alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Imlek dan CGM 2021, Lebih Fokus Ibadah

SAMBAS – Panitia Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas, akan melaksanakan imbauan pemerintah dan kepolisian yakni tak adanya pawai tatung atau pawai lainnya dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi Lintas Sektoral Ops Pol Kewilayahan Liong Kapuas 2021 dalam rangka kesiapan pengamanan Imlek 2572 dan CGM 2021 di Kabupaten Sambas yang langsung dipimpin Kapolres Sambas dan dihadiri Staf Ahli Bupati Sambas, Yusran, Dandim 1208 Sambas serta pihak terkait lainnya.

Ketua Panitia Imlek 2572 dan CGM 2021 Tri Dharma Pemangkat, Atong menyampaikan jika di tahun ini, panitia tak melaksanakan kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan, lantaran pandemi covid 19 belum berakhir.

“Kami di Panitia Tri Dharma Pemangkat, tak akan melaksanakan kegiatan yang bisa mengundang kerumunan, seperti pawai lampion, pawai tatung seperti yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Atong.

Menurutnya, kegiatan ditahun ini akan lebih ke ibadat. “Hanya kegiatan ritual ibadahnya tetap dilaksanakan. Seperti menjelang datangnya tahun baru imlek, warga akan melaksanakan ibadah di klenteng dan vihara,” katanya.

Hanya saja, dari kepanitiaan Tri Dharma, kegiatan baksos masih dilakukan. “Kami juga bekerja sama dengan vihara dan kelenteng di seputaran wilayah Pemangkat dan Selakau untuk pendistribusian bantuan dalam rangka Baksos yang kami laksanakan,” katanya. Pihaknya juga akan melaksanakan Bazar Imlek di halaman vihara yang nantinya kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :  Nammong, Minuman Berkhasiat Khas Sambas yang Melegenda dan Kian Langka

Selain itu, untuk menyemarakkan Imlek, sebutnya, seperti di tahun-tahun lalu. Panitia Tri Dharma akan menghias sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pemangkat dengan nuansa Imlek. Kemudian pada 21 Februari direncanakan pemasangan Altar Cap Go Meh di halaman vihara, untuk pelaksanaan ibadahnya pada 25 -27 Februari 2021.

Sementara itu, untuk panitia perayaan Imlek MAKIN Kecamatan Pemangkat menyebutkan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah, sehingga Imlek dan CGM akan lebih ke pelaksanaan ibadah di halaman klenteng. Panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kecamatan Sambas, juga menyebutkan akan mendukung penuh setiap keputusan dan kebijakan dari pemerintah maupun kepolisian. Di tahun ini, tidak melaksanakan kegiatan pawai tatung dan pawai pawai lainnya seperti arak-arakan atau barongsai dan naga. Sehingga kegiatan yang dilakukan adalah hanya ritual yang akan dilaksanakan pada 27 Februari dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Begitu juga Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kecamatan Tebas, juga menyampaikan untuk perayaan yang bersifat kerumunan ditiadakan. Namun yang sifatnya ibadah masih tetap digelar. Termasuk melakukan pembagian sembako dan kegiatan baksos.

Baca Juga :  Golkar Kalbar Gelar Lomba Tiktok

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP menyatakan dilaksanakan Rakor Linsek ini, untuk menyamakan persepsi antara kepolisian, TNI, Forkopimda dan instansi terkait termasuk panitia Imlek dan CGM di Kabupaten Sambas dalam rangka menciptakan nyaman dan aman pelaksanaan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021. “Diperayaan tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya dan itu semua karena pandemi covid 19 yang belum juga berakhir,” kata Kapolres Sambas. Terlebih dari data covid 19 Kabupaten Sambas, jumlah total yang sudah terpapar lebih dari 170 orang.

