alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Abrasi Ancam Rumah Warga

MATANG TERAP – Abrasi ancam sejumlah rumah warga di Dusun Ramayadi Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan. Bahkan, pada 2018, sudah ada tujuh unit bangunan rumah yang roboh akibat pengikisan daratan oleh gelombang laut.

Warga setempat, Amira, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi salah satu korban robohnya rumah karena terkena abrasi. “Masih ingat dalam benak saya, di mana malam-malam di tahun 2018, rumah roboh karena abrasi,” kata Amira.

Atas kejadian itu, dirinya dan keluarga tak bisa lagi menempati tempat tinggal tersebut, sehingga harus membangun kembali rumah. “Agak mundur sedikit bangunan barunya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Lastika. Dirinya juga mengalami hal yang sama. Perhatian dari pemerintah sangat diharapkan dia untuk bisa menahan gelombang air laut agar tak terus mengikis daratan.

Baca Juga :  Puasa Momentum Ujian Kesabaran

Kepala Desa Jawai Laut, Sudarni, membenarkan apa yang disampaikan sejumlah warga, berkaitan dengan ancaman abrasi yang membahayakan pemukiman tersebut. “(Tahun) 2018 memang benar ada sekitar tujuh unit bangunan rumah ambruk terkena abrasi,” katanya.

Sebagai kepala desa, pihaknya berharap adanya perhatian dari pemerintah secepatnya. Pasalnya, saat ini diungkapkan dia, terdapat sekitar 20 meter jarak dari rumah warga dengan bibir pantai. “Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mencegah abrasi, seperti pembangunan pemecah ombak atau tanggul. Karena sejumlah warga merasa khawatir terkait kondisi yang ada sekarang, karena ada yang rumahnya berjarak sekitar 10 hingga 20 meter,” katanya.

Disampaikannya, pada 2019 sudah ada pengecekan dari tim Pemerintah Provinsi ke lokasi. Namun pihaknya melihat belum ada tindak lanjut dari pengecekan tersebut. “Survei sudah, tapi pelaksanaan memang belum ada. Kami juga tak tahu seperti apa tindak lanjutnya, apakah karena Covid-19, sehingga anggaran refocusing atau seperti apa?” katanya.

Baca Juga :  Sawah di Sambas 43 Ribu Hektare

Padahal, pantai lainnya, seperti di Pemangkat dan Paloh, diakui dia, sudah dibangunkan pemecah ombak ataupun penahan gelombang. “Tapi di Jawai Laut belum,” sesalnya. (fah)

MATANG TERAP – Abrasi ancam sejumlah rumah warga di Dusun Ramayadi Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan. Bahkan, pada 2018, sudah ada tujuh unit bangunan rumah yang roboh akibat pengikisan daratan oleh gelombang laut.

Warga setempat, Amira, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi salah satu korban robohnya rumah karena terkena abrasi. “Masih ingat dalam benak saya, di mana malam-malam di tahun 2018, rumah roboh karena abrasi,” kata Amira.

Atas kejadian itu, dirinya dan keluarga tak bisa lagi menempati tempat tinggal tersebut, sehingga harus membangun kembali rumah. “Agak mundur sedikit bangunan barunya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Lastika. Dirinya juga mengalami hal yang sama. Perhatian dari pemerintah sangat diharapkan dia untuk bisa menahan gelombang air laut agar tak terus mengikis daratan.

Baca Juga :  Sawah di Sambas 43 Ribu Hektare

Kepala Desa Jawai Laut, Sudarni, membenarkan apa yang disampaikan sejumlah warga, berkaitan dengan ancaman abrasi yang membahayakan pemukiman tersebut. “(Tahun) 2018 memang benar ada sekitar tujuh unit bangunan rumah ambruk terkena abrasi,” katanya.

Sebagai kepala desa, pihaknya berharap adanya perhatian dari pemerintah secepatnya. Pasalnya, saat ini diungkapkan dia, terdapat sekitar 20 meter jarak dari rumah warga dengan bibir pantai. “Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mencegah abrasi, seperti pembangunan pemecah ombak atau tanggul. Karena sejumlah warga merasa khawatir terkait kondisi yang ada sekarang, karena ada yang rumahnya berjarak sekitar 10 hingga 20 meter,” katanya.

Disampaikannya, pada 2019 sudah ada pengecekan dari tim Pemerintah Provinsi ke lokasi. Namun pihaknya melihat belum ada tindak lanjut dari pengecekan tersebut. “Survei sudah, tapi pelaksanaan memang belum ada. Kami juga tak tahu seperti apa tindak lanjutnya, apakah karena Covid-19, sehingga anggaran refocusing atau seperti apa?” katanya.

Baca Juga :  HWPL Peringati Perdamaian untuk Menyerukan Upaya Bersama

Padahal, pantai lainnya, seperti di Pemangkat dan Paloh, diakui dia, sudah dibangunkan pemecah ombak ataupun penahan gelombang. “Tapi di Jawai Laut belum,” sesalnya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/