alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Pelanggar Langsung Disanksi

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar apel siaga penegakan disiplin Peraturan Bupati (Perbup) nomor 50 tahun 2020, Selasa (29/9) pagi di Taman Terminal Mempawah. Apel yang diikuti puluhan petugas gabungan itu dipimpin Bupati Mempawah, Erlina.

Apel siaga turut diikuti jajaran Muspida, Kepala OPD, Camat, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Mempawah, Dishub Mempawah, BPBD Mempawah, TNI/Polri dan Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Agama di Kota Mempawah.

“Beberapa waktu lalu, kita sudah melaksanakan sosialisasi Perbup nomor 50 tahun 2020 di masyarakat. Maka, saat ini kita menilai sudah waktunya untuk menerapkan penegakan hukum terhadap aturan tersebut di masyarakat,” kata Erlina.

Erlina menjelaskan, lahirnya Perbup nomor 50 tahun 2020 dilatarbelakangi persiapan memasuki fase kenormalan baru di masyarakat. Agar, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dan rutinitasnya ditengah pandemi Covid-19.

“Tujuan utamanya untuk membiasakan masyarakat dalam menerapkan protap kesehatan Covid-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan hindari keramaian,” sebutnya.

Sebab, imbuh dia, penerapan protokol kesehatan sangat penting dalam upaya mengantisipasi dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di masyarakat. Karenanya, dia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat mematuhi dan disiplin melaksanakan protap kesehatan.

Baca Juga :  Sungai Mempawah Meluap, Tiga Desa Terendam

“Tidak ada satu orang pun yang kebal terhadap virus corona. Makanya, kita harus melakukan langkah antisipasi guna melindungi masyarakat dari potensi penularan dengan memperketat penerapan protap kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, Erlina memandang pentingnya penegakan disiplin Perbup nomor 50 tahun 2020 di masyarakat Kabupaten Mempawah. Agar, masyarakat lebih patuh dan dapat menerapkan aturan ini dengan maksimal.

“Dalam Perbup nomor 50 tahun 2020 telah mengatur tentang sanksi terhadap masyarakat yang melanggar ketentuan ini. Mulai dari sanksi perorangan, pengelola tempat usaha hingga ASN,” ujarnya.

Khusus perorangan, ungkap Erlina, masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker akan dikenakan sanksi mulai dari teguran, tertulis, kerja sosial, denda Rp100 ribu hingga sanksi swab dan karantina mandiri.

“Namun, dalam penindakan di lapangan kita tidak lagi memakai sanksi teguran dan tertulis. Sebab, kita sudah melakukan sosialisasi diseluruh lingkungan masyarakat sejak awal September lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  APKASI Temui Menteri ATR

Maka, sambung Erlina, petugas akan melakukan sanksi tegas kepada masyarakat pelanggar Perbup nomor 50 tahun 2020. Yakni berupa sanksi kerja sosial, atau denda Rp 100 ribu hingga swab ditempat.

“Untuk itu, sangat penting kita laksanakan apel siaga ini sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memberlakukan Perbup nomor 50 tahun 2020. Dan para pelanggar akan kita kenakan sanksi,” tegasnya lagi.

Sesuai pasal 7 Perbup 50 tahun 2020 tentang sanksi, perorangan akan dijerat sanksi teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda administrative sebesar Rp 100 ribu serta dilakukan swab dan wajib karantina hingga hasil swab diumumkan.

Pelaku usaha, sanksi denda administrasi sebesar Rp 1 juta, penutupan sementara tempat usaha, pencabutan izin usaha serta apabila terjadi kluster Covid-19 dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh si penanggungjawab kegiatan.

Terakhir, sanksi bagi ASN yang melanggar protap Covid-19 akan dikenakan pemotongan uang tambahan penghasilan (TP) sebesar lima persen.(wah)

 

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar apel siaga penegakan disiplin Peraturan Bupati (Perbup) nomor 50 tahun 2020, Selasa (29/9) pagi di Taman Terminal Mempawah. Apel yang diikuti puluhan petugas gabungan itu dipimpin Bupati Mempawah, Erlina.

Apel siaga turut diikuti jajaran Muspida, Kepala OPD, Camat, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Mempawah, Dishub Mempawah, BPBD Mempawah, TNI/Polri dan Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Agama di Kota Mempawah.

“Beberapa waktu lalu, kita sudah melaksanakan sosialisasi Perbup nomor 50 tahun 2020 di masyarakat. Maka, saat ini kita menilai sudah waktunya untuk menerapkan penegakan hukum terhadap aturan tersebut di masyarakat,” kata Erlina.

Erlina menjelaskan, lahirnya Perbup nomor 50 tahun 2020 dilatarbelakangi persiapan memasuki fase kenormalan baru di masyarakat. Agar, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dan rutinitasnya ditengah pandemi Covid-19.

“Tujuan utamanya untuk membiasakan masyarakat dalam menerapkan protap kesehatan Covid-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan hindari keramaian,” sebutnya.

Sebab, imbuh dia, penerapan protokol kesehatan sangat penting dalam upaya mengantisipasi dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di masyarakat. Karenanya, dia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat mematuhi dan disiplin melaksanakan protap kesehatan.

Baca Juga :  Terminal Kijing Beroperasi Tahun Ini

“Tidak ada satu orang pun yang kebal terhadap virus corona. Makanya, kita harus melakukan langkah antisipasi guna melindungi masyarakat dari potensi penularan dengan memperketat penerapan protap kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, Erlina memandang pentingnya penegakan disiplin Perbup nomor 50 tahun 2020 di masyarakat Kabupaten Mempawah. Agar, masyarakat lebih patuh dan dapat menerapkan aturan ini dengan maksimal.

“Dalam Perbup nomor 50 tahun 2020 telah mengatur tentang sanksi terhadap masyarakat yang melanggar ketentuan ini. Mulai dari sanksi perorangan, pengelola tempat usaha hingga ASN,” ujarnya.

Khusus perorangan, ungkap Erlina, masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker akan dikenakan sanksi mulai dari teguran, tertulis, kerja sosial, denda Rp100 ribu hingga sanksi swab dan karantina mandiri.

“Namun, dalam penindakan di lapangan kita tidak lagi memakai sanksi teguran dan tertulis. Sebab, kita sudah melakukan sosialisasi diseluruh lingkungan masyarakat sejak awal September lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  OSS Belum Dipahami Pelaku Usaha

Maka, sambung Erlina, petugas akan melakukan sanksi tegas kepada masyarakat pelanggar Perbup nomor 50 tahun 2020. Yakni berupa sanksi kerja sosial, atau denda Rp 100 ribu hingga swab ditempat.

“Untuk itu, sangat penting kita laksanakan apel siaga ini sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memberlakukan Perbup nomor 50 tahun 2020. Dan para pelanggar akan kita kenakan sanksi,” tegasnya lagi.

Sesuai pasal 7 Perbup 50 tahun 2020 tentang sanksi, perorangan akan dijerat sanksi teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 15 menit, denda administrative sebesar Rp 100 ribu serta dilakukan swab dan wajib karantina hingga hasil swab diumumkan.

Pelaku usaha, sanksi denda administrasi sebesar Rp 1 juta, penutupan sementara tempat usaha, pencabutan izin usaha serta apabila terjadi kluster Covid-19 dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh si penanggungjawab kegiatan.

Terakhir, sanksi bagi ASN yang melanggar protap Covid-19 akan dikenakan pemotongan uang tambahan penghasilan (TP) sebesar lima persen.(wah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/