alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Kemiskinan, Lingkungan dan Sanitasi Dicurigai Penyebab Stunting di Sambas

SAMBAS-Teknikal Asisten Tim Satuan Tugas Penanganan Stunting diwilayah Kabupaten Sambas, Mustain mengatakan, ada beberapa indikasi yang bisa mengakibatkan anak terlahir stunting di Sambas. Faktor kemiskinan, lingkungan dan sanitasi dicurigai. Namun kepastian dugaan terjadinya stunting baru bisa diketahui setelah dilakukan audit stunting.

“Tugas saya melakukan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Sambas. Ada 19 Kecamatan jadi tanggung jawab saya. Tentunya saya akan bersinergi dengan Pemda Sambas dalam upaya menurunkan angka stunting,” ujar Mustain, Selasa (9/5).

Saat ini, Tim Satuan Tugas Penanganan Stunting bentukan BKKBN Provinsi Kalbar sudah terstruktur kepengurusannya. Sebagai tahap awal, ia sudah mulai melakukan koordinasi dengan beberapa dinas di Sambas. Rencana dalam waktu dekat dia juga akan bertemu Wakil Bupati Sambas yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Stunting.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Rendah, Sambas Keluhkan Stok Vaksin

Menurutnya, ada beberapa indikasi kasus stunting di Sambas. Pertama kemiskinan, lingkungan dan sanitasi. Tiga hal ini menjadi pemicu stunting.

Namun ia belum berani memastikan penyebab stunting di Kabupaten Sambas. Sebab dalam penentuannya perlu dilakukan penelitian dan berbagai tahapan. Setelah kesemuanya dilakukan barulah bisa disimpulkan melalui audit stunting bersama beberapa pihak.

Sebagai TA di Kabupaten Sambas. Ia juga akan mengumpulkan data-data temuan stunting di 19 Kecamatan ini. Koordinasi dengan ujung tombak yaitu Tim Pendamping Keluarga, PKB, PLKB dan petugas lapangan akan dijalankan. Mudah-mudajan kerja bersama ini bisa menurunkan angka stunting di Sambas pada 2024 dengan target presiden 14 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya menyambut baik dengan terbentuknya Satgas Penurunan Stunting dari BKKBN Provinsi Kalbar.

Baca Juga :  Logistik Bantuan, Didistribusikan Ke Korban Banjir di Paloh

Dengan adanya TA penanganan stunting, akan dapat memberi banyak masukan dan pandangan bagi pemerintah dalam upaya dan langkah apa yang harus dilakukan buat menurunkan angka stunting di Sambas.(iza)

SAMBAS-Teknikal Asisten Tim Satuan Tugas Penanganan Stunting diwilayah Kabupaten Sambas, Mustain mengatakan, ada beberapa indikasi yang bisa mengakibatkan anak terlahir stunting di Sambas. Faktor kemiskinan, lingkungan dan sanitasi dicurigai. Namun kepastian dugaan terjadinya stunting baru bisa diketahui setelah dilakukan audit stunting.

“Tugas saya melakukan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Sambas. Ada 19 Kecamatan jadi tanggung jawab saya. Tentunya saya akan bersinergi dengan Pemda Sambas dalam upaya menurunkan angka stunting,” ujar Mustain, Selasa (9/5).

Saat ini, Tim Satuan Tugas Penanganan Stunting bentukan BKKBN Provinsi Kalbar sudah terstruktur kepengurusannya. Sebagai tahap awal, ia sudah mulai melakukan koordinasi dengan beberapa dinas di Sambas. Rencana dalam waktu dekat dia juga akan bertemu Wakil Bupati Sambas yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Stunting.

Baca Juga :  73 SD Belum Miliki Perpustakaan

Menurutnya, ada beberapa indikasi kasus stunting di Sambas. Pertama kemiskinan, lingkungan dan sanitasi. Tiga hal ini menjadi pemicu stunting.

Namun ia belum berani memastikan penyebab stunting di Kabupaten Sambas. Sebab dalam penentuannya perlu dilakukan penelitian dan berbagai tahapan. Setelah kesemuanya dilakukan barulah bisa disimpulkan melalui audit stunting bersama beberapa pihak.

Sebagai TA di Kabupaten Sambas. Ia juga akan mengumpulkan data-data temuan stunting di 19 Kecamatan ini. Koordinasi dengan ujung tombak yaitu Tim Pendamping Keluarga, PKB, PLKB dan petugas lapangan akan dijalankan. Mudah-mudajan kerja bersama ini bisa menurunkan angka stunting di Sambas pada 2024 dengan target presiden 14 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya menyambut baik dengan terbentuknya Satgas Penurunan Stunting dari BKKBN Provinsi Kalbar.

Baca Juga :  Logistik Bantuan, Didistribusikan Ke Korban Banjir di Paloh

Dengan adanya TA penanganan stunting, akan dapat memberi banyak masukan dan pandangan bagi pemerintah dalam upaya dan langkah apa yang harus dilakukan buat menurunkan angka stunting di Sambas.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/