alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

PLBN Aruk Waspadai Virus Wuhan

Siagakan Alat Deteksi

SAMBAS – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH mengatakan semua pihak harus waspada terkait dengan wabah virus corona. “Meski sampai saat ini, masih terbebas dari corona atau virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. Tapi kewaspadaan harus dilakukan,” kata Politisi Golkar ini, Senin (3/2).

Terlebih, menurut Haji Dedek sapaan akrabnya, Sambas merupakan kabupaten yang memiliki pintu batas antar negara. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kesehatan, sudah menyiapkan langkah antisipasi.

“Perlu ada pemeriksaan yang intensif di pintu masuk Sambas yang dilakukan, terlebih yang pulang dari negara yang sudah terdeteksi terkena virus tersebut,” katanya. Demikian juga dengan langkah-langkah evakuasi atau rujukan jika didapati atau dicurigai virus corona, juga dipersiapkan.

Begitu juga, edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pencegahan virus ini, harus juga digencarkan. “Masyarakat harus diedukasi berkaitan dengan cara menghindari penyebaran virus ini,” katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc sudah membuat surat edaran menyikapi virus corona yang mewabah pertama kali di Wuhan China. Diantaranya agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas bersama jajarannya, mengedukasi seluruh masyarakat hingga lapisan dusun dan RT, agar memahami cara bagaimana cara mengantisipasi atau menghindari

Baca Juga :  Lantik 12 Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kubu Raya

penyebaran virus corona.

“Seluruh lapisan masyarakat harus teredukasi, harus diberikan pengetahuan dan pemahaman berkaitan dengan penyakit ini. Sosialisasi diharapkan sampai menyentuh lapisan masyarakat di tingkat RT atau dusun,” kata Atbah.

Berikutnya, karena Sambas memiliki pintu perbatasan antar negara. Bupati juga sudah meminta kepada Dinas Kesehatan Sambas untuk berkoordinasi dengan stakeholder di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan. Guna siap mengantisipasi atau mendeteksi keluar masuk pelintas maupun barang. “Dinas Kesehatan Sambas berkoordinasi dengan

semua stakeholder di PLBN Aruk, stand by kalau perlu 24 jam, petugas disiagakan, dokter, perawat, dan termasuk alat pendeteksi harus disiapkan di pintu masuk antar negara,” katanya.

Kemudian persiapkan langkah yang akan dilakukan, jika ada kasus tersebut terdeteksi. “Harus juga dipersiapkan, bagaimana, mau dibawa kemana jika ada kasus yang terdeteksi,” katanya. Selanjutnya, merespons apa yang disampaikan Gubernur Kalimantan Barat yang sudah mengeluarkan larangan turis dari China masuk. “Kami akan respon apa yang disampaikan Gubernur Kalbar, yakni pelarangan sementara turis

Baca Juga :  Dampak Covid-19, Relawan Bergerak Bagikan Sembako Bagi Masyarakat Tak Mampu

China masuk ke Sambas melalui pintu manapun. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, misalnya imigrasi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji juga merespon cepat keputusan pemerintah pusat soal antisipasi masuknya virus corona ke Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Sutarmidji sudah menginstruksikan kepada pihak terkait melakukan pengawasan ketat terhadap keluar masuk orang dari negara yang sudah memiliki kasus virus corona. Menjalankan keputusan pemerintah yang untuk sementara melarang masuknya turis dari negeri China. Tak memperbolehkan pekerja asing di Kalbar untuk kembali ke negara mereka yang sudah terjadi kasus virus corona. Bagi pekerja asing yang bekerja di Kalbar dan saat ini kembali ke negara mereka yang memiliki kasus virus corona, untuk sementara tidak boleh kembali ke Kalbar. Menganjurkan kepada warga Kalbar agar tidak berkunjung ke negara yang terjadi kasus virus corona. (fah)

Siagakan Alat Deteksi

SAMBAS – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH mengatakan semua pihak harus waspada terkait dengan wabah virus corona. “Meski sampai saat ini, masih terbebas dari corona atau virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. Tapi kewaspadaan harus dilakukan,” kata Politisi Golkar ini, Senin (3/2).

Terlebih, menurut Haji Dedek sapaan akrabnya, Sambas merupakan kabupaten yang memiliki pintu batas antar negara. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kesehatan, sudah menyiapkan langkah antisipasi.

“Perlu ada pemeriksaan yang intensif di pintu masuk Sambas yang dilakukan, terlebih yang pulang dari negara yang sudah terdeteksi terkena virus tersebut,” katanya. Demikian juga dengan langkah-langkah evakuasi atau rujukan jika didapati atau dicurigai virus corona, juga dipersiapkan.

Begitu juga, edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pencegahan virus ini, harus juga digencarkan. “Masyarakat harus diedukasi berkaitan dengan cara menghindari penyebaran virus ini,” katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc sudah membuat surat edaran menyikapi virus corona yang mewabah pertama kali di Wuhan China. Diantaranya agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas bersama jajarannya, mengedukasi seluruh masyarakat hingga lapisan dusun dan RT, agar memahami cara bagaimana cara mengantisipasi atau menghindari

Baca Juga :  Bentuk Tim GTRA, Tindaklanjuti Instruksi Presiden

penyebaran virus corona.

“Seluruh lapisan masyarakat harus teredukasi, harus diberikan pengetahuan dan pemahaman berkaitan dengan penyakit ini. Sosialisasi diharapkan sampai menyentuh lapisan masyarakat di tingkat RT atau dusun,” kata Atbah.

Berikutnya, karena Sambas memiliki pintu perbatasan antar negara. Bupati juga sudah meminta kepada Dinas Kesehatan Sambas untuk berkoordinasi dengan stakeholder di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan. Guna siap mengantisipasi atau mendeteksi keluar masuk pelintas maupun barang. “Dinas Kesehatan Sambas berkoordinasi dengan

semua stakeholder di PLBN Aruk, stand by kalau perlu 24 jam, petugas disiagakan, dokter, perawat, dan termasuk alat pendeteksi harus disiapkan di pintu masuk antar negara,” katanya.

Kemudian persiapkan langkah yang akan dilakukan, jika ada kasus tersebut terdeteksi. “Harus juga dipersiapkan, bagaimana, mau dibawa kemana jika ada kasus yang terdeteksi,” katanya. Selanjutnya, merespons apa yang disampaikan Gubernur Kalimantan Barat yang sudah mengeluarkan larangan turis dari China masuk. “Kami akan respon apa yang disampaikan Gubernur Kalbar, yakni pelarangan sementara turis

Baca Juga :  Nasib TKI Asal Sambas Banyak yang Tak Jelas

China masuk ke Sambas melalui pintu manapun. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, misalnya imigrasi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji juga merespon cepat keputusan pemerintah pusat soal antisipasi masuknya virus corona ke Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Sutarmidji sudah menginstruksikan kepada pihak terkait melakukan pengawasan ketat terhadap keluar masuk orang dari negara yang sudah memiliki kasus virus corona. Menjalankan keputusan pemerintah yang untuk sementara melarang masuknya turis dari negeri China. Tak memperbolehkan pekerja asing di Kalbar untuk kembali ke negara mereka yang sudah terjadi kasus virus corona. Bagi pekerja asing yang bekerja di Kalbar dan saat ini kembali ke negara mereka yang memiliki kasus virus corona, untuk sementara tidak boleh kembali ke Kalbar. Menganjurkan kepada warga Kalbar agar tidak berkunjung ke negara yang terjadi kasus virus corona. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/