alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

19 Tahun Jadi Petugas Kebersihan

Sunawar (50), Warga Gang 17, Kelurahan Sungai Pinyuh, seorang petugas kebersihan di Pasar Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Dia telah mengabdi sejak tahun 2002 atau 19 tahun silam. Bapak dua anak ini tercatat sebagai tenaga honor lepas Bidang Kebersihan, Pemerintah Kabupaten Mempawah. Kepada Pontianak Post, Sunawar menceritakan awal mula mendapatkan tawaran bekerja sebagai petugas kebersihan dari seorang kenalannya. Melalui perantara rekannya itu, Sunawar lantas mendaftarkan diri sebagai petugas kebersihan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Sejak itu pula dia memulai pertualangan menjadi petugas kebersihan di Pasar Sungai Pinyuh.

Awal bekerja, Sunawar mengaku tak memiliki peralatan kebersihan. Alih-alih membeli di pasar, Sunawar terpaksa membuat garpu sampah dari kayu. Alat sederhana yang dibuatnya itu cukup berfungsi dan mendukung kinerjanya membersihkan sampah di sepanjang selokan Pasar Sungai Pinyuh. “Karena dari dinas tidak ada memberikan alat, jadi terpaksa kita bikin sendiri dari kayu. Waktu itu, mau beli di pasar tidak punya uang,” kenang Sunawar saat ditemui dikediamannya, Kamis (29/4) pagi.

Didampingi istri tercinta, Sunawar masih ingat betul kondisi selokan di Pasar Sungai Pinyuh saat pertama kali dirinya menjadi petugas kebersihan. Dia menyabut banyak tumpukan sampah di dalam selokan di kawasan Pasar Sungai Pinyuh.  Bahkan, dia pernah menemukan sesuatu yang tak lazim di dalam selokan tersebut. “Pernah menemukan kepala babi di dalam selokan di Pasar Sungai Pinyuh (dekat bioskop baru). Kondisi gelap, samar-samar saya melihat sesuatu melintang di dalam selokan dengan bau anyir menyengat. Setelah diangkat dan dibawa ke tempat terang, ternyata kepala babi,” kenang dia.

Baca Juga :  Melestarikan Tradisi

Biasanya, Sunawar mulai membersihkan selokan di Pasar Sungai Pinyuh sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum masuk waktu maghrib, dia menargetkan pekerjaan sudah selesai. Agar dirinya bisa segera pulang kerumah dan dapat melaksanakan salat berjamaah bersama keluarga.  “Kalau bulan puasa seperti sekarang, saya turun ke pasar pada malam hari. Biasanya setelah salat tarawih. Normalnya 3 jam sudah selesai membersihkan selokan,” katanya.

Dari hasil kerja kerasnya itu, Sunawar awalnya mendapatkan upah Rp 300 ribu per bulan. Mulanya dia sempat merasa mengeluh lantaran upah yang didapat tak mampu  memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, Sunawar tetap bersabar dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah Ta’ala. “Bicara cukup atau tidak, tentu gaji Rp 300 ribu tidak cukup. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit apalagi keperluan pendidikan anak dan lainnya. Saya sempat ngeluh karena tak sesuai harapan. Tetapi pada akhirnya saya tetap bersyukur bisa mendapatkan uang dari bekerja sebagai petugas kebersihan,” ucapnya.

Baca Juga :  Serangan Fajar Kajati Bersama Ketua IAD Kalbar, Bagikan Paket Bantuan ke Petugas Kebersihan

Setelah kurang lebih 6 tahun bekerja, Sunawar mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp 600 ribu di tahun 2008. Kemudian, setahun berselang upah yang didapatnya kembali naik menjadi Rp 900 ribu dan bertahan sampai saat ini. “Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga bekerja sampingan mengurus ternak sapi milik orang. Hasilnya tidak seberapa, tapi cukuplah untuk menambah kebutuhan keluarga,” lirihnya. Kedepan, Sunawar berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat memberikan perhatian lebih kepada petugas kebersihan seperti dirinya. Terutama menyangkut kesejahteraan dan jaminan kesehatan. Sebab, mereka sudah bekerja maksimal setiap hari untuk menjaga dan memastikan lingkungan masyarakat selalu bersih.  “Harapan saya agar gaji bisa ditambah dan menyesuaikan dengan kebutuhan hidup saat ini. Kemudian, kami juga mengharapkan adanya perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan. Termasuk juga menyediakan perlengkapan dan peralatan bagi petugas dilapangan,” pungkasnya.(wah)

