alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Camat dan Kades Diminta Waspada

SAMBAS – Para camat dan kepala desa yang ada di Kabupaten Sambas, diminta terus memantau perkembangan banjir yang melanda di sejumlah desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diharapkan mengerahkan seluruh unit kerjanya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, saat menggelar rapat terbatas menindaklanjuti arahan Bupati Sambas terkait penanganan kondisi terkini banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, kemarin.

Camat dan kepala desa, juga diingatkan Bupati melalui Sekda, agar waspada dan terus memonitoring kondisi di wilayah masing-masing. “Dinas-dinas sudah diminta turut tanggap cepat menyikapi kondisi ini, sudah diingatkan, cepat inventarisir apa-apa saja yang terdampak dari keadaan alam ini,” kata Sekda.

Pemerintah Kabupaten Sambas, sebutnya, berupaya cepat menangani kondisi yang terjadi. “BPDB dan dinas terkait tidak terkesan abai dengan dampak curah hujan tinggi yang mengakibatkan banyak titik fasilitas umum dan permukiman warga terendam air. Insyaallah Pemkab Sambas ingin yang terbaik dalam penanganan ini,” katanya.

Sekda juga meminta masyarakat tidak tidak panik, serta berkomunikasi dengan aparatur pemerintah terdekat. “Masyarakat juga harus selalu menyampaikan kepada desa maupun pihak kecamatan menyikapi banjir. Desa-desa, juga sudah diajak bersama-sama menanggulangi ini dengan memberikan data yang valid dan masukan-masukan penting seputar kondisi desanya,” katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Plh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas Yusran, kemudian Inspektur, Kepala Bakeuda, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis PUPR, Staf Ahli Bupati Sambas, Asisten Bidang II Setda, Plt Kadis Perhubungan dan Kabag Prokopim Setda Kabupaten Sambas tersebut, Sekda menyampaikan bahwa Bupati Sambas sudah memerintahkan BPBD dan unit-unit kerja terkait memonitoring terhadap dampak yang hadir akibat kondisi cuaca terkini.

Baca Juga :  58 di bonti terdampak banjir

Setelah rapat terbatas, Pelaksanaharian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Yusran mengatakan bahwa Tim Pemkab Sambas langsung mempersiapkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir sekitaran Galing dan Sajingan Besar. “Pemkab Sambas secara bertahap mulai menyalurkan bantuan. Diawali untuk Sajingan Besar. Hal ini sesuai arahan Bupati, Pemkab Sambas berupaya tanggap cepat atas kondisi sekarang ini. BPBD telah menyiapkan pusat komunikasi aduan di nomor seluler 0812 5667 430 bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Sambas,” kata Yusran.

Selain Kecamatan Galing, banjir, juga melanda sejumlah desa di kecamatan lainnya. Seperti di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat. Di wilayah ini, hingga Minggu (8/2), banjir melanda Dusun Mensungai dan Dusun Kelumpang, dengan jumlah rumah yang terdampak di Dusun Mensungai 20 rumah dan di Dusun Kelumpang sebanyak 30 rumah dengan rata-rata air di dalam rumah 20 hingga 30 sentimeter. Desa Sungai Kumpai, Kecamatan Teluk Keramat, banjir terjadi di Dusun Semayong. Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat banjir melanda Dusun Sekampung Sabing dan Dusun Sabing Darat. Di Kecamatan Tangaran, banjir melanda Desa Semata, khususnya di Dusun Simpang Empat, Desa Simpang Empat melanda Dusun Simpang Empat, Desa Tangaran, Desa Pancur, Desa Merabuan, Desa Arung Medang, dan Desa Merpati.

Baca Juga :  Banjir Landak Berangsur Surut, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Sementara Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP meminta kepada seluruh jajarannya untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, yang hingga Senin (8/2) masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Disampaikan Kapolres, dari data kepolisian, pada Senin (8/2) terjadi banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sejangkung. “Kapolsek Sejangkung bersama Forkopimcam sudah turun melakukan pemantauan terkait kondisi banjir yang terjadi,” kata Kapolres.

Dari data yang ada pada mereka, banjir terjadi di Desa Sepantai, ada sekitar 267 KK terdampak, yakni di Dusun Sepandak (81 KK), Dusun Satai (39 KK), dengan ketinggian air dari permukaan jalan 95 – 176 sentimeter, dan ketinggian air dalam rumah warga sekitar 20 – 80 sentimeter.

Banjir juga terjadi di Desa Semanga, yakni di Dusun Sajingan Kecil melanda sekitar 150 KK terdampak, Senabah (160 KK), Setambah (6 KK), Semakuan (15 KK), dan Desa Perigi Limus, 7 KK.

“Banjir yang terjadi, khususnya di Kecamatan Sejangkung dipengaruhi air pasang rob, curah hujan tinggi dan air kiriman dari Sungai besar Kabupaten Bengkayang. Banjir yang ada juga mengenai lahan pertanian warga, namun untuk sementara warga masih memilih tinggal dirumah masing-masing,” katanya. (fah)

SAMBAS – Para camat dan kepala desa yang ada di Kabupaten Sambas, diminta terus memantau perkembangan banjir yang melanda di sejumlah desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diharapkan mengerahkan seluruh unit kerjanya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, saat menggelar rapat terbatas menindaklanjuti arahan Bupati Sambas terkait penanganan kondisi terkini banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, kemarin.

