alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Warga Belum Mengungsi

GALING – Memasuki hari keempat, Minggu (7/2), ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Galing terendam banjir yang disebabkan air pasang sungai dibarengi curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari ini. Kepala Desa Sijang, Kecamatan Galing, Rusdin menyebutkan untuk di wilayahnya, banjir parah terjadi di Dusun Sehati. Daerah tersebut, dibanjiri air dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Banjir yang terjadi di Dusun Sehati, merendam sekitar 408 rumah terdiri 462 kepala Keluarga atau sekitar 1659 jiwa,” kata Rusdin.

Bahkan, hasil pengamatan kepala desa, air banjir yang ada, di hari keempat bertambah tinggi. “Ini sudah hari keempat banjir terjadi, bahkan di saat ini ketinggian air terpantau bertambah. Ini disebabkan hujan masih turun,” katanya.

Pihaknya sendiri sudah berkomunikasi, berkoordinasi, dan melaporkan kondisi banjir ke Pemerintah Kecamatan Galing dan Pemkab Sambas. “Karena sudah memasuki hari keempat, kondisi banjir sudah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian juga terganggu,” katanya.

Rusdin menyampaikan, kondisi banjir menjadi bencana rutin yang terjadi di wilayah Desa Sijang. Sehingga mewakili masyarakat desanya, dirinya mengharapkan ada upaya yang dilakukan mengurangi dampak banjir yang terjadi. “Banjir menjadi peristiwa rutin yang ada di Desa Sijang karena luapan air sungai berbarengan curah hujan tinggi, sehingga kami berharap kepada pemerintah, mencarikan solusi untuk mencegah bencana banjir,” katanya.

Baca Juga :  Karyawan PT KBM Peduli, Sumbang APD ke RSUD

Kades Sijang juga berharap, kepada masyarakat di wilayahnya yang terkena banjir, selalu waspada. Pihaknya saat ini sudah mempersiapkan titik pengungsian. “Kami sudah mengimbau ke warga yang terkena banjir, untuk mengungsi jika kondisi tak memungkinkan tinggal dirumah. Namun beberapa warga masih memilih tinggal di rumah dengan membuat parak atau tempat tinggi didalam rumah untuk menghindari air, atau mereka mengungsi ke rumah kerabatnya yang tak terkena banjir,” katanya.

Kepala Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Asmanto, mengatakan di desanya, banjir melanda Dusun Dadau, lebih tepatnya warga yang bermukim RT 10. “Kami langsung memantau kondisi banjir di Dusun Dadau, ketinggian air yang ada berkisar 25 hingga 30 sentimeter. Kondisi yang sama juga terjadi di Dusun Semanas,” katanya.

Pihaknya di Pemdes Tempapan Hulu, sudah melaporkan kondisi banjir yang ada ke Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten, sehingga musibah yang terjadi perlu mendapatkan perhatian serius. “Kami di Pemdes, terus memantau perkembangan banjir, dan mudah-mudahan banjir segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal,” katanya.

Baca Juga :  Menko PMK Puji Paparan Stunting Camat Sambas

Kapolsek Galing, IPDA Hazimi, menyebutkan banjir melanda lima desa di wilayah Kecamatan Galing hingga Sabtu (6/2), yakni Desa Sijang, Tempapan Hulu, Desa Tri Gadu, Teluk Pandan, dan Desa Tempapan Kuala. Namun sejak Sabtu (6/2) hingga Minggu (7/2), tiga desa yakni Desa Tri Gadu, Teluk Pandan, dan Desa Tempapan Kuala banjir, dipastikan dia surut. Sedangkan dua desa yakni Sijang dan Tempapan Hulu, menurut dia, banjir masih terjadi bahkan ketinggian air naik.

“Di Desa Sijang, banjir yang parah terjadi di Dusun Sehati dan Sejati di mana ada sekitar 408 rumah terdampak banjir. Sedangkan di Desa Tempapan Hulu, banjir terjadi di Dusun Semanas dan Dusun Dadau yakni ada sekitar 200 rumah terendam air,” katanya. Ketinggian air, sebut dia, rata-rata dari 40 sentimeter hingga 1,5 meter .

Disampaikan Kapolsek, sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir, belum mengungsi mereka memilih bertahan dirumah dengan membuat parak atau tempat tinggi. “Akses jalan desa pun sudah terendam banjir, sehingga aktivitas warga menggunakan sampan atau perahu,” katanya.

