alexametrics
22.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Curah Hujan Tinggi Berlanjut, BPBD Serukan Waspada

SAMBAS – Badan Penanganan Bencana Daerah Kabupaten Sambas menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada. Hal ini melihat potensi curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Yudi menyatakan pihaknya melalui jajaran, sudah diperintahkan untuk menyampaikan kewaspadaan kepada masyarakat. Terutama warga yang tinggal di tepian sungai. “Masyarakat yang rumahnya ditepi aliran sungai, kami imbau untuk tingkatkan kewaspadaan, ditengah potensi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, yang sesuai prakiraan BMKG masih akan berlangsung beberapa hari kedepan,” kata Yudi, Rabu (10/11).

Terutama bagi daerah yang sudah dipetakan masuk dalam kawasan rawan bencana banjir. “Semua berharap banjir tak terjadi, namun sebagai antisipasi warga yang berada di daerah rawan banjir, seperti Kecamatan Sejangkung, Sajingan, Sambas serta beberapa daerah,” katanya.

Kewaspadaan bisa dilakukan dengan menyimpan barang-barang yang rawan terkena air, kemudian amankan aliran listrik yang ada dirumah. “Periksa kabel-kabel yang kemungkinan bisa terkena air, kemudian bisa juga mempersiapkan tempat-tempat untuk menyimpan barang-barang yang rawan terkena air ditempat yang dianggap aman,” katanya.

Baca Juga :  BPBD Paparkan Data Selama Musibah Banjir

Kegiatan bersih-bersih saluran pembuangan air, sebutnya, juga bisa digalakkan dilingkungan tempat tinggal. Sehingga air hujan tak menggenang yang itu menjadi rawan tempat berkembang biak nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. “Laksanakan gotong royong bersih lingkungan tempat tinggal, ini menjadi bagian antisipasi agar air yang ada cepat mengalir tanpa menimbulkan genangan,” katanya.

Sesuai Informasi analisis dan prakiraan Dasarian BMKG Stasiun Klimatologi Mempawah update 10 November 2021 tentang potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat. Dimana curah hujan di pesisir dan hulu masih tinggi, Siaga banjir dan genangan. Analisis curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian 1-10 November 2021 secara umum berkisar antara 100-200 mm/dasarian, sedangkan sifat hujan secara umum bersifat Normal – Atas Normal. Monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat secara umum berada pada kategori Masih Ada Hujan hingga Sangat Pendek (1-5 hari). Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Landak (Sengah Temila) selama 7 hari.

Prospek ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina Lemah, diprakirakan bertahan hingga April 2022. IOD dalam kondisi negatif dan diprakirakan berangsur-angsur netral hingga April 2022. Anomali suhu muka laut disekitar wilayah perairan Kalimantan Barat umumnya lebih hangat dibanding dengan normalnya terutama di wilayah Kalbar bagian selatan. Gerak angin Lapisan 850 mb diprakirakan terjadi belokan angin dan daerah konvergensi di sekitar wilayah Kalbar.

Baca Juga :  BPBD Minta Laporan dari Camat dan Desa

Prakiraan Curah Hujan, Dasarian II (11-20 November 2021) diprakirakan secara umum berkisar antara 50-150 mm/dasarian (Menengah-Tinggi).  Curah hujan berpotensi meningkat pada pertengahan dasarian II November 2021. Curah hujan wilayah Kalimantan Barat bagian pesisir dan hulu diprediksi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Terdapat potensi curah hujan tinggi >150 mm/dasarian di wilayah pesisir Kalbar.

Dampak dan peringatan dini curah hujan tinggi Dasarian II ( 11-20 November 2021) dengan kategori Siaga, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten kota, sepanjang Pesisir Kalbar, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu. Potensi banjir maupun genangan berpotensi terjadi di seluruh Kab./Kota di Kalimantan Barat. Masyarakat Kalbar diimbau untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi tersebut.(fah)

SAMBAS – Badan Penanganan Bencana Daerah Kabupaten Sambas menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada. Hal ini melihat potensi curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sambas, Yudi menyatakan pihaknya melalui jajaran, sudah diperintahkan untuk menyampaikan kewaspadaan kepada masyarakat. Terutama warga yang tinggal di tepian sungai. “Masyarakat yang rumahnya ditepi aliran sungai, kami imbau untuk tingkatkan kewaspadaan, ditengah potensi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, yang sesuai prakiraan BMKG masih akan berlangsung beberapa hari kedepan,” kata Yudi, Rabu (10/11).

Terutama bagi daerah yang sudah dipetakan masuk dalam kawasan rawan bencana banjir. “Semua berharap banjir tak terjadi, namun sebagai antisipasi warga yang berada di daerah rawan banjir, seperti Kecamatan Sejangkung, Sajingan, Sambas serta beberapa daerah,” katanya.

Kewaspadaan bisa dilakukan dengan menyimpan barang-barang yang rawan terkena air, kemudian amankan aliran listrik yang ada dirumah. “Periksa kabel-kabel yang kemungkinan bisa terkena air, kemudian bisa juga mempersiapkan tempat-tempat untuk menyimpan barang-barang yang rawan terkena air ditempat yang dianggap aman,” katanya.

Baca Juga :  TMC Efektif Turunkan Intensitas Hujan

Kegiatan bersih-bersih saluran pembuangan air, sebutnya, juga bisa digalakkan dilingkungan tempat tinggal. Sehingga air hujan tak menggenang yang itu menjadi rawan tempat berkembang biak nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. “Laksanakan gotong royong bersih lingkungan tempat tinggal, ini menjadi bagian antisipasi agar air yang ada cepat mengalir tanpa menimbulkan genangan,” katanya.

Sesuai Informasi analisis dan prakiraan Dasarian BMKG Stasiun Klimatologi Mempawah update 10 November 2021 tentang potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat. Dimana curah hujan di pesisir dan hulu masih tinggi, Siaga banjir dan genangan. Analisis curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian 1-10 November 2021 secara umum berkisar antara 100-200 mm/dasarian, sedangkan sifat hujan secara umum bersifat Normal – Atas Normal. Monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat secara umum berada pada kategori Masih Ada Hujan hingga Sangat Pendek (1-5 hari). Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Landak (Sengah Temila) selama 7 hari.

Prospek ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina Lemah, diprakirakan bertahan hingga April 2022. IOD dalam kondisi negatif dan diprakirakan berangsur-angsur netral hingga April 2022. Anomali suhu muka laut disekitar wilayah perairan Kalimantan Barat umumnya lebih hangat dibanding dengan normalnya terutama di wilayah Kalbar bagian selatan. Gerak angin Lapisan 850 mb diprakirakan terjadi belokan angin dan daerah konvergensi di sekitar wilayah Kalbar.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Konsultasi dengan BPBD Kalbar Bencana di Kabupaten Sambas

Prakiraan Curah Hujan, Dasarian II (11-20 November 2021) diprakirakan secara umum berkisar antara 50-150 mm/dasarian (Menengah-Tinggi).  Curah hujan berpotensi meningkat pada pertengahan dasarian II November 2021. Curah hujan wilayah Kalimantan Barat bagian pesisir dan hulu diprediksi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Terdapat potensi curah hujan tinggi >150 mm/dasarian di wilayah pesisir Kalbar.

Dampak dan peringatan dini curah hujan tinggi Dasarian II ( 11-20 November 2021) dengan kategori Siaga, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten kota, sepanjang Pesisir Kalbar, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu. Potensi banjir maupun genangan berpotensi terjadi di seluruh Kab./Kota di Kalimantan Barat. Masyarakat Kalbar diimbau untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi tersebut.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/