alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Begini Nasib Murjani, Pemuda yang Dirantai karena Gangguan Mental

MEMPAWAH – Murjani (34), pemuda warga RT 01/RW 01, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh sejak puluhan tahun silam mengalami gangguan mental. Dia pun terpaksa dirantai agar tidak kabur dari rumah. Warga berharap pemuda malang itu mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Sebagai tetangga dekat, kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pihak terkait lainnya dapat membantu pengobatan Murjani. Kasihan, dia sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan,” kata warga, Syafi’i kepada wartawan, Selasa (26/7).

Syafi’i menyebut Murjani tinggal seorang diri di rumah sederhana peninggalan kedua orang tua angkatnya itu. Sebenarnya, Murjani juga memiliki seorang saudara angkat tetapi sudah berkeluarga dan bermukim ke tempat lain.

“Adiknya sering datang membawa makanan untuk Murjani. Hanya saja, adiknya sudah berkeluarga sendiri sehingga tidak bisa menetap di sini. Biasa juga para tetangga yang membantu memberi makan,” tutur Syafi’i.

Syafi’i mengungkapkan kondisi tak normal yang dialami Murjani ketika dia dan bapaknya mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibat kecelakaan itu, orang tuanya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara Murjani masih bisa diselamatkan dengan kondisi luka parah.

“Kecelakaan itu terjadi sekitar tahun 2008 atau 14 tahun silam. Saat itu Idulfitri, mereka bepergian ke rumah keluarga di Tanjung Hulu Pontianak, namun mengalami kecelakaan lalu lintas. Anak ini (Murjani) selamat dengan luka di kepala. Bahkan, dia harus menjalani dua kali operasi di kepala,” ujarnya.

Baca Juga :  Setiap Hari Puluhan Jeriken Ludes Diborong

Setelah menjalani operasi, sambung Syafi’i kondisi Murjani tak bisa kembali normal. Sedangkan luka parah di kepala menyebabkan dia mengalami gangguan mental.

“Murjani ini tidak bisa berjalan, hanya beringsut (ngesot). Walau hanya beringsut, tetapi bisa bepergian jauh. Bahkan, pernah pergi dari rumah dan ditemukan di Sungai Pinyuh. Bisa juga berenang di parit,” paparnya.

Seiring waktu, lanjut Syafi’i gangguan mental yang dialami Murjani semakin parah. Terlebih saat ibunya meninggal dunia pada 2016 lalu. Dia kerap berusaha melarikan diri dari rumah. Bahkan, sesekali juga kerap marah dan mengamuk hingga merusak barang-barang di sekitarnya.

“Biasanya kalau ramai orang tidak ada masalah, kalau diajak bicara masih bisa dan nyambung. Tapi kalau tinggal sendirian, biasanya dia mengamuk dan marah-marah,” pendapat Syafi’i.

Melihat situasi itu, imbuh Murjani, maka warga memutuskan untuk merantai tubuh Murjani agar tidak pergi meninggalkan rumahnya. Karena, Syafi’i menegaskan tindakan merantai Murjani bukan untuk menyakiti.

Baca Juga :  Komit Dukung Program Gubernur

“Bukan kita pasung tetapi dirantai agar tidak lari dari rumah. Sebab, kalau sudah pergi sulit untuk ditemukan dan kembali ke rumah. Kami sebagai tetangga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat membantu pengobatan Murjani hingga sembuh seperti semula,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Heru Agung YA yang berkesempatan menyambangi kediaman Murjani berjanji akan memberikan bantuan penanganan dan pengobatan sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

“Langkah awal, kami akan mendaftarkan Murjani dalam program KIS. Kemudian, kita akan membantu pihak keluarga untuk mengusulkan proposal bantuan kepada Bupati. Bantuan ini bisa digunakan untuk biaya berobat ke rumah sakit maupun perawatan Murjani di rumah,” terang Heru Agung.

Selanjutnya, sambung Heru Agung, pihaknya akan membawa Murjani melakukan pemeriksaan ke RSJ atau dokter spesialis kejiwaan. Melalui langkah-langkah tersebut, Heru Agung berharap kondisi kesehatan Murjani bisa kembali pulih untuk melanjutkan hidupnya di masyarakat.