Camat dan kepala desa, juga diingatkan Bupati melalui Sekda, agar waspada dan terus memonitoring kondisi di wilayah masing-masing. “Dinas-dinas sudah diminta turut tanggap cepat menyikapi kondisi ini, sudah diingatkan, cepat inventarisir apa-apa saja yang terdampak dari keadaan alam ini,” kata Sekda.

Pemerintah Kabupaten Sambas, sebutnya, berupaya cepat menangani kondisi yang terjadi. “BPDB dan dinas terkait tidak terkesan abai dengan dampak curah hujan tinggi yang mengakibatkan banyak titik fasilitas umum dan permukiman warga terendam air. Insyaallah Pemkab Sambas ingin yang terbaik dalam penanganan ini,” katanya.

Sekda juga meminta masyarakat tidak tidak panik, serta berkomunikasi dengan aparatur pemerintah terdekat. “Masyarakat juga harus selalu menyampaikan kepada desa maupun pihak kecamatan menyikapi banjir. Desa-desa, juga sudah diajak bersama-sama menanggulangi ini dengan memberikan data yang valid dan masukan-masukan penting seputar kondisi desanya,” katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Plh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas Yusran, kemudian Inspektur, Kepala Bakeuda, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis PUPR, Staf Ahli Bupati Sambas, Asisten Bidang II Setda, Plt Kadis Perhubungan dan Kabag Prokopim Setda Kabupaten Sambas tersebut, Sekda menyampaikan bahwa Bupati Sambas sudah memerintahkan BPBD dan unit-unit kerja terkait memonitoring terhadap dampak yang hadir akibat kondisi cuaca terkini.

Baca Juga :  Pawai Mobil Hias CGM, Pemangkat Padat, Warga Tumpah Ruah

Setelah rapat terbatas, Pelaksanaharian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Yusran mengatakan bahwa Tim Pemkab Sambas langsung mempersiapkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir sekitaran Galing dan Sajingan Besar. “Pemkab Sambas secara bertahap mulai menyalurkan bantuan. Diawali untuk Sajingan Besar. Hal ini sesuai arahan Bupati, Pemkab Sambas berupaya tanggap cepat atas kondisi sekarang ini. BPBD telah menyiapkan pusat komunikasi aduan di nomor seluler 0812 5667 430 bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Sambas,” kata Yusran.

Selain Kecamatan Galing, banjir, juga melanda sejumlah desa di kecamatan lainnya. Seperti di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat. Di wilayah ini, hingga Minggu (8/2), banjir melanda Dusun Mensungai dan Dusun Kelumpang, dengan jumlah rumah yang terdampak di Dusun Mensungai 20 rumah dan di Dusun Kelumpang sebanyak 30 rumah dengan rata-rata air di dalam rumah 20 hingga 30 sentimeter. Desa Sungai Kumpai, Kecamatan Teluk Keramat, banjir terjadi di Dusun Semayong. Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat banjir melanda Dusun Sekampung Sabing dan Dusun Sabing Darat. Di Kecamatan Tangaran, banjir melanda Desa Semata, khususnya di Dusun Simpang Empat, Desa Simpang Empat melanda Dusun Simpang Empat, Desa Tangaran, Desa Pancur, Desa Merabuan, Desa Arung Medang, dan Desa Merpati.

Baca Juga :  Warga Terbantu Adanya Khitanan Massal Gratis

Sementara Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP meminta kepada seluruh jajarannya untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, yang hingga Senin (8/2) masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Disampaikan Kapolres, dari data kepolisian, pada Senin (8/2) terjadi banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sejangkung. “Kapolsek Sejangkung bersama Forkopimcam sudah turun melakukan pemantauan terkait kondisi banjir yang terjadi,” kata Kapolres.

Dari data yang ada pada mereka, banjir terjadi di Desa Sepantai, ada sekitar 267 KK terdampak, yakni di Dusun Sepandak (81 KK), Dusun Satai (39 KK), dengan ketinggian air dari permukaan jalan 95 – 176 sentimeter, dan ketinggian air dalam rumah warga sekitar 20 – 80 sentimeter.

Banjir juga terjadi di Desa Semanga, yakni di Dusun Sajingan Kecil melanda sekitar 150 KK terdampak, Senabah (160 KK), Setambah (6 KK), Semakuan (15 KK), dan Desa Perigi Limus, 7 KK.

“Banjir yang terjadi, khususnya di Kecamatan Sejangkung dipengaruhi air pasang rob, curah hujan tinggi dan air kiriman dari Sungai besar Kabupaten Bengkayang. Banjir yang ada juga mengenai lahan pertanian warga, namun untuk sementara warga masih memilih tinggal dirumah masing-masing,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/