alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Dukung Terlaksananya Inpres Nomor 1

SAMBAS – Pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, diharapkan bisa menyesuaikan terkait dengan tupoksinya masing-masing, untuk memaksimalkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Aruk, Sajingan Besar. Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas, Satono saat melantik dan mengambil sumpah 144 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Sambas, belum lama ini.

“Setumpuk PR pembangunan harus diselesaikan, terutama memaksimalkan Inpres Nomor 1 Tahun 2021, yang harus direalisasikan dua tahun, dan sekarang sudah berjalan kurang lebih delapan bulan,” kata Bupati. Meski itu menjadi program langsung dari Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait, namun di daerah harus proaktif memberikan memfasilitasi segala hal dalam rangka percepatan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sambas. “Terutama bagi pejabat yang baru dilantik, juga harus segera menyesuaikan diri untuk melaksanakan apa yang menjadi tupoksinya masing-masing,” katanya.

Dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw, untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Baca Juga :  Komoditi Sambas Banjiri Malaysia

Tujuan dari Inpres 1/2021 ini adalah untuk mengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan negara, meningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan negara, menyerap tenaga kerja di kawasan perbatasan negara, terutama masyarakat lokal dan masyarakat yang  terdampak Covid-19, serta pemerataan pembangunan dan ekonomi di kawasan perbatasan negara.

Presiden menginstruksikan 10 kementerian melaksanakan 21 program kegiatan di Aruk. Program kegiatan tersebut harus diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun. Di antaranya Kementerian Pertanian yaitu pembangunan pusat pembenihan dan pengembangan kawasan sentra produksi tanaman lada, Pengembangan kawasan Sentra Produksi Tanaman Jeruk yang menerapkan Teknologi Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (BUJANGSETA), Pengembangan budidaya Padi Rawa dan Padi Inbrida, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Tanaman Padi untuk menghasilkan Beras Premium dan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Kelapa.

Kementerian Perindustrian akan melaksanakan program pengembangan area sentra industri lada, pembangunan industri kemasan lada kualitas ekspor, pengembangan industri pengolahan dan kemasan komoditas jeruk, Pengembangan industri pengolahan dan packaging/kemasan komoditas beras sera pengembangan industri pengolahan kelapa di Kawasan Industri Semparuk (KIS).

Baca Juga :  Picu Prestasi Sepak Bola Kalbar

Dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu, pembangunan jalan sejajar perbatasan di Kalimantan Barat, yaitu Temajuk – Aruk – Nanga Badau dan Nanga Era – Batas Kalimantan Timur, Pembangunan Jalan Nasional di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Peningkatan jalan Teluk Atong, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.

Program Kementerian Perdagangan yaitu Pembangunan/revitalisasi pasar rakyat dan Pembangunan Gudang/Depo non-SRG. Di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melaksanakan kegiatan pengembangan jaringan distribusi listrik di kawasan perbatasan Aruk dan Pembangunan SPBU di Aruk.

Kemudian program yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yaitu Peningkatan jalan perbatasan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi (seluler dan internet) serta yaitu Pengembangan terminal barang dan penumpang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan. (fah)

SAMBAS – Pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, diharapkan bisa menyesuaikan terkait dengan tupoksinya masing-masing, untuk memaksimalkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Aruk, Sajingan Besar. Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas, Satono saat melantik dan mengambil sumpah 144 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Sambas, belum lama ini.

“Setumpuk PR pembangunan harus diselesaikan, terutama memaksimalkan Inpres Nomor 1 Tahun 2021, yang harus direalisasikan dua tahun, dan sekarang sudah berjalan kurang lebih delapan bulan,” kata Bupati. Meski itu menjadi program langsung dari Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait, namun di daerah harus proaktif memberikan memfasilitasi segala hal dalam rangka percepatan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sambas. “Terutama bagi pejabat yang baru dilantik, juga harus segera menyesuaikan diri untuk melaksanakan apa yang menjadi tupoksinya masing-masing,” katanya.

Dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw, untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Baca Juga :  Cetak Rekor, Sehari 1.200 Dosis Vaksin Ludes

Tujuan dari Inpres 1/2021 ini adalah untuk mengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan negara, meningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan negara, menyerap tenaga kerja di kawasan perbatasan negara, terutama masyarakat lokal dan masyarakat yang  terdampak Covid-19, serta pemerataan pembangunan dan ekonomi di kawasan perbatasan negara.

Presiden menginstruksikan 10 kementerian melaksanakan 21 program kegiatan di Aruk. Program kegiatan tersebut harus diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun. Di antaranya Kementerian Pertanian yaitu pembangunan pusat pembenihan dan pengembangan kawasan sentra produksi tanaman lada, Pengembangan kawasan Sentra Produksi Tanaman Jeruk yang menerapkan Teknologi Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (BUJANGSETA), Pengembangan budidaya Padi Rawa dan Padi Inbrida, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Tanaman Padi untuk menghasilkan Beras Premium dan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Kelapa.

Kementerian Perindustrian akan melaksanakan program pengembangan area sentra industri lada, pembangunan industri kemasan lada kualitas ekspor, pengembangan industri pengolahan dan kemasan komoditas jeruk, Pengembangan industri pengolahan dan packaging/kemasan komoditas beras sera pengembangan industri pengolahan kelapa di Kawasan Industri Semparuk (KIS).

Baca Juga :  Pastikan Bantuan Tak Tumpang Tindih

Dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu, pembangunan jalan sejajar perbatasan di Kalimantan Barat, yaitu Temajuk – Aruk – Nanga Badau dan Nanga Era – Batas Kalimantan Timur, Pembangunan Jalan Nasional di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Peningkatan jalan Teluk Atong, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.

Program Kementerian Perdagangan yaitu Pembangunan/revitalisasi pasar rakyat dan Pembangunan Gudang/Depo non-SRG. Di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melaksanakan kegiatan pengembangan jaringan distribusi listrik di kawasan perbatasan Aruk dan Pembangunan SPBU di Aruk.

Kemudian program yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yaitu Peningkatan jalan perbatasan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi (seluler dan internet) serta yaitu Pengembangan terminal barang dan penumpang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/