alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

PTM Kembali Dihentikan

KEGIATAN pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di Kabupaten Sambas, mulai Kamis (5/8) akan kembali dihentikan sementara. Hal tersebut menyikapi rilis kategori risiko kenaikan kasus kabupaten/kota Provinsi Kalbar per-1 Agustus 2021 yang dikeluarkan oleh BLC Satgas Covid-19 Nasional pada 3 Agustus 2021. Di mana Kabupaten Sambas masuk risiko tinggi dengan skor 1,63 atau zona merah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Sabhan mengatakan bahwa dirinya pada Rabu (4/8) pagi, ikut dalam rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas menyikapi zona merah Covid-19 di daerah ini. Khusus untuk sektor pendidikan, disampaikan Sabhan, PTM akan kembali dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Setelah ikut rapat, di Rabu (4/8) kami juga akan membuat surat terkait penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sambas,” kata Sabhan, Rabu (4/8).

Baca Juga :  Buntut Lelang Online, Pokja Puskesmas Tekarang Rp5,8 M Terancam di PTUN-kan

Penghentian sementara PTM kembali dilakukan, lantaran sejak 12 Juli lalu, PTM terbatas diperbolehkan dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sambas. Hal tersebut, menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sambas Nomor 420/134/Disdikbud/2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19 di satuan pendidikan. Saat itu, yang diperbolehkan PTM adalah seluruh PAUD/RA, kelas I – kelas III SD/MI secara terbatas di Kabupaten Sambas. “Sekolah yang sebelumnya diperbolehkan melaksanakan PTM, mulai Kamis, 5 Agustus 2021, akan kembali dihentikan sementara karena Sambas masuk zona merah,” katanya.

Dirinya mengharapkan karena proses belajar akan dilaksanakan jarak jauh atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Diharapkan dia agar jajaran pendidikan untuk intensif melakukan bimbingan dan pembinaan kepada siswa dan menjalin komunikasi dengan orang tua murid. “Kami berharap jajaran pendidikan untuk intensif melakukan bimbingan dan pembinaan kepada siswa dan terus menjalin komunikasi dengan orang tua/wali murid agar anak-anak tetap belajar dari rumah melalui daring (dalam jaringan) maupun luar jaringan (luring),” katanya. (fah)

KEGIATAN pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di Kabupaten Sambas, mulai Kamis (5/8) akan kembali dihentikan sementara. Hal tersebut menyikapi rilis kategori risiko kenaikan kasus kabupaten/kota Provinsi Kalbar per-1 Agustus 2021 yang dikeluarkan oleh BLC Satgas Covid-19 Nasional pada 3 Agustus 2021. Di mana Kabupaten Sambas masuk risiko tinggi dengan skor 1,63 atau zona merah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Sabhan mengatakan bahwa dirinya pada Rabu (4/8) pagi, ikut dalam rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas menyikapi zona merah Covid-19 di daerah ini. Khusus untuk sektor pendidikan, disampaikan Sabhan, PTM akan kembali dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Setelah ikut rapat, di Rabu (4/8) kami juga akan membuat surat terkait penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sambas,” kata Sabhan, Rabu (4/8).

Baca Juga :  Momentum Kebersamaan, Wujudkan Sambas Berkemajuan

Penghentian sementara PTM kembali dilakukan, lantaran sejak 12 Juli lalu, PTM terbatas diperbolehkan dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sambas. Hal tersebut, menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sambas Nomor 420/134/Disdikbud/2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19 di satuan pendidikan. Saat itu, yang diperbolehkan PTM adalah seluruh PAUD/RA, kelas I – kelas III SD/MI secara terbatas di Kabupaten Sambas. “Sekolah yang sebelumnya diperbolehkan melaksanakan PTM, mulai Kamis, 5 Agustus 2021, akan kembali dihentikan sementara karena Sambas masuk zona merah,” katanya.

Dirinya mengharapkan karena proses belajar akan dilaksanakan jarak jauh atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Diharapkan dia agar jajaran pendidikan untuk intensif melakukan bimbingan dan pembinaan kepada siswa dan menjalin komunikasi dengan orang tua murid. “Kami berharap jajaran pendidikan untuk intensif melakukan bimbingan dan pembinaan kepada siswa dan terus menjalin komunikasi dengan orang tua/wali murid agar anak-anak tetap belajar dari rumah melalui daring (dalam jaringan) maupun luar jaringan (luring),” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/