alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Sintete Siap Menjadi Pelabuhan Singgah Tol Laut

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas terus mendorong agar Pelabuhan Sintete masuk menjadi salah satu Pelabuhan Singgah Tol Laut di Kementerian Perhubungan di Tahun Anggaran 2023. Pasalnya, sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI Nomor KP-DJPL 8 Tahun 2022, belum masuk dalam jaringan trayek penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut TA 2022.

Namun demikian, Kemenhub sudah merencanakan, adanya penambahan Pelabuhan Singgah Tol Laut di TA 2023 sebanyak 26 titik,  dimana hal ini sesuai dengan usulan dari beberapa pemerintah daerah, yang diantaranya di Kalimantan Barat.

Bupati Sambas,  Satono mengatakan hasil audiensi dengan Dirjen Kemenhub RI baru-baru ini, Pemkab Sambas diminta memfasilitasi melalui kebijakan dan program strategis lainnya, dalam upaya rencana pelabuhan singgah tol laut kedepannya.  “Kami di Pemkab Sambas sangat mendukung dan berharap ada rute tol laut di Sintete. Ini sudah lama ingin saya dorong di Dirjen Kemenhub RI, supaya ada peningkatan taraf ekonomi masyarakat Sambas yang berkaitan dengan transportasi laut,” katanya.

Baca Juga :  Satono Ingin Wujudkan Bandara di Paloh

Pihaknya, akan berkomitmen mendukung pembentukan pelabuhan singgah tol laut tersebut dengan segala kebijakan yang ada. Asalkan tidak merugikan masyarakat dan punya dampak positif di bidang pembangunan. “Sambas punya potensi yang besar di bidang transportasi laut. Ada pelabuhan Sintete, lengkap dengan Bea Cukai dan instansi pendukung lainnya. Artinya secara kesiapan, siap dijadikan pelabuhan singgah Tol Laut. Makin banyak program pusat yang diturunkan ke Sambas maka semakin baik,” katanya.

Belum lama ini, Bupati Sambas memimpin rombongan Pemkab Sambas saat beraudiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (29/7). “Audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut Pemkab Sambas atas hasil rapat koordinasi tim survei rencana rute tol laut dengan KSOP Sintete, BPTD IV, PT Pelindo, PT Pelni dan PT ASDP pada 22 Juli 2022 kemarin,” kata Bupati Satono.

Baca Juga :  Yuliansyah Dilantik di Gedung Kemendikbud Ristek

Dalam audiensi ke Jakarta, turut hadir juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yayan Kurniawan, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Perlu diketahui sesuai SK Dirjen Perhubungan Laut No KP-DJPL 8 Tahun 2022, Tentang perubahan pertama atas SK Dirjen Perhubungan Laut No KP.998/DJPL/2-21 tentang Penetapan Jaringan Trayek Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2022, menetapkan 34 pangkalan pelabuhan masuk dalam rute tol laut. Sementara di 2023, direncanakan adanya penambahan 16 titik sesuai usulan dari pemda se Indonesia. (fah)

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas terus mendorong agar Pelabuhan Sintete masuk menjadi salah satu Pelabuhan Singgah Tol Laut di Kementerian Perhubungan di Tahun Anggaran 2023. Pasalnya, sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI Nomor KP-DJPL 8 Tahun 2022, belum masuk dalam jaringan trayek penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut TA 2022.

Namun demikian, Kemenhub sudah merencanakan, adanya penambahan Pelabuhan Singgah Tol Laut di TA 2023 sebanyak 26 titik,  dimana hal ini sesuai dengan usulan dari beberapa pemerintah daerah, yang diantaranya di Kalimantan Barat.

Bupati Sambas,  Satono mengatakan hasil audiensi dengan Dirjen Kemenhub RI baru-baru ini, Pemkab Sambas diminta memfasilitasi melalui kebijakan dan program strategis lainnya, dalam upaya rencana pelabuhan singgah tol laut kedepannya.  “Kami di Pemkab Sambas sangat mendukung dan berharap ada rute tol laut di Sintete. Ini sudah lama ingin saya dorong di Dirjen Kemenhub RI, supaya ada peningkatan taraf ekonomi masyarakat Sambas yang berkaitan dengan transportasi laut,” katanya.

Baca Juga :  Upaya Jaga Habitat Penyu, Tak Konsumsi Telurnya

Pihaknya, akan berkomitmen mendukung pembentukan pelabuhan singgah tol laut tersebut dengan segala kebijakan yang ada. Asalkan tidak merugikan masyarakat dan punya dampak positif di bidang pembangunan. “Sambas punya potensi yang besar di bidang transportasi laut. Ada pelabuhan Sintete, lengkap dengan Bea Cukai dan instansi pendukung lainnya. Artinya secara kesiapan, siap dijadikan pelabuhan singgah Tol Laut. Makin banyak program pusat yang diturunkan ke Sambas maka semakin baik,” katanya.

Belum lama ini, Bupati Sambas memimpin rombongan Pemkab Sambas saat beraudiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (29/7). “Audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut Pemkab Sambas atas hasil rapat koordinasi tim survei rencana rute tol laut dengan KSOP Sintete, BPTD IV, PT Pelindo, PT Pelni dan PT ASDP pada 22 Juli 2022 kemarin,” kata Bupati Satono.

Baca Juga :  Lepasliarkan 300 Tukik di Pantai Paloh

Dalam audiensi ke Jakarta, turut hadir juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yayan Kurniawan, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Perlu diketahui sesuai SK Dirjen Perhubungan Laut No KP-DJPL 8 Tahun 2022, Tentang perubahan pertama atas SK Dirjen Perhubungan Laut No KP.998/DJPL/2-21 tentang Penetapan Jaringan Trayek Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2022, menetapkan 34 pangkalan pelabuhan masuk dalam rute tol laut. Sementara di 2023, direncanakan adanya penambahan 16 titik sesuai usulan dari pemda se Indonesia. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/