alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Bupati Sidak Kantor Disdukcapil

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menindaklanjuti informasi warga berkaitan dengan pelayanan pembuatan Administrasi Kependudukan (adminduk). Orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu pun langsung melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Saat tiba Kantor Disdukcapil, Bupati langsung juga menyapa dan berdialog dengan sejumlah warga yang terlihat duduk mengantre. Setelah itu, Atbah menemui Kepala Disdukcapil (Kadisdukcapil), Wahidah. Di kesempatan itu, Atbah meminta Wahidah mengklarifikasi terkait dengan apa yang disampaikan warga.

“Setelah saya bertemu dengan Kadisdukcapil, saya mendapat penjelasan, jika ini bukan niat atau kesengajaan dari Disdukcapil, tapi ini sistem dan terhubung secara online atau dalam jaringan dengan Pemerintah Pusat. Jadi banyak faktor mengapa pelayanan dirasakan begitu lama. Kadisnya sama dengan saya, maunya cepat-cepat mengakomodir permintaan warga dalam mengurus dokumen,” katanya.

Baca Juga :  Distribusi Beras Bantuan Terus Berjalan

Dalam arahannya, pegawai Disdukcapil diminta dia agar benar-benar teliti dalam melakukan pendataan dan entry data ke sistem. Karena jika terjadi kesalahan dalam entry data, diingatkan dia bahwa urusan perbaikan data harus dibawa ke pengadilan. “Saya harap warga bisa memaklumi, dinas (Disdukcapil) juga masih kekurangan SDM, dan ini menjadi perhatian kami. Sekarang, entry data harus benar-benar teliti, warga kami minta lengkapi data yang sebenar-benarnya dan valid, petugas Insyaallah akan meng-entry dengan teliti agar terjadi kesalahan input datanya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Atbah juga berkesempatan secara langsung membagikan KTP maupun dokumen KK yang sudah tercetak kepada warga. Layaknya petugas di Disdukcapil, Bupati memanggil warga yang namanya tercantum pada dokumen kependudukan.

Kadisdukcapil Wahida usai dikunjungi Bupati, mengaku masih banyak yang harus mereka perbaiki dalam memenuhi kepuasan warga atas pelayanan unit kerjanya. “Tapi memang pelayanan adminduk, tergantung juga dengan sistem yang digunakan yang berlaku secara nasional. Semua yang di-input, di-entry, harus disetujui Pusat. Dan itu terkadang memerlukan waktu. Kami juga maunya, begitu kami entry, bisa langsung dicetak. Tetapi cara kerjanya tidak seperti itu, layanan terpengaruh internet, listrik, dan faktor eksternal lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Tahap I, Bantuan Sasar 5 Kecamatan

Sesuai prosedur, dijelaskan dia bahwa 14 hari kerja adminduk akan selesai. Namun, dia menambahkan, semua harus didukung dari persetujuan pusat, ditambah internet serta daya listrik yang lancar. “Telaah dengan baik terlebih dahulu, agar tidak terjadi kesalahan. Kekurangan atau kelebihan titik pada entry data, akibatnya akan fatal, urusan perbaikan akan lebih lama lagi,” pungkasnya. (fah)

SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menindaklanjuti informasi warga berkaitan dengan pelayanan pembuatan Administrasi Kependudukan (adminduk). Orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu pun langsung melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Saat tiba Kantor Disdukcapil, Bupati langsung juga menyapa dan berdialog dengan sejumlah warga yang terlihat duduk mengantre. Setelah itu, Atbah menemui Kepala Disdukcapil (Kadisdukcapil), Wahidah. Di kesempatan itu, Atbah meminta Wahidah mengklarifikasi terkait dengan apa yang disampaikan warga.

“Setelah saya bertemu dengan Kadisdukcapil, saya mendapat penjelasan, jika ini bukan niat atau kesengajaan dari Disdukcapil, tapi ini sistem dan terhubung secara online atau dalam jaringan dengan Pemerintah Pusat. Jadi banyak faktor mengapa pelayanan dirasakan begitu lama. Kadisnya sama dengan saya, maunya cepat-cepat mengakomodir permintaan warga dalam mengurus dokumen,” katanya.

Baca Juga :  Penghargaan untuk Desa Nihil Karhutla

Dalam arahannya, pegawai Disdukcapil diminta dia agar benar-benar teliti dalam melakukan pendataan dan entry data ke sistem. Karena jika terjadi kesalahan dalam entry data, diingatkan dia bahwa urusan perbaikan data harus dibawa ke pengadilan. “Saya harap warga bisa memaklumi, dinas (Disdukcapil) juga masih kekurangan SDM, dan ini menjadi perhatian kami. Sekarang, entry data harus benar-benar teliti, warga kami minta lengkapi data yang sebenar-benarnya dan valid, petugas Insyaallah akan meng-entry dengan teliti agar terjadi kesalahan input datanya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Atbah juga berkesempatan secara langsung membagikan KTP maupun dokumen KK yang sudah tercetak kepada warga. Layaknya petugas di Disdukcapil, Bupati memanggil warga yang namanya tercantum pada dokumen kependudukan.

Kadisdukcapil Wahida usai dikunjungi Bupati, mengaku masih banyak yang harus mereka perbaiki dalam memenuhi kepuasan warga atas pelayanan unit kerjanya. “Tapi memang pelayanan adminduk, tergantung juga dengan sistem yang digunakan yang berlaku secara nasional. Semua yang di-input, di-entry, harus disetujui Pusat. Dan itu terkadang memerlukan waktu. Kami juga maunya, begitu kami entry, bisa langsung dicetak. Tetapi cara kerjanya tidak seperti itu, layanan terpengaruh internet, listrik, dan faktor eksternal lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Ajak Doa Bersama Akhiri Pandemi

Sesuai prosedur, dijelaskan dia bahwa 14 hari kerja adminduk akan selesai. Namun, dia menambahkan, semua harus didukung dari persetujuan pusat, ditambah internet serta daya listrik yang lancar. “Telaah dengan baik terlebih dahulu, agar tidak terjadi kesalahan. Kekurangan atau kelebihan titik pada entry data, akibatnya akan fatal, urusan perbaikan akan lebih lama lagi,” pungkasnya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/