alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pengusaha Warkop Wajib Patuhi Edaran

SAMBAS—Ketua Gugus Tugas Penangan Covid-19 yang juga Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengajak semua lapisan masyarakat semakin memperketat dan meningkatkan kedisiplinan menghadapi kasus pandemi covid 19. Ditemukannya orang tanpa gejala atau OTG juga perlu menjadi kewaspadaan.

Semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha warung kopi, kafe, rumah makan, dan sejenisnya berkewajiban menjaga agar Kabupaten Sambas bisa mempertahankan tingkat kondusifitas pandemi covid 19.

“Sambas berada di antara daerah yang telah terjadi peningkatan kasus, yakni di Kota Singkawang dan Serawak Malaysia. Kondisi ini harus membuat kita semua memperketat dan meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan secara mandiri dan bersama-sama,” kata Atbah saat memimpin langsung sejumlah kegiatan  memberikan arahan kepada pemilik warung kopi dan café di Pemangkat dan kecamatan lainnya, kegiatan dilaksanakan setiap hari dan secara berkala.

Baca Juga :  Lahan Gambut Dusun Subur Terbakar

Atbah menyebutkan, pelaku usaha makanan minuman tidak dilarang melakukan aktivitas bisnisnya. Hanya, diminta mengikuti protokol kesehatan dan penanganan pencegahan penyebaran covid 19. “Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer, menjaga jarak, kebersihan, penggunaan masker,” katanya.

Kemudian diperbolehkan menggelar satu meja dan dua kursi saja. Dan mengutamakan beli bungkus. Ketentuan ini, diharapkan bisa meminimalisir penyebaran covid. Sementara di posisi lain, perekonomian tak mati total. “Semua harus memahami, ini kondisi wabah, semua menjadi tidak normal. Jika kondisi normal, tidak akan pernah ada kebijakan pemerintah melakukan pembatasan ini.

Tolong pengertiannya, pahami bersama, bantu dan dukung pemerintah, agar semua bisa melalui ini sesegera mungkin, agar ini cepat berlalu,” kata Atbah.

Baca Juga :  Pelintas Ke Malaysia, Belum Diperbolehkan

Untuk Orang Dalam Pemantuan atau ODP, di Kabupaten Sambas menyentuh angka 885. Sebarannya, di Kecamatan Selakau 30 orang, Selakau Timur 7, Salatiga 16, Pemangkat 35, Semparuk 41, Tebas 66, Sebawi 36, Sambas 42,  Sajad 63 dan Sejangkung 78.  Kemudian untuk Kecamatan Subah 1 orang, Jawai Selatan 36, Jawai 102, Tekarang 64, Teluk Keramat 154, Tangaran 33, Paloh 43, Galing 32 dan Sajingan Besar 6 orang. (fah)

SAMBAS—Ketua Gugus Tugas Penangan Covid-19 yang juga Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengajak semua lapisan masyarakat semakin memperketat dan meningkatkan kedisiplinan menghadapi kasus pandemi covid 19. Ditemukannya orang tanpa gejala atau OTG juga perlu menjadi kewaspadaan.

Semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha warung kopi, kafe, rumah makan, dan sejenisnya berkewajiban menjaga agar Kabupaten Sambas bisa mempertahankan tingkat kondusifitas pandemi covid 19.

“Sambas berada di antara daerah yang telah terjadi peningkatan kasus, yakni di Kota Singkawang dan Serawak Malaysia. Kondisi ini harus membuat kita semua memperketat dan meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan secara mandiri dan bersama-sama,” kata Atbah saat memimpin langsung sejumlah kegiatan  memberikan arahan kepada pemilik warung kopi dan café di Pemangkat dan kecamatan lainnya, kegiatan dilaksanakan setiap hari dan secara berkala.

Baca Juga :  Lahan Gambut Dusun Subur Terbakar

Atbah menyebutkan, pelaku usaha makanan minuman tidak dilarang melakukan aktivitas bisnisnya. Hanya, diminta mengikuti protokol kesehatan dan penanganan pencegahan penyebaran covid 19. “Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer, menjaga jarak, kebersihan, penggunaan masker,” katanya.

Kemudian diperbolehkan menggelar satu meja dan dua kursi saja. Dan mengutamakan beli bungkus. Ketentuan ini, diharapkan bisa meminimalisir penyebaran covid. Sementara di posisi lain, perekonomian tak mati total. “Semua harus memahami, ini kondisi wabah, semua menjadi tidak normal. Jika kondisi normal, tidak akan pernah ada kebijakan pemerintah melakukan pembatasan ini.

Tolong pengertiannya, pahami bersama, bantu dan dukung pemerintah, agar semua bisa melalui ini sesegera mungkin, agar ini cepat berlalu,” kata Atbah.

Baca Juga :  Bupati Minta Aparat Desa Kompak Bersama Warga

Untuk Orang Dalam Pemantuan atau ODP, di Kabupaten Sambas menyentuh angka 885. Sebarannya, di Kecamatan Selakau 30 orang, Selakau Timur 7, Salatiga 16, Pemangkat 35, Semparuk 41, Tebas 66, Sebawi 36, Sambas 42,  Sajad 63 dan Sejangkung 78.  Kemudian untuk Kecamatan Subah 1 orang, Jawai Selatan 36, Jawai 102, Tekarang 64, Teluk Keramat 154, Tangaran 33, Paloh 43, Galing 32 dan Sajingan Besar 6 orang. (fah)

Most Read

Peduli Wilayah Binaan

Bantuan Hibah Bangun SPN

Waroeng Kite Targetkan Seribu Anggota

Kawal Bantuan Korban Banjir

Artikel Terbaru

/