alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Sekolah Izinkan Belajar di Rumah, Jika Orang Tua Tak Bolehkan Ikuti PTM

SAMBAS – Sejumlah sekolah yang sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi Covid 19, diantaranya mengaku menerima pertanyaan dari beberapa wali murid terkait faktor keamanan saat di sekolah.

Seperti diakui Kepala SMP Negeri 2 Sambas, Urai Sumadi. Pihaknya sebelum melaksanakan PTM. Ada sejumlah orang tua siswa mempertanyakan berkaitan keamanan jika belajar mengajar di kelas dimulai. “Ada sejumlah orang tua siswa yang merasa khawatir melepas anaknya kalau kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan di kelas,” kata Urai Sumadi.

Bahkan, karena kondisi ini ada beberapa siswa yang oleh orang tuanya diminta untuk melaksanakan pembelajaran di rumah, dan pihak SMP Negeri 2 Sambas mempersilakannya. “Ada beberapa siswa karena kekhawatiran orang tuanya masing-masing, tak datang ke sekolah. Sehingga pihak sekolah memperkenankan untuk belajar di rumah, dan kami pihak sekolah memperbolehkannya,” katanya.

Baca Juga :  71 Aparatur Sipil Negara Pensiun

Sekolah pun menganggap siswa yang bersangkutan tetap mengikuti pelajaran. “Anak-anak yang belajar di rumah, tak dianggap bolos karena tak hadir di kelas. Mengenai tugas, ada yang dikirimkan via handphone atau bisa meminta atau dititipkan dengan teman sekelasnya,” katanya.

Sementara di SMP Negeri 1 Sambas, juga sempat mendapatkan sejumlah pertanyaan dari para orang tua murid. Hanya saja, di sekolah ini tak sampai ada siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah.

“Pada awalnya sempat ada pertanyaan dari orang tua murid. Namun kami jelaskan, kemudian kami perlihatkan Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) jika sekolahnya sudah mempersiapkan protokol kesehatan dan semua sudah terpenuhi,” kata Kepala SMP Negeri 1 Sambas Rumantas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Sabhan mengatakan, dalam pelaksanaan PTM, jumlah sekolah untuk se-Kabupaten Sambas masih terbatas. Awalnya pada Senin (4/1), ada 95 sekolah mulai dari PAUD hingga SMP dinyatakan siap berdasarkan Dapodik untuk laksanakan PTM di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Jalan Negara Kebanjiran

Namun, dalam perjalanannya, hanya ada 20 sekolah yang sudah melaksanakan PTM. Sebanyak 75 sekolah yang lain, baru memulai mengumpulkan para orang tua siswa untuk pertemuan mambahas rencana PTM.

“Sekolah lain yang belum melaksanakan PTM, masih mempersiapkan ceklist prokes, dan mengisi daftar agar mendapatkan persetujuan dari Kemendikbud. Dan kami setiap Minggu akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM, lantaran hal ini juga tergantung kondisi kasus Covid 19 yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.

Sekolah-sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka, diwajibkan menyiapkan protokol kesehatan, mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak siswa satu dengan lainnya. (fah)

SAMBAS – Sejumlah sekolah yang sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi Covid 19, diantaranya mengaku menerima pertanyaan dari beberapa wali murid terkait faktor keamanan saat di sekolah.

Seperti diakui Kepala SMP Negeri 2 Sambas, Urai Sumadi. Pihaknya sebelum melaksanakan PTM. Ada sejumlah orang tua siswa mempertanyakan berkaitan keamanan jika belajar mengajar di kelas dimulai. “Ada sejumlah orang tua siswa yang merasa khawatir melepas anaknya kalau kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan di kelas,” kata Urai Sumadi.

Bahkan, karena kondisi ini ada beberapa siswa yang oleh orang tuanya diminta untuk melaksanakan pembelajaran di rumah, dan pihak SMP Negeri 2 Sambas mempersilakannya. “Ada beberapa siswa karena kekhawatiran orang tuanya masing-masing, tak datang ke sekolah. Sehingga pihak sekolah memperkenankan untuk belajar di rumah, dan kami pihak sekolah memperbolehkannya,” katanya.

Baca Juga :  Duit Rp32 Juta di Jok Motor Raib, Dua Pelaku Diamankan

Sekolah pun menganggap siswa yang bersangkutan tetap mengikuti pelajaran. “Anak-anak yang belajar di rumah, tak dianggap bolos karena tak hadir di kelas. Mengenai tugas, ada yang dikirimkan via handphone atau bisa meminta atau dititipkan dengan teman sekelasnya,” katanya.

Sementara di SMP Negeri 1 Sambas, juga sempat mendapatkan sejumlah pertanyaan dari para orang tua murid. Hanya saja, di sekolah ini tak sampai ada siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah.

“Pada awalnya sempat ada pertanyaan dari orang tua murid. Namun kami jelaskan, kemudian kami perlihatkan Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) jika sekolahnya sudah mempersiapkan protokol kesehatan dan semua sudah terpenuhi,” kata Kepala SMP Negeri 1 Sambas Rumantas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Sabhan mengatakan, dalam pelaksanaan PTM, jumlah sekolah untuk se-Kabupaten Sambas masih terbatas. Awalnya pada Senin (4/1), ada 95 sekolah mulai dari PAUD hingga SMP dinyatakan siap berdasarkan Dapodik untuk laksanakan PTM di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Sejumlah Isu Jadi Perhatian

Namun, dalam perjalanannya, hanya ada 20 sekolah yang sudah melaksanakan PTM. Sebanyak 75 sekolah yang lain, baru memulai mengumpulkan para orang tua siswa untuk pertemuan mambahas rencana PTM.

“Sekolah lain yang belum melaksanakan PTM, masih mempersiapkan ceklist prokes, dan mengisi daftar agar mendapatkan persetujuan dari Kemendikbud. Dan kami setiap Minggu akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM, lantaran hal ini juga tergantung kondisi kasus Covid 19 yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.

Sekolah-sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka, diwajibkan menyiapkan protokol kesehatan, mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak siswa satu dengan lainnya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/