alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Target Indeks Infrastruktur 70,47 Persen

 MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerjasama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) menggelar kegiatan worskhop di Gedung Mempawah Convention Center (MCC), Kamis (29/7) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH itu diikuti puluhan peserta. Workshop yang turut dihadiri Ketua Forum TJSP Kabupaten Mempawah, Drs H Ismail, MM itu, menghadirkan narasumber, Prof DR Eddy Suratman, SE, MA, kemudian DR M Rizal Taufikurahman dan Ir Suharman Noerman.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis. Selain sebagai media koordinasi untuk memperoleh pemahaman tentang TJSP/CSR, juga mendorong kontribusi kemitraan pelaku usaha dalam percepatan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat,” pendapat Erlina. Menurut Erlina, TJSP/CSR harus didasari pada komitmen dan sinergi semua pihak secara terus menerus dan berkelanjutan. Sehingga akan memberikan dampak positif dan manfaat bagi perusahaan serta stakeholder terkait. Termasuk pula mendorong perusahaan lain untuk melakukan kegiatan serupa hingga mampu membentuk masyarakat mandiri dan sejahtera.

Baca Juga :  Bupati Minta OPD Bertanggungjawab

“Pembangunan kawasan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Lebih dari itu, pentingnya peranan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat termasuk pelaku usaha. Karena, kehadiran pelaku usaha akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berdampak luas terhadap aspek sosial dan pemberdayaan lingkungan dalam konsep pembangunan dunia usaha secara berkelanjutan,” tuturnya.

Erlina mengungkapkan, pada periode tahun 2019-2024 Pemerintah Kabupaten Mempawah fokus pencapaian misi ke-3 yakni membangun infrastruktur publik yang memadai dan efektif secara merata. Artinya, Pemerintah Kabupaten Mempawah bertekad mempercepat penyediaan infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan, listrik, air bersih, penataan pelabuhan, menambah ruang terbuka hijau dan lainnya.

“Semua pembangunan tersebut diorientasikan untuk mendorong peningkatan kualitas pembangunan yang berkelanjutan dengan target indikator indeks infrastruktur tahun 2021 ini sebesar 70,47% serta indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 72,26%,” tegasnya. Terkait pembangunan tersebut, Erlina mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menentukan sejumlah strategis yang dianggap tepat untuk memaksimalkan realisasi program kerja pemerintah daerah di masyarakat.

Baca Juga :  Warga Dengar Puluhan Kali Suara Ledakan, Kios Bensin Ludes Terbakar

“Strategis Pemerintah Kabupaten Mempawah yakni melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur ke seluruh daerah dengan berpedoman pada 4 arah kebijakan. Pertama, meningkatan cakupan dan kualitas layanan transportasi khususnya ke sentra-sentra produksi dan daerah tertinggal/terpencil,” sebutnya. “Kedua, meningkatan cakupan dan kualitas layanan iar bersih. Ketiga, meningkatan pembangunan irigasi pertanian dan Ke empat, meningkatkan konektivitas anatar desa dan kecamatan,” timpalnya menjabarkan.

Karena itu, imbuh Erlina, Pemerintah Kabupaten Mempawah memandang pentingnya peran dan kontribusi dunia usaha agar mampu memberikan sumbangsih dalam rangka mencapai misi pembangunan serta mewujudkan visi Kabupaten Mempawah yakni menjadikan Kabupaten Mempawah cerdas, mandiri dan terdepan. “Kepada seluruh peserta workshop TJSP/CSR Kabupaten Mempawah agar menyimak dan menyerap berbagai ilmu dan informasi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan ini. Sebab, hal itu sangat penting dan bermanfaat untuk memacu pembangunan dunia usaha di masa mendatang,” pungkasnya.(wah)

 MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerjasama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) menggelar kegiatan worskhop di Gedung Mempawah Convention Center (MCC), Kamis (29/7) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH itu diikuti puluhan peserta. Workshop yang turut dihadiri Ketua Forum TJSP Kabupaten Mempawah, Drs H Ismail, MM itu, menghadirkan narasumber, Prof DR Eddy Suratman, SE, MA, kemudian DR M Rizal Taufikurahman dan Ir Suharman Noerman.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis. Selain sebagai media koordinasi untuk memperoleh pemahaman tentang TJSP/CSR, juga mendorong kontribusi kemitraan pelaku usaha dalam percepatan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat,” pendapat Erlina. Menurut Erlina, TJSP/CSR harus didasari pada komitmen dan sinergi semua pihak secara terus menerus dan berkelanjutan. Sehingga akan memberikan dampak positif dan manfaat bagi perusahaan serta stakeholder terkait. Termasuk pula mendorong perusahaan lain untuk melakukan kegiatan serupa hingga mampu membentuk masyarakat mandiri dan sejahtera.

Baca Juga :  Mempawah Kucurkan Rp 11,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19

“Pembangunan kawasan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Lebih dari itu, pentingnya peranan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat termasuk pelaku usaha. Karena, kehadiran pelaku usaha akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berdampak luas terhadap aspek sosial dan pemberdayaan lingkungan dalam konsep pembangunan dunia usaha secara berkelanjutan,” tuturnya.

Erlina mengungkapkan, pada periode tahun 2019-2024 Pemerintah Kabupaten Mempawah fokus pencapaian misi ke-3 yakni membangun infrastruktur publik yang memadai dan efektif secara merata. Artinya, Pemerintah Kabupaten Mempawah bertekad mempercepat penyediaan infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan, listrik, air bersih, penataan pelabuhan, menambah ruang terbuka hijau dan lainnya.

“Semua pembangunan tersebut diorientasikan untuk mendorong peningkatan kualitas pembangunan yang berkelanjutan dengan target indikator indeks infrastruktur tahun 2021 ini sebesar 70,47% serta indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 72,26%,” tegasnya. Terkait pembangunan tersebut, Erlina mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menentukan sejumlah strategis yang dianggap tepat untuk memaksimalkan realisasi program kerja pemerintah daerah di masyarakat.

Baca Juga :  Siap Terapkan PPKM Mikro

“Strategis Pemerintah Kabupaten Mempawah yakni melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur ke seluruh daerah dengan berpedoman pada 4 arah kebijakan. Pertama, meningkatan cakupan dan kualitas layanan transportasi khususnya ke sentra-sentra produksi dan daerah tertinggal/terpencil,” sebutnya. “Kedua, meningkatan cakupan dan kualitas layanan iar bersih. Ketiga, meningkatan pembangunan irigasi pertanian dan Ke empat, meningkatkan konektivitas anatar desa dan kecamatan,” timpalnya menjabarkan.

Karena itu, imbuh Erlina, Pemerintah Kabupaten Mempawah memandang pentingnya peran dan kontribusi dunia usaha agar mampu memberikan sumbangsih dalam rangka mencapai misi pembangunan serta mewujudkan visi Kabupaten Mempawah yakni menjadikan Kabupaten Mempawah cerdas, mandiri dan terdepan. “Kepada seluruh peserta workshop TJSP/CSR Kabupaten Mempawah agar menyimak dan menyerap berbagai ilmu dan informasi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan ini. Sebab, hal itu sangat penting dan bermanfaat untuk memacu pembangunan dunia usaha di masa mendatang,” pungkasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/