alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Orang Utan Usia 5 Tahun Diamankan dari Rumah Warga

MEMPAWAH- Satuan Reskrim Polres Mempawah mengamankan seekor orang utan berjenis kelamin betina, Selasa (25/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Satwa langka berusia sekitar 5 tahun itu diamankan dari salah seorang warga di Gang Wak Tapak, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir. Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Resky Rizal membenarkan kabar tersebut. Resky menjelaskan, bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan seekor orang utan yang dipelihara oleh warga.

Berbekal informasi itu, Resky beserta anak buahnya melakukan pengecekan ke kediaman warga tersebut. Benar saja, di rumah itu polisi menemukan seekor orang utan. Petugas pun memberikan pemahaman tentang aturan dan sanksi hukum berkaitan dengan satwa yang dilindungi.  “Awalnya sempat ada keberatan, namun setelah kita berikan pemahaman tentang ketentuan hukum akhirnya si pemilik bersedia menyerahkan satwa yang dilindungi oleh UU ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Buaya Rawa Ganas Hebohkan Warga Purun Kecil

Kasat mengungkapkan, Ariyandi mengaku mendapatkan satwa orang utan tersebut sekitar tahun 2017 lalu. Saat itu, Aryandi sedang berkunjung ke daerah Naga Pinoh, Kabupaten Melawi. Ketika dibawa dari Melawi, orang utan ini berusia kurang lebih 1-2 tahun.  “Jadi, sudah kurang lebih 3 tahun dipelihara oleh Ariyandi dirumahnya. Dan sekarang usia orang utan ini diperkirakan 5 tahun,” tuturnya.

Kemudian, sambung Resky, orang utan tersebut dibawa ke Mapolres Mempawah untuk diamankan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Dalam proses itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Barat terhadap penanganan lebih lanjut terhadap orang utan tersebut.  “Kami juga menghubungi dokter hewan untuk melakukan pengecekan terhadap konidsi kesehatan satwa orang utan ini. Dan hasil pengecekannya, orang utan dalam kondisi baik. Setelah itu, akan kita serahkan penangananya kepada BKSDA Kalbar,” ucapnya.

Baca Juga :  Semarak Malam Ramadan di Kampong Tanglong 

Lebih jauh, Kasat Reskrim mengatakan, sebagaimana ketentuan UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati beserta ekosistemnya, pasal 21 ayat (2) bab V menyebutkan setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dalam kondisi hidup.

“Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dapat dipidana dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” tegasnya. Jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang yakni, orang utan, beruang madu, trenggiling, kelempiau, kelasi, kukang, elang bondol, landak, bekantan, tarsius/kukang/binatang hantu, enggang dan penyu sisik.  “Sejauh ini, kami belum menemukan adanya unsur jual beli dari si pemelihara terhadap oran utan ini. Dan nanti, kami akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk memberikan peringatan, edukasi dan peringatan kepada orang yang memelihara satwa dilindungi ini,” tukasnya.(wah)

MEMPAWAH- Satuan Reskrim Polres Mempawah mengamankan seekor orang utan berjenis kelamin betina, Selasa (25/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Satwa langka berusia sekitar 5 tahun itu diamankan dari salah seorang warga di Gang Wak Tapak, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir. Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Resky Rizal membenarkan kabar tersebut. Resky menjelaskan, bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan seekor orang utan yang dipelihara oleh warga.

Berbekal informasi itu, Resky beserta anak buahnya melakukan pengecekan ke kediaman warga tersebut. Benar saja, di rumah itu polisi menemukan seekor orang utan. Petugas pun memberikan pemahaman tentang aturan dan sanksi hukum berkaitan dengan satwa yang dilindungi.  “Awalnya sempat ada keberatan, namun setelah kita berikan pemahaman tentang ketentuan hukum akhirnya si pemilik bersedia menyerahkan satwa yang dilindungi oleh UU ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Pastikan Penerapan E-Kinerja

Kasat mengungkapkan, Ariyandi mengaku mendapatkan satwa orang utan tersebut sekitar tahun 2017 lalu. Saat itu, Aryandi sedang berkunjung ke daerah Naga Pinoh, Kabupaten Melawi. Ketika dibawa dari Melawi, orang utan ini berusia kurang lebih 1-2 tahun.  “Jadi, sudah kurang lebih 3 tahun dipelihara oleh Ariyandi dirumahnya. Dan sekarang usia orang utan ini diperkirakan 5 tahun,” tuturnya.

Kemudian, sambung Resky, orang utan tersebut dibawa ke Mapolres Mempawah untuk diamankan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Dalam proses itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Barat terhadap penanganan lebih lanjut terhadap orang utan tersebut.  “Kami juga menghubungi dokter hewan untuk melakukan pengecekan terhadap konidsi kesehatan satwa orang utan ini. Dan hasil pengecekannya, orang utan dalam kondisi baik. Setelah itu, akan kita serahkan penangananya kepada BKSDA Kalbar,” ucapnya.

Baca Juga :  Semarak Malam Ramadan di Kampong Tanglong 

Lebih jauh, Kasat Reskrim mengatakan, sebagaimana ketentuan UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati beserta ekosistemnya, pasal 21 ayat (2) bab V menyebutkan setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dalam kondisi hidup.

“Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dapat dipidana dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” tegasnya. Jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang yakni, orang utan, beruang madu, trenggiling, kelempiau, kelasi, kukang, elang bondol, landak, bekantan, tarsius/kukang/binatang hantu, enggang dan penyu sisik.  “Sejauh ini, kami belum menemukan adanya unsur jual beli dari si pemelihara terhadap oran utan ini. Dan nanti, kami akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk memberikan peringatan, edukasi dan peringatan kepada orang yang memelihara satwa dilindungi ini,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/