alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Keluarga Bupati Didata

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili didampingi sang istri menerima langsung petugas yang melaksanakan tugas dalam program Pendataan Keluarga 2021, di Rumah Dinas Bupati, Selasa (6/4). Saat pendataan keluarga, petugas mempertanyakan hal yang berkaitan dengan jumlah anggota keluarga, termasuk tahun berapa Bupati dan istri menikah, serta berkaitan dengan keluarga berencana.

“Kami pada Selasa (kemarin, Red) didatangi tim pendataan keluarga. Tentunya harapan kami, dalam program pendataan yang dilaksanakan saat ini, menghasilkan data yang akurat vakid dan bisa memberikan gambaran kualitas keluarga di Kabupaten Sambas,” kata Bupati, usai pendataan yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya.

Dengan data keluarga yang valid, harapan Bupati ke depannya program ataupun kegiatan yang akan dilaksanakan baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pusat terkait dengan pembangunan keluarga Indonesia visa tepat sasaran. “Pemerintah fokus dalam pembangunan yang difokuskan dari keluarga, sehingga ke depan, masyarakat semakin cerdas dan sehat, terdidik, teredukasi, sehingga terwujud aklhak mulia di tengah komunitas yang ada. Sehingga dengan hadirnya masyarakat berkualitas di Kabupaten Sambas, mendorong percepatan pembangun,” katanya.

Baca Juga :  Selvi, Balita Jantung Bocor Dirujuk Ke Jakarta

Dirinya sebagai Bupati, dalam upaya membangun masyarakat, memfokuskan pembangunan pada bidang pendidikan dan kesehatan, dengan tanpa mengabaikan sektor lainnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sambas Lusyanah Kosasih Atbah, menyatakan bagaimana dirinya juga memiliki sejumlah program dalam rangka pembangunan keluarga di Kabupaten Sambas. Di PKK, sebutnya, sangat penting bagi semua pihak, terutama remaja yang akan melangsungkan pernikahan. Dia mencontohkan bagaimana merencanakan sebuah rumah tangga sebaik baiknya.

“Harus ada perencanaan, sehingga dalam pernikahan akan menghadirkan keluarga yang berkualitas. Tak hanya bagi calon pengantin, hal ini juga disosialisasikan kepada rumah tangga yang ada,” katanya.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya menyebutkan, pendataan keluarga merupakan program nasional yang didanai APBN melalui BKKBN. Untuk pembiayaan termasuk insentif petugas lapangan yang melakukan pendataan, dipastikan dia, langsung sari BKKBN.

Baca Juga :  Peredaran Narkoba Mulai Sasar Dusun

“Sekitar 2.800 petugas yang disebar untuk melakukan pendataan keluarga di Kabupaten Sambas. Di mana kegiatan ini dilaksanakan hingga Mei,” kata Hendi.

Menurutnya, hampir seluruh keluarga di Kabupaten Sambas akan menjadi sasaran program ini. Diharapkan diia setelah pendataan, hasil akan langsung dikirim ke BKKBN. Nantinya hasil dari kegiatan ini, digambarkan dia, adalah kondisi kualitas keluarga di Kabupaten Sambas. “Tujuannya adalah pemetaan kondisi keluarga di Kabupaten Sambas yang nantinya jika kondisi audah diketahui, program apa yang akan dilaknakan bisa diketahui,” katanya.

Sebelum diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan, para petugas dipastikan diai sudah mendapatkan pembekalan. Dijelaskan dia, ada dua metode yang digunakan untuk melakukan pendataan, yakni wawancara langsung ke rumah warga maupun melalui via telepon seluler. “Ada dua kecamatan yang pendataannya lebih menggunakan telephon, yakni Sebawi dan Selakau,” katanya. (fah)

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili didampingi sang istri menerima langsung petugas yang melaksanakan tugas dalam program Pendataan Keluarga 2021, di Rumah Dinas Bupati, Selasa (6/4). Saat pendataan keluarga, petugas mempertanyakan hal yang berkaitan dengan jumlah anggota keluarga, termasuk tahun berapa Bupati dan istri menikah, serta berkaitan dengan keluarga berencana.

“Kami pada Selasa (kemarin, Red) didatangi tim pendataan keluarga. Tentunya harapan kami, dalam program pendataan yang dilaksanakan saat ini, menghasilkan data yang akurat vakid dan bisa memberikan gambaran kualitas keluarga di Kabupaten Sambas,” kata Bupati, usai pendataan yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya.

Dengan data keluarga yang valid, harapan Bupati ke depannya program ataupun kegiatan yang akan dilaksanakan baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pusat terkait dengan pembangunan keluarga Indonesia visa tepat sasaran. “Pemerintah fokus dalam pembangunan yang difokuskan dari keluarga, sehingga ke depan, masyarakat semakin cerdas dan sehat, terdidik, teredukasi, sehingga terwujud aklhak mulia di tengah komunitas yang ada. Sehingga dengan hadirnya masyarakat berkualitas di Kabupaten Sambas, mendorong percepatan pembangun,” katanya.

Baca Juga :  Harus Mampu Mutakhirkan DTKS

Dirinya sebagai Bupati, dalam upaya membangun masyarakat, memfokuskan pembangunan pada bidang pendidikan dan kesehatan, dengan tanpa mengabaikan sektor lainnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sambas Lusyanah Kosasih Atbah, menyatakan bagaimana dirinya juga memiliki sejumlah program dalam rangka pembangunan keluarga di Kabupaten Sambas. Di PKK, sebutnya, sangat penting bagi semua pihak, terutama remaja yang akan melangsungkan pernikahan. Dia mencontohkan bagaimana merencanakan sebuah rumah tangga sebaik baiknya.

“Harus ada perencanaan, sehingga dalam pernikahan akan menghadirkan keluarga yang berkualitas. Tak hanya bagi calon pengantin, hal ini juga disosialisasikan kepada rumah tangga yang ada,” katanya.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya menyebutkan, pendataan keluarga merupakan program nasional yang didanai APBN melalui BKKBN. Untuk pembiayaan termasuk insentif petugas lapangan yang melakukan pendataan, dipastikan dia, langsung sari BKKBN.

Baca Juga :  Rumah Warga Sejangkung Terbakar, Satu Ton Padi Usai Panen Hangus

“Sekitar 2.800 petugas yang disebar untuk melakukan pendataan keluarga di Kabupaten Sambas. Di mana kegiatan ini dilaksanakan hingga Mei,” kata Hendi.

Menurutnya, hampir seluruh keluarga di Kabupaten Sambas akan menjadi sasaran program ini. Diharapkan diia setelah pendataan, hasil akan langsung dikirim ke BKKBN. Nantinya hasil dari kegiatan ini, digambarkan dia, adalah kondisi kualitas keluarga di Kabupaten Sambas. “Tujuannya adalah pemetaan kondisi keluarga di Kabupaten Sambas yang nantinya jika kondisi audah diketahui, program apa yang akan dilaknakan bisa diketahui,” katanya.

Sebelum diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan, para petugas dipastikan diai sudah mendapatkan pembekalan. Dijelaskan dia, ada dua metode yang digunakan untuk melakukan pendataan, yakni wawancara langsung ke rumah warga maupun melalui via telepon seluler. “Ada dua kecamatan yang pendataannya lebih menggunakan telephon, yakni Sebawi dan Selakau,” katanya. (fah)

Previous articleKategori Sangat Baik
Next articleMulai dari Orang Tua

Most Read

Artikel Terbaru

/