alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Karhutla di Sambas Meluas

SAMBAS – Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kabupaten Sambas meluas. Bahkan peristiwa tersebut sudah terjadi di lahan lintas kecamatan yang luasannya berkisar 200 Hektare.

“Kami dari Polres Sambas, bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah desa, bersama masyarakat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP, Selasa (2/3).

Kebakaran lahan yang terjadi pada Selasa (2/3) melanda kurang lebih 200 hektare lahan yang itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Tebas, Semparuk serta Selakau. “Kebakaran lahan yang terjadi berada di tiga kecamatan, dan kami mencoba melakukan pemadaman di lahan sekitar beberapa haktare agar tak meluas,” katanya.

Mengenai penyebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan, namun karena ini lahan gambut, bara api didalam bisa saja cepat merambat dari titik lain. “Diluasan lahan yang terbakar, tak ada aktivitas pembukaan ladang atau perkebunan, sehingga kalau unsur kesengajaan dibakar, kemungkinan tak ada,” katanya.

Baca Juga :  Warga Belum Mengungsi

Kapolres Sambas menyebutkan sesuai data yang ada, di seluruh wilayah Kabupaten Sambas terdapat 22 hotspot. Pihaknya bersama TNI, Polsek, Manggala Agni dan unsur pemerintah desa turun melakukan upaya pengecekan. “Kalau di Sambas data terbaru ada 22 hotspot, kami melalui Polsek jajaran dan Manggala Agni, TNI serta pemerintah desa melakukan pengecekan,” katanya.

 

Dikesempatan tersebut, Kapolres Sambas mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta melakukan sosialisasi edukasi untuk tak lakukan pembakaran lahan. “Tolong jangan membuka lahan dengan cara membakar, terutama di lahan gambut. Dan kami dari pihak kepolisian akan melakukan upaya hukum jika ada yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” katanya.

Baca Juga :  Mukti Group Dukung Wujudkan Desa Mandiri yang Bebas dari Penceman Lingkungan

 

Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han mengatakan semua pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk di Kabupaten Sambas, hal ini dalam upaya bersama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Di Kabupaten Sambas, sudah ditemukan hotspot,” katanya. Dandim mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk bersama-sama dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Sambas. “Melalui upaya bersama, kejadian karhutla bisa diantisipasi, agar di Kabupaten Sambas tak ada karhutla,” katanya. Karena jika terjadi kebakaran lahan dan hutan, akan memberikan dampak kerugian yang luar biasa, baik itu material, kesehatan hingga matinya ekosistem yang ada di area tersebut.(fah)

SAMBAS – Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kabupaten Sambas meluas. Bahkan peristiwa tersebut sudah terjadi di lahan lintas kecamatan yang luasannya berkisar 200 Hektare.

“Kami dari Polres Sambas, bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah desa, bersama masyarakat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP, Selasa (2/3).

Kebakaran lahan yang terjadi pada Selasa (2/3) melanda kurang lebih 200 hektare lahan yang itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Tebas, Semparuk serta Selakau. “Kebakaran lahan yang terjadi berada di tiga kecamatan, dan kami mencoba melakukan pemadaman di lahan sekitar beberapa haktare agar tak meluas,” katanya.

Mengenai penyebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan, namun karena ini lahan gambut, bara api didalam bisa saja cepat merambat dari titik lain. “Diluasan lahan yang terbakar, tak ada aktivitas pembukaan ladang atau perkebunan, sehingga kalau unsur kesengajaan dibakar, kemungkinan tak ada,” katanya.

Baca Juga :  Sukseskan Gerakan Literasi Nasional

Kapolres Sambas menyebutkan sesuai data yang ada, di seluruh wilayah Kabupaten Sambas terdapat 22 hotspot. Pihaknya bersama TNI, Polsek, Manggala Agni dan unsur pemerintah desa turun melakukan upaya pengecekan. “Kalau di Sambas data terbaru ada 22 hotspot, kami melalui Polsek jajaran dan Manggala Agni, TNI serta pemerintah desa melakukan pengecekan,” katanya.

 

Dikesempatan tersebut, Kapolres Sambas mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta melakukan sosialisasi edukasi untuk tak lakukan pembakaran lahan. “Tolong jangan membuka lahan dengan cara membakar, terutama di lahan gambut. Dan kami dari pihak kepolisian akan melakukan upaya hukum jika ada yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” katanya.

Baca Juga :  Guru Dituntut Kreatif Saat PJJ

 

Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han mengatakan semua pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk di Kabupaten Sambas, hal ini dalam upaya bersama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Di Kabupaten Sambas, sudah ditemukan hotspot,” katanya. Dandim mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk bersama-sama dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Sambas. “Melalui upaya bersama, kejadian karhutla bisa diantisipasi, agar di Kabupaten Sambas tak ada karhutla,” katanya. Karena jika terjadi kebakaran lahan dan hutan, akan memberikan dampak kerugian yang luar biasa, baik itu material, kesehatan hingga matinya ekosistem yang ada di area tersebut.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/