alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Atbah jadi yang Pertama Divaksin

Usai Vaksin, Berkunjung ke Puskesmas

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menjadi orang pertama di Kabupaten Sambas yang menerima vaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin perdana tersebut dilaksanakan saat pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sambas, Selasa (2/2) yang digelar di Aula Kantor Bupati Sambas.

Setelah Bupati, dalam kesempatan tersebut juga ikut divaksin Kapolres AKBP Robertus B Herry AP, Wakil Bupati Hairiah, Dandim 1208 SBS, Wakil Ketua DPRD Arifidiar, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan PN Sambas, perwakilan Kejari Sambas, Danyonif 645 Gardatama Yudha, sejumlah pimpinan organisasi profesi, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Sambas.

Pihak yang akan divaksin, termasuk Bupati, terlebih dahulu mendaftar di meja pertama. Berikutnya mereka akan pindah ke meja kedua untuk diskrining. Proses diawali dengan menjawab sejumlah pertanyaan berkaitan riwayat kesehatan. Selanjutnya petugas akan memeriksa kesehatan, mulai dari tensi darah, gula darah, serta pemeriksaan darah. Jika tak memenuhi syarat, maka batal disuntik vaksin.

Bupati hampir saja batal divaksin, dikarenakan pada pemeriksaan pertama tekanan darahnya sedang tinggi. Namun Bupati disarankan untuk beristirahat sejenak untuk diperiksa lagi. Begitu juga dengan Wakil Bupati Sambas, sempat juga diminta untuk beristirahat sebentar untuk menurunkan tensi darah. Namun di pengecekan kedua, kedua pemimpin daerah tersebut layak untuk menerima vaksin.

Pemeriksaan yang sama juga dialami Kapolres, Dandim, serta Wakil Ketua DPRD. Hasilnya, di pemeriksaan pertama mereka dinyatakan layak menerima suntikan vaksin.

Baca Juga :  Lansia Jangan Ragu Divaksin

Setelah mendapatkan suntik vaksin, mereka diminta untuk memasuki ruang observasi selama 30 menit, apakah pusing atau mengalami gejala lain? Jika tak mengalami efek apa-apa, selanjutnya akan diberikan kartu sudah menerima suntikan vaksin.

Bupati Atbah Romin Suhaili menyebutkan, setelah divaksin, tak merasakan apa-apa, termasuk ketika suntikan vaksin dilakukan. “Memang tidak terasa apa-apa, mungkin yang menyuntik sudah berpengalaman, jadi tak terasa sakitnya. Setelah setengah jam juga tidak apa-apa. Jadi saya pastikan vaksin aman dan tidak sakit,” kata Bupati.

Vaksinasi, dijelaskan Bupati, bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Vaksin merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid, namun protokol kesehatan selalu diterapkan walau sudah menerima vaksin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Atbah menyebutkan di gelombang pertama, yang divaksin nanti merupakan tenaga kesehatan. Setelah itu atau di gelombang berikutnya, masyarakat secara acak, menurut dia, akan menyesuaikan jumlah vaksin yang ada, sehingga akan disuntik vaksin. “Jika ada program vaksin ke masyarakat harus bisa bersedia, karena lebih baik divaksin dari pada terkena virus. Namun apapun itu, mereka yang bisa divaksin terlebih dahulu dicek kesehatan, jika dinyatakan layak maka akan disuntik vaksin,” katanya.

Wakil Bupati Hairiah menjadi perempuan pertama di Kabupaten Sambas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Dirinya mengharapkan kepada masyarakat, terutama kaum perempuan, bersedia divaksin, jika vaksinasi dilakukan lagi. Dirinya pun menyebutkan saat dan setelah disuntik vaksin tak merasakan apapun.

Baca Juga :  4500 Masker Dibagikan Ke Masyarakat

“Tak terasa saat divaksin, jadi kepada masyarakat tak perlu khawatir jika akan divaksin,” kata Hairiah.

Kapolres AKBP Robertus B Herry mengatakan kepada masyarakat Kabupaten Sambas, tak mudah terpengaruh kabar hoaks di media sosial terkait dengan vaksinasi. Sehingga, harapan dia, tak perlu ragu-ragu jika ada program vaksinasi.

“Rasanya seperti terima suntik biasa. Namun terpenting, jika sudah divaksin bagaimana menjag keluarga atau pun orang-orang terdekat saya. Terlebih saya sering beraktivitas di luar rumah. Jadi pemikiran yang pertama, ikut vaksin adalah bagaimana melindungi keluar, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Fatah Maryunani, menyatakan setelah Bupati secara resmi membuka pelaksanaan vaksinasi, akan dilanjutkan ke sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Sambas. “Setelah acara pencanangan ini, vaksinasi untuk tenaga kesehatan selanjutnya akan dilaksanakan, yakni di sejumlah puskesmas yang ada,” kata Fatah.

