalui sosialisasi ini, kami menghimbau para nelayan agar tidak menggunakan bahan peledak untuk mencari  ikan di laut. Karena, tindakan tersebut melanggar aturan perundang-undangan,” kata Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono.

Rahmad Kartono menyebut, larangan penggunaan bahan peledak untuk aktivitas menangkap ikan dimaksudkan untuk menjaga habitat laut dari dampak kerusakan akibat penggunaan bahan peledak.

“Pastinya menimbulkan kerusakan terhadap biota laut. Karena, penggunaan bahan peledak dampaknya sangat tidak baik untuk lingkungan,” tegasnya.

Di samping itu, menurut Rahmad Kartono, penggunaan bahan peledak sangat berpotensi mengancam keselamatan nelayan itu sendiri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat mencelakai nelayan.

Baca Juga :  Seorang Guru di Mempawah Diduga Aniaya Dua Siswa hingga Lebam

“Selain merusak lingkungan, juga berbahaya untuk keselamatan nelayan. Maka dari itu, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan sangat dilarang,” tuturnya.

Kapolsek berharap, nelayan di wilayah hukum Polsek Siantan khususnya dan Kabupaten Mempawah  umumnya dapat menjadi nelayan yang baik dengan selalu memperhatikan lingkungan laut.

“Nelayan yang baik adalah mereka yang menangkap ikan dengan cara-cara yang baik menggunakan alat tangkap yang tidak merusak alam. Saya yakin dan percaya nelayan-nelayan di Kecamatan Jongkat dan Kabupaten Mempawah memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga alam,” pendapatnya.

Terlebih, ungkap Kapolsek, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan dapat dijerat dengan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Baca Juga :  Akses Internet tak Mendukung, Mimbar Virtual di Mempawah

“Pasal 85 UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan denan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya mengingatkan.

Kapolsek mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat nelayan agar pro aktif mendukung langkah pemerintah menjaga kelestarian biota laut dari ancaman kerusakan akibat tangan-tangan oknum manusia tak bertanggungjawab.

“Kami berharap nelayan ikut pro aktif menjaga wilayah laut. Jika ada tindakan-tindakan ilegal dan merusak laut, segera laporkan kepada petugas. Pastinya, akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku,” tukasnya.(wah)

MEMPAWAH – Mengantisipasi penggunaan bahan peledak untuk aktivitas menangkap ikan, Polsek Siantan menggelar sosialisasi dilingkungan masyarakat nelayan di Kecamatan Jongkat dan sekitarnya, Senin (25/01/2021) di Bagan Ikan Jongkat di Jalan Pendidikan, Desa Jungkat.

“Melalui sosialisasi ini, kami menghimbau para nelayan agar tidak menggunakan bahan peledak untuk mencari  ikan di laut. Karena, tindakan tersebut melanggar aturan perundang-undangan,” kata Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono.

Rahmad Kartono menyebut, larangan penggunaan bahan peledak untuk aktivitas menangkap ikan dimaksudkan untuk menjaga habitat laut dari dampak kerusakan akibat penggunaan bahan peledak.

“Pastinya menimbulkan kerusakan terhadap biota laut. Karena, penggunaan bahan peledak dampaknya sangat tidak baik untuk lingkungan,” tegasnya.

Di samping itu, menurut Rahmad Kartono, penggunaan bahan peledak sangat berpotensi mengancam keselamatan nelayan itu sendiri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat mencelakai nelayan.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Libatkan Tim Gabungan

“Selain merusak lingkungan, juga berbahaya untuk keselamatan nelayan. Maka dari itu, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan sangat dilarang,” tuturnya.

Kapolsek berharap, nelayan di wilayah hukum Polsek Siantan khususnya dan Kabupaten Mempawah  umumnya dapat menjadi nelayan yang baik dengan selalu memperhatikan lingkungan laut.

“Nelayan yang baik adalah mereka yang menangkap ikan dengan cara-cara yang baik menggunakan alat tangkap yang tidak merusak alam. Saya yakin dan percaya nelayan-nelayan di Kecamatan Jongkat dan Kabupaten Mempawah memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga alam,” pendapatnya.

Terlebih, ungkap Kapolsek, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan dapat dijerat dengan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Baca Juga :  Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Guru SMPN 1 Segedong Test Swab

“Pasal 85 UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan denan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya mengingatkan.

Kapolsek mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat nelayan agar pro aktif mendukung langkah pemerintah menjaga kelestarian biota laut dari ancaman kerusakan akibat tangan-tangan oknum manusia tak bertanggungjawab.

“Kami berharap nelayan ikut pro aktif menjaga wilayah laut. Jika ada tindakan-tindakan ilegal dan merusak laut, segera laporkan kepada petugas. Pastinya, akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/