alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Miris… Di Sambas Anak Dicabuli di Warung Kopi

SAMBAS – Jajaran Polsek Selakau Polres Sambas, saat ini sedang menangani kasus dugaan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang terjadi di warung kopi yang juga kediaman orang tua korban di Desa Sungai Nyirih Kecamatan Selakau.

Bahkan, dugaan pecabulan yang terjadi pada Rabu (6/1) sekitar pukul 13.00 Wib dan 17.00 Wib kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian pada Kamis (7/1) ini, dilakukan dua orang yakni LBC (58) dan CJS alias LT (33) yang keduanya juga warga Desa Sungai Nyirih.Kapolsek Selakau, AKP Elvis Satria Efdi membenarkan pihaknya sedang menangani laporan warga terkait dugaan aksi pencabulan anak dibawah umur. Saat ini, sudah ditindaklanjuti dengan penahanan dua orang yang dilaporkan.

“Dua orang sudah diamankan pihak kepolisian setelah menindaklanjuti laporan, kemudian memeriksa korban dan sejumlah saksi,” kata Kapolsek Selakau, AKP Elvis Jumat (8/1). Dimana diketahui korban adalah anak berumur 13 tahun yang merupakan pelajar di salah satu sekolah.

Disampaikan Elvis, laporan disampaikan ibu kandung korban. Disampaikan kepada petugas kepolisian, jika anaknya dicabuli oleh dua orang di sebuah warung kopi sekaligus tempat tinggal orang tua korban. “Seperti pengakuan ibu kandungnya, anaknya ini dicabuli dua orang di hari yang sama namun berbeda waktu. Pertama terjadi sekitar pukul 13.00 Wib, dimana pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh lantas pergi,” katanya.

Baca Juga :  Dinas Perhubungan Razia Masker Bagi Pengendara

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 Wib. Pelaku kedua datang ke warung kopi tersebut.

“Dihari yang sama dan di jam berbeda, pelaku kedua ini datang. Awalnya pelaku kedua ini meminta tolong korban untuk mengecatkan kukunya, tetapi selanjutnya korban ini diperlakukan juga tak senonoh,” katanya.

Setelah melakukan aksinya itu, pelaku juga sempat memberitahu korban agar apa yang terjadi tak disampaikan ke orang lain. “Pelaku ini mengatakan ke korban agar kejadian tersebut jangan diberitahukan kepada orang tua korban,” katanya.

Mengetahui perlakuan dua pelaku kepada anaknya, orang tua tak terima. Lantas melaporkannya ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Mengetahui kasus itu dilaporkan ke pihak kepolisian, kedua pelaku datang menyerahkan diri ke Polsek Selakau dan selanjutnya dilakukan penangkapan,” katanya.

Kedua pelaku, selanjutnya diperiksa oleh pihak kepolisian atas apa yang dilaporkan. Saat ini, keduanya diancam melanggar Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :  YBM PLN Ketapang Bagikan Bingkisan Ramadhan

Sejumlah barang bukti juga diamankan pihak kepolisian. Seperti kaos yang dikenakan korban, celana pendek, celana dalam, BH. Pihak kepolisian kemudian membuat laporan, mendatangi Tempat Kejadian Perkara yakni di warung kopi, memeriksa sejumlah saksi serta melakukan permintaan visum et repertum terhadap korban.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak yang ditandatangani pada 7 Desember 2020.

Sehingga menimbulkan korban lebih dari satu orang yang mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi. Kemudian, dalam Pasal 2 Ayat 1 menjelaskan, tindakan kebiri kimia merupakan tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dan rehabilitasi dikenakan terhadap pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.(fah)

SAMBAS – Jajaran Polsek Selakau Polres Sambas, saat ini sedang menangani kasus dugaan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang terjadi di warung kopi yang juga kediaman orang tua korban di Desa Sungai Nyirih Kecamatan Selakau.

Bahkan, dugaan pecabulan yang terjadi pada Rabu (6/1) sekitar pukul 13.00 Wib dan 17.00 Wib kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian pada Kamis (7/1) ini, dilakukan dua orang yakni LBC (58) dan CJS alias LT (33) yang keduanya juga warga Desa Sungai Nyirih.Kapolsek Selakau, AKP Elvis Satria Efdi membenarkan pihaknya sedang menangani laporan warga terkait dugaan aksi pencabulan anak dibawah umur. Saat ini, sudah ditindaklanjuti dengan penahanan dua orang yang dilaporkan.

“Dua orang sudah diamankan pihak kepolisian setelah menindaklanjuti laporan, kemudian memeriksa korban dan sejumlah saksi,” kata Kapolsek Selakau, AKP Elvis Jumat (8/1). Dimana diketahui korban adalah anak berumur 13 tahun yang merupakan pelajar di salah satu sekolah.

Disampaikan Elvis, laporan disampaikan ibu kandung korban. Disampaikan kepada petugas kepolisian, jika anaknya dicabuli oleh dua orang di sebuah warung kopi sekaligus tempat tinggal orang tua korban. “Seperti pengakuan ibu kandungnya, anaknya ini dicabuli dua orang di hari yang sama namun berbeda waktu. Pertama terjadi sekitar pukul 13.00 Wib, dimana pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh lantas pergi,” katanya.

Baca Juga :  Kembangkan Kopi Lokal Sambas

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 Wib. Pelaku kedua datang ke warung kopi tersebut.

“Dihari yang sama dan di jam berbeda, pelaku kedua ini datang. Awalnya pelaku kedua ini meminta tolong korban untuk mengecatkan kukunya, tetapi selanjutnya korban ini diperlakukan juga tak senonoh,” katanya.

Setelah melakukan aksinya itu, pelaku juga sempat memberitahu korban agar apa yang terjadi tak disampaikan ke orang lain. “Pelaku ini mengatakan ke korban agar kejadian tersebut jangan diberitahukan kepada orang tua korban,” katanya.

Mengetahui perlakuan dua pelaku kepada anaknya, orang tua tak terima. Lantas melaporkannya ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Mengetahui kasus itu dilaporkan ke pihak kepolisian, kedua pelaku datang menyerahkan diri ke Polsek Selakau dan selanjutnya dilakukan penangkapan,” katanya.

Kedua pelaku, selanjutnya diperiksa oleh pihak kepolisian atas apa yang dilaporkan. Saat ini, keduanya diancam melanggar Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Disetubuhi Sejak Usia Belasan Oknum Kades Lepas Jerat Polisi

Sejumlah barang bukti juga diamankan pihak kepolisian. Seperti kaos yang dikenakan korban, celana pendek, celana dalam, BH. Pihak kepolisian kemudian membuat laporan, mendatangi Tempat Kejadian Perkara yakni di warung kopi, memeriksa sejumlah saksi serta melakukan permintaan visum et repertum terhadap korban.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak yang ditandatangani pada 7 Desember 2020.

Sehingga menimbulkan korban lebih dari satu orang yang mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi. Kemudian, dalam Pasal 2 Ayat 1 menjelaskan, tindakan kebiri kimia merupakan tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dan rehabilitasi dikenakan terhadap pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/