Namun, kepada warga pihak kepolisian sudah menyampaikan untuk segera mengungsi, jika kondisi tak memungkinkan karena bisa membahayakan anggota keluarga. (fah)

GALING – Memasuki hari keempat, Minggu (7/2), ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Galing terendam banjir yang disebabkan air pasang sungai dibarengi curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari ini. Kepala Desa Sijang, Kecamatan Galing, Rusdin menyebutkan untuk di wilayahnya, banjir parah terjadi di Dusun Sehati. Daerah tersebut, dibanjiri air dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Banjir yang terjadi di Dusun Sehati, merendam sekitar 408 rumah terdiri 462 kepala Keluarga atau sekitar 1659 jiwa,” kata Rusdin.

Bahkan, hasil pengamatan kepala desa, air banjir yang ada, di hari keempat bertambah tinggi. “Ini sudah hari keempat banjir terjadi, bahkan di saat ini ketinggian air terpantau bertambah. Ini disebabkan hujan masih turun,” katanya.

Pihaknya sendiri sudah berkomunikasi, berkoordinasi, dan melaporkan kondisi banjir ke Pemerintah Kecamatan Galing dan Pemkab Sambas. “Karena sudah memasuki hari keempat, kondisi banjir sudah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian juga terganggu,” katanya.

Rusdin menyampaikan, kondisi banjir menjadi bencana rutin yang terjadi di wilayah Desa Sijang. Sehingga mewakili masyarakat desanya, dirinya mengharapkan ada upaya yang dilakukan mengurangi dampak banjir yang terjadi. “Banjir menjadi peristiwa rutin yang ada di Desa Sijang karena luapan air sungai berbarengan curah hujan tinggi, sehingga kami berharap kepada pemerintah, mencarikan solusi untuk mencegah bencana banjir,” katanya.

Baca Juga :  Karyawan PT KBM Peduli, Sumbang APD ke RSUD

Kades Sijang juga berharap, kepada masyarakat di wilayahnya yang terkena banjir, selalu waspada. Pihaknya saat ini sudah mempersiapkan titik pengungsian. “Kami sudah mengimbau ke warga yang terkena banjir, untuk mengungsi jika kondisi tak memungkinkan tinggal dirumah. Namun beberapa warga masih memilih tinggal di rumah dengan membuat parak atau tempat tinggi didalam rumah untuk menghindari air, atau mereka mengungsi ke rumah kerabatnya yang tak terkena banjir,” katanya.

Kepala Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Asmanto, mengatakan di desanya, banjir melanda Dusun Dadau, lebih tepatnya warga yang bermukim RT 10. “Kami langsung memantau kondisi banjir di Dusun Dadau, ketinggian air yang ada berkisar 25 hingga 30 sentimeter. Kondisi yang sama juga terjadi di Dusun Semanas,” katanya.

Pihaknya di Pemdes Tempapan Hulu, sudah melaporkan kondisi banjir yang ada ke Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten, sehingga musibah yang terjadi perlu mendapatkan perhatian serius. “Kami di Pemdes, terus memantau perkembangan banjir, dan mudah-mudahan banjir segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Sambas Bantah Pungli

Kapolsek Galing, IPDA Hazimi, menyebutkan banjir melanda lima desa di wilayah Kecamatan Galing hingga Sabtu (6/2), yakni Desa Sijang, Tempapan Hulu, Desa Tri Gadu, Teluk Pandan, dan Desa Tempapan Kuala. Namun sejak Sabtu (6/2) hingga Minggu (7/2), tiga desa yakni Desa Tri Gadu, Teluk Pandan, dan Desa Tempapan Kuala banjir, dipastikan dia surut. Sedangkan dua desa yakni Sijang dan Tempapan Hulu, menurut dia, banjir masih terjadi bahkan ketinggian air naik.

“Di Desa Sijang, banjir yang parah terjadi di Dusun Sehati dan Sejati di mana ada sekitar 408 rumah terdampak banjir. Sedangkan di Desa Tempapan Hulu, banjir terjadi di Dusun Semanas dan Dusun Dadau yakni ada sekitar 200 rumah terendam air,” katanya. Ketinggian air, sebut dia, rata-rata dari 40 sentimeter hingga 1,5 meter .

Disampaikan Kapolsek, sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir, belum mengungsi mereka memilih bertahan dirumah dengan membuat parak atau tempat tinggi. “Akses jalan desa pun sudah terendam banjir, sehingga aktivitas warga menggunakan sampan atau perahu,” katanya.

Namun, kepada warga pihak kepolisian sudah menyampaikan untuk segera mengungsi, jika kondisi tak memungkinkan karena bisa membahayakan anggota keluarga. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/