alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Kreasi Nasi Putu Buluh Sampai Nasional

SAMBAS – Nasi putu buluh berbahan dasar singkong dan ubi jalar ungu adalah satu dari empat menu yang disajikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas diajang tingkat nasional sebagai sajian kreasi olahan pangan lokal.

“Kreasi pangan lokal  sudah mendapatkan pengakuan tingkat nasional. Ini berkat dukungan penuh dari TP PKK tingkat kecamatan dan desa dalam mengembangkan pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj Lusyanah Kosasih AMd Far SPd.

Banyaknya potensi pangan yang ada di Kabupaten Sambas mendorong pihaknya untuk berkreasi kemudian memperkenalkan ke masyarakat luas. Seperti adanya pelaksanaan Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (FPL B2SA), agenda tahunan yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Pusat di Sulawesi Tenggara tahun 2019 lalu.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas diwakilkan TP PKK Kecamatan Selakau turut meramaikan FPL B2SA tingkat nasional itu. “Alhamdulillah, kreasi dan inovasi yang dilakukan TP PKK Sambas, pada ajang yang digelar di Lapangan MTQ Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, November 2019 silam, berhasil meraih harapan III secara nasional. Momentum itu satu rangkaian kegiatan dengan peringatan hari Pangan Sedunia ke 39 tahun 2019,” katanya.

Baca Juga :  Keluarkan Sulung Dari Desa Tertinggal 

Di tingkat Kalbar, TP PKK Kabupaten Sambas mendapatkan juara. Kreasi menu yang ditampilkan adalah Paket Lunch Box Gelora Rasa dan mendapat juara harapan III untuk klaster umbi-umbian.

“Bersyukur dan ucapan terima kasih pada ajang tersebut, didukung penuh dari PKK dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas serta Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar. Sehingga ide, kreasi dan inovasi pada pangan lokal membuahkan juara harapan ditingkat nasional,” kata Lusyanah.

Pada paket lunch box Gelora Rasa, menyajikan empat menu diantaranya nasi putu buluh berbahan dasar singkong dan ubi jalar ungu. Menu kedua diberi nama remang berselimut dengan dominasi bahan daging ikan remang dan labu kuning dan Nagesi Tahu, dari tahu dan tepung tapioka. Menu keempat yakni Bobor Sayuran, dengan bahan dari selada, labu siam, daun katuk dan kacang merah. Untuk tambahan dessertnya, pada paket lunch box tersebut berupa buah segar lokal.

Baca Juga :  Pontianak Post Distribusikan Bantuan Beras

Disampaikannya, ke depannya masih banyak tantangan dalam rangka pengolahan pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman. Inovasi makanan kemasan menjadi perhatian. “Hasil penilaian lomba ditingkat nasional, masih banyak yang dapat kami petik point plusnya, masih banyak hal yang perlu kami benahi lagi, termasuk mengenai inovasi makanan kemasan.  Makanan kemasan dari daerah lain pada ajang yang kami ikuti sebelumnya, mereka sangat kompetitif dalam penyajian kemasan, rasa, maupun tampilan bentuk,” katanya. (fah)

SAMBAS – Nasi putu buluh berbahan dasar singkong dan ubi jalar ungu adalah satu dari empat menu yang disajikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas diajang tingkat nasional sebagai sajian kreasi olahan pangan lokal.

“Kreasi pangan lokal  sudah mendapatkan pengakuan tingkat nasional. Ini berkat dukungan penuh dari TP PKK tingkat kecamatan dan desa dalam mengembangkan pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj Lusyanah Kosasih AMd Far SPd.

Banyaknya potensi pangan yang ada di Kabupaten Sambas mendorong pihaknya untuk berkreasi kemudian memperkenalkan ke masyarakat luas. Seperti adanya pelaksanaan Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (FPL B2SA), agenda tahunan yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Pusat di Sulawesi Tenggara tahun 2019 lalu.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas diwakilkan TP PKK Kecamatan Selakau turut meramaikan FPL B2SA tingkat nasional itu. “Alhamdulillah, kreasi dan inovasi yang dilakukan TP PKK Sambas, pada ajang yang digelar di Lapangan MTQ Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, November 2019 silam, berhasil meraih harapan III secara nasional. Momentum itu satu rangkaian kegiatan dengan peringatan hari Pangan Sedunia ke 39 tahun 2019,” katanya.

Baca Juga :  TP-PKK Pontianak: Jadikan Olahan Ikan Bernilai Ekonomis

Di tingkat Kalbar, TP PKK Kabupaten Sambas mendapatkan juara. Kreasi menu yang ditampilkan adalah Paket Lunch Box Gelora Rasa dan mendapat juara harapan III untuk klaster umbi-umbian.

“Bersyukur dan ucapan terima kasih pada ajang tersebut, didukung penuh dari PKK dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas serta Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar. Sehingga ide, kreasi dan inovasi pada pangan lokal membuahkan juara harapan ditingkat nasional,” kata Lusyanah.

Pada paket lunch box Gelora Rasa, menyajikan empat menu diantaranya nasi putu buluh berbahan dasar singkong dan ubi jalar ungu. Menu kedua diberi nama remang berselimut dengan dominasi bahan daging ikan remang dan labu kuning dan Nagesi Tahu, dari tahu dan tepung tapioka. Menu keempat yakni Bobor Sayuran, dengan bahan dari selada, labu siam, daun katuk dan kacang merah. Untuk tambahan dessertnya, pada paket lunch box tersebut berupa buah segar lokal.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sambas Tempuh Jalur Hukum

Disampaikannya, ke depannya masih banyak tantangan dalam rangka pengolahan pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman. Inovasi makanan kemasan menjadi perhatian. “Hasil penilaian lomba ditingkat nasional, masih banyak yang dapat kami petik point plusnya, masih banyak hal yang perlu kami benahi lagi, termasuk mengenai inovasi makanan kemasan.  Makanan kemasan dari daerah lain pada ajang yang kami ikuti sebelumnya, mereka sangat kompetitif dalam penyajian kemasan, rasa, maupun tampilan bentuk,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/