Staf Ahli Bupati Sambas, Yusran menyampaikan apresiasi kepada Polres Sambas yang melaksanakan Rakor Linsek sebagai persiapan jelang pengamanan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021, dan ini lebih dikarenakan di tahun ini pandemi covid 19 belum berakhir. “Berkaitan dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh , dari tahun sebelumnya memang berbeda dikarenakan pandemi covid 19, dan semua pihak tak boleh kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19,” katanya.(fah)

SAMBAS – Panitia Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas, akan melaksanakan imbauan pemerintah dan kepolisian yakni tak adanya pawai tatung atau pawai lainnya dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi Lintas Sektoral Ops Pol Kewilayahan Liong Kapuas 2021 dalam rangka kesiapan pengamanan Imlek 2572 dan CGM 2021 di Kabupaten Sambas yang langsung dipimpin Kapolres Sambas dan dihadiri Staf Ahli Bupati Sambas, Yusran, Dandim 1208 Sambas serta pihak terkait lainnya.

Ketua Panitia Imlek 2572 dan CGM 2021 Tri Dharma Pemangkat, Atong menyampaikan jika di tahun ini, panitia tak melaksanakan kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan, lantaran pandemi covid 19 belum berakhir.

“Kami di Panitia Tri Dharma Pemangkat, tak akan melaksanakan kegiatan yang bisa mengundang kerumunan, seperti pawai lampion, pawai tatung seperti yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Atong.

Menurutnya, kegiatan ditahun ini akan lebih ke ibadat. “Hanya kegiatan ritual ibadahnya tetap dilaksanakan. Seperti menjelang datangnya tahun baru imlek, warga akan melaksanakan ibadah di klenteng dan vihara,” katanya.

Hanya saja, dari kepanitiaan Tri Dharma, kegiatan baksos masih dilakukan. “Kami juga bekerja sama dengan vihara dan kelenteng di seputaran wilayah Pemangkat dan Selakau untuk pendistribusian bantuan dalam rangka Baksos yang kami laksanakan,” katanya. Pihaknya juga akan melaksanakan Bazar Imlek di halaman vihara yang nantinya kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :  Tragedi Kamar 209; Ngaku Masih Isteri Orang, Tewas setelah Dicekik  

Selain itu, untuk menyemarakkan Imlek, sebutnya, seperti di tahun-tahun lalu. Panitia Tri Dharma akan menghias sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pemangkat dengan nuansa Imlek. Kemudian pada 21 Februari direncanakan pemasangan Altar Cap Go Meh di halaman vihara, untuk pelaksanaan ibadahnya pada 25 -27 Februari 2021.

Sementara itu, untuk panitia perayaan Imlek MAKIN Kecamatan Pemangkat menyebutkan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah, sehingga Imlek dan CGM akan lebih ke pelaksanaan ibadah di halaman klenteng. Panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kecamatan Sambas, juga menyebutkan akan mendukung penuh setiap keputusan dan kebijakan dari pemerintah maupun kepolisian. Di tahun ini, tidak melaksanakan kegiatan pawai tatung dan pawai pawai lainnya seperti arak-arakan atau barongsai dan naga. Sehingga kegiatan yang dilakukan adalah hanya ritual yang akan dilaksanakan pada 27 Februari dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Begitu juga Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kecamatan Tebas, juga menyampaikan untuk perayaan yang bersifat kerumunan ditiadakan. Namun yang sifatnya ibadah masih tetap digelar. Termasuk melakukan pembagian sembako dan kegiatan baksos.

Baca Juga :  Salurkan 5000 Masker untuk Masyarakat Singkawang

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP menyatakan dilaksanakan Rakor Linsek ini, untuk menyamakan persepsi antara kepolisian, TNI, Forkopimda dan instansi terkait termasuk panitia Imlek dan CGM di Kabupaten Sambas dalam rangka menciptakan nyaman dan aman pelaksanaan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021. “Diperayaan tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya dan itu semua karena pandemi covid 19 yang belum juga berakhir,” kata Kapolres Sambas. Terlebih dari data covid 19 Kabupaten Sambas, jumlah total yang sudah terpapar lebih dari 170 orang.

Staf Ahli Bupati Sambas, Yusran menyampaikan apresiasi kepada Polres Sambas yang melaksanakan Rakor Linsek sebagai persiapan jelang pengamanan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021, dan ini lebih dikarenakan di tahun ini pandemi covid 19 belum berakhir. “Berkaitan dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh , dari tahun sebelumnya memang berbeda dikarenakan pandemi covid 19, dan semua pihak tak boleh kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19,” katanya.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/