Puskesmas yang sudah menerima distribusi vaksin, menurut dia, akan memulai juga vaksinasi kemarin (2/2), yakni di Puskesmas Sambas, Sajad, Semberang, Sejangkung, Sebawi, Tebas, Semparuk, dan Pemangkat. “Puskesmas lainnya, akan melaksanakan menyusul,” katanya. (fah)

Usai Vaksin, Berkunjung ke Puskesmas

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menjadi orang pertama di Kabupaten Sambas yang menerima vaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin perdana tersebut dilaksanakan saat pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sambas, Selasa (2/2) yang digelar di Aula Kantor Bupati Sambas.

Setelah Bupati, dalam kesempatan tersebut juga ikut divaksin Kapolres AKBP Robertus B Herry AP, Wakil Bupati Hairiah, Dandim 1208 SBS, Wakil Ketua DPRD Arifidiar, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan PN Sambas, perwakilan Kejari Sambas, Danyonif 645 Gardatama Yudha, sejumlah pimpinan organisasi profesi, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Sambas.

Pihak yang akan divaksin, termasuk Bupati, terlebih dahulu mendaftar di meja pertama. Berikutnya mereka akan pindah ke meja kedua untuk diskrining. Proses diawali dengan menjawab sejumlah pertanyaan berkaitan riwayat kesehatan. Selanjutnya petugas akan memeriksa kesehatan, mulai dari tensi darah, gula darah, serta pemeriksaan darah. Jika tak memenuhi syarat, maka batal disuntik vaksin.

Bupati hampir saja batal divaksin, dikarenakan pada pemeriksaan pertama tekanan darahnya sedang tinggi. Namun Bupati disarankan untuk beristirahat sejenak untuk diperiksa lagi. Begitu juga dengan Wakil Bupati Sambas, sempat juga diminta untuk beristirahat sebentar untuk menurunkan tensi darah. Namun di pengecekan kedua, kedua pemimpin daerah tersebut layak untuk menerima vaksin.

Pemeriksaan yang sama juga dialami Kapolres, Dandim, serta Wakil Ketua DPRD. Hasilnya, di pemeriksaan pertama mereka dinyatakan layak menerima suntikan vaksin.

Baca Juga :  Hakli Sambas Dukung Sanitasi Lingkungan

Setelah mendapatkan suntik vaksin, mereka diminta untuk memasuki ruang observasi selama 30 menit, apakah pusing atau mengalami gejala lain? Jika tak mengalami efek apa-apa, selanjutnya akan diberikan kartu sudah menerima suntikan vaksin.

Bupati Atbah Romin Suhaili menyebutkan, setelah divaksin, tak merasakan apa-apa, termasuk ketika suntikan vaksin dilakukan. “Memang tidak terasa apa-apa, mungkin yang menyuntik sudah berpengalaman, jadi tak terasa sakitnya. Setelah setengah jam juga tidak apa-apa. Jadi saya pastikan vaksin aman dan tidak sakit,” kata Bupati.

Vaksinasi, dijelaskan Bupati, bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Vaksin merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid, namun protokol kesehatan selalu diterapkan walau sudah menerima vaksin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Atbah menyebutkan di gelombang pertama, yang divaksin nanti merupakan tenaga kesehatan. Setelah itu atau di gelombang berikutnya, masyarakat secara acak, menurut dia, akan menyesuaikan jumlah vaksin yang ada, sehingga akan disuntik vaksin. “Jika ada program vaksin ke masyarakat harus bisa bersedia, karena lebih baik divaksin dari pada terkena virus. Namun apapun itu, mereka yang bisa divaksin terlebih dahulu dicek kesehatan, jika dinyatakan layak maka akan disuntik vaksin,” katanya.

Wakil Bupati Hairiah menjadi perempuan pertama di Kabupaten Sambas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Dirinya mengharapkan kepada masyarakat, terutama kaum perempuan, bersedia divaksin, jika vaksinasi dilakukan lagi. Dirinya pun menyebutkan saat dan setelah disuntik vaksin tak merasakan apapun.

Baca Juga :  Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

“Tak terasa saat divaksin, jadi kepada masyarakat tak perlu khawatir jika akan divaksin,” kata Hairiah.

Kapolres AKBP Robertus B Herry mengatakan kepada masyarakat Kabupaten Sambas, tak mudah terpengaruh kabar hoaks di media sosial terkait dengan vaksinasi. Sehingga, harapan dia, tak perlu ragu-ragu jika ada program vaksinasi.

“Rasanya seperti terima suntik biasa. Namun terpenting, jika sudah divaksin bagaimana menjag keluarga atau pun orang-orang terdekat saya. Terlebih saya sering beraktivitas di luar rumah. Jadi pemikiran yang pertama, ikut vaksin adalah bagaimana melindungi keluar, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Fatah Maryunani, menyatakan setelah Bupati secara resmi membuka pelaksanaan vaksinasi, akan dilanjutkan ke sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Sambas. “Setelah acara pencanangan ini, vaksinasi untuk tenaga kesehatan selanjutnya akan dilaksanakan, yakni di sejumlah puskesmas yang ada,” kata Fatah.

Puskesmas yang sudah menerima distribusi vaksin, menurut dia, akan memulai juga vaksinasi kemarin (2/2), yakni di Puskesmas Sambas, Sajad, Semberang, Sejangkung, Sebawi, Tebas, Semparuk, dan Pemangkat. “Puskesmas lainnya, akan melaksanakan menyusul,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/