Sunawar (50), Warga Gang 17, Kelurahan Sungai Pinyuh, seorang petugas kebersihan di Pasar Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Dia telah mengabdi sejak tahun 2002 atau 19 tahun silam. Bapak dua anak ini tercatat sebagai tenaga honor lepas Bidang Kebersihan, Pemerintah Kabupaten Mempawah. Kepada Pontianak Post, Sunawar menceritakan awal mula mendapatkan tawaran bekerja sebagai petugas kebersihan dari seorang kenalannya. Melalui perantara rekannya itu, Sunawar lantas mendaftarkan diri sebagai petugas kebersihan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Sejak itu pula dia memulai pertualangan menjadi petugas kebersihan di Pasar Sungai Pinyuh.

Awal bekerja, Sunawar mengaku tak memiliki peralatan kebersihan. Alih-alih membeli di pasar, Sunawar terpaksa membuat garpu sampah dari kayu. Alat sederhana yang dibuatnya itu cukup berfungsi dan mendukung kinerjanya membersihkan sampah di sepanjang selokan Pasar Sungai Pinyuh. “Karena dari dinas tidak ada memberikan alat, jadi terpaksa kita bikin sendiri dari kayu. Waktu itu, mau beli di pasar tidak punya uang,” kenang Sunawar saat ditemui dikediamannya, Kamis (29/4) pagi.

Didampingi istri tercinta, Sunawar masih ingat betul kondisi selokan di Pasar Sungai Pinyuh saat pertama kali dirinya menjadi petugas kebersihan. Dia menyabut banyak tumpukan sampah di dalam selokan di kawasan Pasar Sungai Pinyuh.  Bahkan, dia pernah menemukan sesuatu yang tak lazim di dalam selokan tersebut. “Pernah menemukan kepala babi di dalam selokan di Pasar Sungai Pinyuh (dekat bioskop baru). Kondisi gelap, samar-samar saya melihat sesuatu melintang di dalam selokan dengan bau anyir menyengat. Setelah diangkat dan dibawa ke tempat terang, ternyata kepala babi,” kenang dia.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Terima Bantuan Sembako

Biasanya, Sunawar mulai membersihkan selokan di Pasar Sungai Pinyuh sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum masuk waktu maghrib, dia menargetkan pekerjaan sudah selesai. Agar dirinya bisa segera pulang kerumah dan dapat melaksanakan salat berjamaah bersama keluarga.  “Kalau bulan puasa seperti sekarang, saya turun ke pasar pada malam hari. Biasanya setelah salat tarawih. Normalnya 3 jam sudah selesai membersihkan selokan,” katanya.

Dari hasil kerja kerasnya itu, Sunawar awalnya mendapatkan upah Rp 300 ribu per bulan. Mulanya dia sempat merasa mengeluh lantaran upah yang didapat tak mampu  memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, Sunawar tetap bersabar dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah Ta’ala. “Bicara cukup atau tidak, tentu gaji Rp 300 ribu tidak cukup. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit apalagi keperluan pendidikan anak dan lainnya. Saya sempat ngeluh karena tak sesuai harapan. Tetapi pada akhirnya saya tetap bersyukur bisa mendapatkan uang dari bekerja sebagai petugas kebersihan,” ucapnya.

Baca Juga :  Waspada Aspal Licin

Setelah kurang lebih 6 tahun bekerja, Sunawar mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp 600 ribu di tahun 2008. Kemudian, setahun berselang upah yang didapatnya kembali naik menjadi Rp 900 ribu dan bertahan sampai saat ini. “Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga bekerja sampingan mengurus ternak sapi milik orang. Hasilnya tidak seberapa, tapi cukuplah untuk menambah kebutuhan keluarga,” lirihnya. Kedepan, Sunawar berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat memberikan perhatian lebih kepada petugas kebersihan seperti dirinya. Terutama menyangkut kesejahteraan dan jaminan kesehatan. Sebab, mereka sudah bekerja maksimal setiap hari untuk menjaga dan memastikan lingkungan masyarakat selalu bersih.  “Harapan saya agar gaji bisa ditambah dan menyesuaikan dengan kebutuhan hidup saat ini. Kemudian, kami juga mengharapkan adanya perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan. Termasuk juga menyediakan perlengkapan dan peralatan bagi petugas dilapangan,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/