alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Besok, Bupati Launching Aksi Penindakan Prokes

MEMPAWAH – Bupati Mempawah Erlina rencananya akan me-launching aksi penindakan disiplin dan penegakan hukum disiplin protokol tetap (protap) kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 Tahun 2020, besok (29/9). Rencana tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Mempawah, Rizal Multiadi, kemarin siang di Mempawah.

“Rencananya, Bupati akan me-launching aksi penindakan disiplin dan penegakan hukum protap kesehatan sebagaimana telah ditetapkan dalam Perbup Nomor 50 Tahun 2020 pada Selasa (29/9) di Mempawah,” ungkap Rizal.

Launching aksi penindakan, dijelaskan Rizal, akan dilaksanakan dalam bentuk apel kesiapsiagaan yang akan diikuti sejumlah instansi terkait, termasuk jajaran TNI/Polri dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. “Karena itu, Satuan Polisi Pamong Praja sebagai garda terdepan penegakan produk hukum daerah diminta secepatnya membuat protap sebagai acuan pelaksanaan tugas masing-masing tim dilapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Mempawah Terima Dipa 2021

Menurut Rizal, protap tersebut sangat penting untuk menjadi panduan bagi seluruh tim yang akan melaksanakan proses penindakan di lapangan. Sehingga, harapan dia, penegekan Perbup Nomor 50 Tahun 2020 dapat dilaksanakan dengan baik.

“Misalnya menyangkut tahapan penindakan bagi pelanggar dimulai dengan sanksi teguran, tertulis hingga sanksi sosial seperti menyapu halaman, memungut sampah dan lainnya. Namun, jika si pelanggar melakukan kesalahan berulang kali dan terjaring petugas maka yang bersangkutan akan ditindak tegas berupa denda administrasi, agar memberikan efek jera,” tegasnya.

Sesuai ketentuan pasal 7 dalam Perbup 50 Tahun 2020 tentang Sanksi, disebutkan bahwa bagi perorangan akan dijerat sanksi teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda administratif sebesar Rp100 ribu, serta dilakukan swab dan wajib karantina hingga hasil swab diumumkan.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Polres Mempawah Terapkan Cuci Tangan dengan Sabun

Untuk pelaku usaha, disebutkan pula bahwa sanksi denda administrasi sebesar Rp1 juta, penutupan sementara tempat usaha, pencabutan izin usaha, serta apabila terjadi kluster Covid-19 dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh si penanggung jawab kegiatan. Sedangkan sanksi bagi ASN yang melanggar protap Covid-19 akan dikenakan pemotongan uang tambahan penghasilan (TP) sebesar 5 persen.

Sejak awal masyarakat Mempawah telah diingatkan agar bersiap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah akan melakukan penindakan dan memberlakukan sanksi bagi pelanggar Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Tetap (Protap) Kesehatan. Sejak diterbitkannya Perbup nomor 50 Tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Protap Kesehatan pada 1 September 2020 lalu, Pemkab dalam berbagai kesempatan gencar melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. (wah)

MEMPAWAH – Bupati Mempawah Erlina rencananya akan me-launching aksi penindakan disiplin dan penegakan hukum disiplin protokol tetap (protap) kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 Tahun 2020, besok (29/9). Rencana tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Mempawah, Rizal Multiadi, kemarin siang di Mempawah.

“Rencananya, Bupati akan me-launching aksi penindakan disiplin dan penegakan hukum protap kesehatan sebagaimana telah ditetapkan dalam Perbup Nomor 50 Tahun 2020 pada Selasa (29/9) di Mempawah,” ungkap Rizal.

Launching aksi penindakan, dijelaskan Rizal, akan dilaksanakan dalam bentuk apel kesiapsiagaan yang akan diikuti sejumlah instansi terkait, termasuk jajaran TNI/Polri dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. “Karena itu, Satuan Polisi Pamong Praja sebagai garda terdepan penegakan produk hukum daerah diminta secepatnya membuat protap sebagai acuan pelaksanaan tugas masing-masing tim dilapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Dusun Sebukit Rama Mulai Mengkhawatirkan

Menurut Rizal, protap tersebut sangat penting untuk menjadi panduan bagi seluruh tim yang akan melaksanakan proses penindakan di lapangan. Sehingga, harapan dia, penegekan Perbup Nomor 50 Tahun 2020 dapat dilaksanakan dengan baik.

“Misalnya menyangkut tahapan penindakan bagi pelanggar dimulai dengan sanksi teguran, tertulis hingga sanksi sosial seperti menyapu halaman, memungut sampah dan lainnya. Namun, jika si pelanggar melakukan kesalahan berulang kali dan terjaring petugas maka yang bersangkutan akan ditindak tegas berupa denda administrasi, agar memberikan efek jera,” tegasnya.

Sesuai ketentuan pasal 7 dalam Perbup 50 Tahun 2020 tentang Sanksi, disebutkan bahwa bagi perorangan akan dijerat sanksi teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda administratif sebesar Rp100 ribu, serta dilakukan swab dan wajib karantina hingga hasil swab diumumkan.

Baca Juga :  Bulog Kalbar Tawarkan Program RPK

Untuk pelaku usaha, disebutkan pula bahwa sanksi denda administrasi sebesar Rp1 juta, penutupan sementara tempat usaha, pencabutan izin usaha, serta apabila terjadi kluster Covid-19 dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh si penanggung jawab kegiatan. Sedangkan sanksi bagi ASN yang melanggar protap Covid-19 akan dikenakan pemotongan uang tambahan penghasilan (TP) sebesar 5 persen.

Sejak awal masyarakat Mempawah telah diingatkan agar bersiap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah akan melakukan penindakan dan memberlakukan sanksi bagi pelanggar Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Tetap (Protap) Kesehatan. Sejak diterbitkannya Perbup nomor 50 Tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Protap Kesehatan pada 1 September 2020 lalu, Pemkab dalam berbagai kesempatan gencar melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/