“Untuk penyaluran bantuan dan penanganan ini membutuhkan proses. Makanya, kita akan berkoordinasi dulu dengan keluarga dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan Murjani bisa segera sembuh dan pulih,” pungkasnya. (wah)

MEMPAWAH – Murjani (34), pemuda warga RT 01/RW 01, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh sejak puluhan tahun silam mengalami gangguan mental. Dia pun terpaksa dirantai agar tidak kabur dari rumah. Warga berharap pemuda malang itu mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Sebagai tetangga dekat, kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pihak terkait lainnya dapat membantu pengobatan Murjani. Kasihan, dia sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan,” kata warga, Syafi’i kepada wartawan, Selasa (26/7).

Syafi’i menyebut Murjani tinggal seorang diri di rumah sederhana peninggalan kedua orang tua angkatnya itu. Sebenarnya, Murjani juga memiliki seorang saudara angkat tetapi sudah berkeluarga dan bermukim ke tempat lain.

“Adiknya sering datang membawa makanan untuk Murjani. Hanya saja, adiknya sudah berkeluarga sendiri sehingga tidak bisa menetap di sini. Biasa juga para tetangga yang membantu memberi makan,” tutur Syafi’i.

Syafi’i mengungkapkan kondisi tak normal yang dialami Murjani ketika dia dan bapaknya mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibat kecelakaan itu, orang tuanya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara Murjani masih bisa diselamatkan dengan kondisi luka parah.

“Kecelakaan itu terjadi sekitar tahun 2008 atau 14 tahun silam. Saat itu Idulfitri, mereka bepergian ke rumah keluarga di Tanjung Hulu Pontianak, namun mengalami kecelakaan lalu lintas. Anak ini (Murjani) selamat dengan luka di kepala. Bahkan, dia harus menjalani dua kali operasi di kepala,” ujarnya.

Baca Juga :  Setiap Hari Puluhan Jeriken Ludes Diborong

Setelah menjalani operasi, sambung Syafi’i kondisi Murjani tak bisa kembali normal. Sedangkan luka parah di kepala menyebabkan dia mengalami gangguan mental.

“Murjani ini tidak bisa berjalan, hanya beringsut (ngesot). Walau hanya beringsut, tetapi bisa bepergian jauh. Bahkan, pernah pergi dari rumah dan ditemukan di Sungai Pinyuh. Bisa juga berenang di parit,” paparnya.

Seiring waktu, lanjut Syafi’i gangguan mental yang dialami Murjani semakin parah. Terlebih saat ibunya meninggal dunia pada 2016 lalu. Dia kerap berusaha melarikan diri dari rumah. Bahkan, sesekali juga kerap marah dan mengamuk hingga merusak barang-barang di sekitarnya.

“Biasanya kalau ramai orang tidak ada masalah, kalau diajak bicara masih bisa dan nyambung. Tapi kalau tinggal sendirian, biasanya dia mengamuk dan marah-marah,” pendapat Syafi’i.

Melihat situasi itu, imbuh Murjani, maka warga memutuskan untuk merantai tubuh Murjani agar tidak pergi meninggalkan rumahnya. Karena, Syafi’i menegaskan tindakan merantai Murjani bukan untuk menyakiti.

Baca Juga :  Korban Tabrak Lari di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia

“Bukan kita pasung tetapi dirantai agar tidak lari dari rumah. Sebab, kalau sudah pergi sulit untuk ditemukan dan kembali ke rumah. Kami sebagai tetangga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat membantu pengobatan Murjani hingga sembuh seperti semula,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Heru Agung YA yang berkesempatan menyambangi kediaman Murjani berjanji akan memberikan bantuan penanganan dan pengobatan sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

“Langkah awal, kami akan mendaftarkan Murjani dalam program KIS. Kemudian, kita akan membantu pihak keluarga untuk mengusulkan proposal bantuan kepada Bupati. Bantuan ini bisa digunakan untuk biaya berobat ke rumah sakit maupun perawatan Murjani di rumah,” terang Heru Agung.

Selanjutnya, sambung Heru Agung, pihaknya akan membawa Murjani melakukan pemeriksaan ke RSJ atau dokter spesialis kejiwaan. Melalui langkah-langkah tersebut, Heru Agung berharap kondisi kesehatan Murjani bisa kembali pulih untuk melanjutkan hidupnya di masyarakat.

“Untuk penyaluran bantuan dan penanganan ini membutuhkan proses. Makanya, kita akan berkoordinasi dulu dengan keluarga dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan Murjani bisa segera sembuh dan pulih,” pungkasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/