alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

2.039 Pelintas Dikarantina di PLBN Aruk

KALIAU – Karantina lima hari bagi pelintas yang masuk wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, masih terus dilaksanakan. Sejak diberlakukannya pada 20 Maret  hingga sekarang, sudah ada 2.039 orang yang dikarantina.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Fatah Maryunani menyatakan, melalui koordinasi yang baik sejumlah pihak, karantina bagi pelintas di PLBN Aruk masih berlangsung dengan baik dan lancar. “Masih terus dijalankan (program karantina lima hari) untuk pelintas yang masuk Indonesia melalui PLBN Aruk,” kata Fatah, usai memantau secara langsung kondisi di Wisma Aruk, beberapa waktu lalu.

Sejak diberlakukannya program karantina lima hari di PLBN Aruk, diungkapkan dia bahwa hingga sekarang, sudah ada 2.039 orang menjalani proses karantina. Dari jumlah tersebut, sampai dengan kemarin (11/4), menurut dia, masih ada sekitar 400-an orang dikarantina. “Kalau sampai dengan Minggu (11/4), ada sekitar 400-an orang yang masih menjalani karantina. Baik itu di Wisma PLBN Aruk maupun di Kantor Diklat BKD Sambas,” katanya.

Sementara itu, diungkapkan dia, sampai saat ini, sudah ada sembilan orang pelintas yang dinyatakan positif Covid-19. Kepada mereka dipastikan dia, sudah menjalani proses penanganan di RS yang sudah disiapkan. “Terbaru, ada satu orang yang terkonfirmasi Covid-19, dan saat ini sedang dirawat di RS Pratama Kecamatan Teluk Keramat,” katanya.

Baca Juga :  Harus Dukung Pembangunan di Desa

Diperkirakan dia, jumlah yang ada akan terus bertambah. Terutama, menurut dia, menjelang Ramadan hingga menghadapi Idulfitri 2021 mendatang. Pihaknya pun menyikapinya bersama instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, dengan terus melaksanakan tugas di PLBN Aruk. “Program karantina ini, nantinya akan terus berlangsung saat menjelang Ramadan hingga menghadapi Idulfitri, dan ini sesuai dengan arahan Ketua Satgas Perbatasan,” katanya.

Petugas di Wisma Aruk, Kapten Aris mengatakan, dalam proses karantina yang sedang berlangsung, diberlakukan bagi seluruh pelintas. “Siapa saja yang masuk Indonesia melalui PLBN Aruk, akan dikarantina, dan yang sudah menjalani hingga sekarang ini, tak hanya warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, namun sejumlah warga dari provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta daerah lain juga ada,” katanya.

Baca Juga :  Gudang Bahan Bangunan Terbakar

Aris pun menjelaskan prosedur yang ditetapkan dalam proses karantina. Di mana, ketika ada pelintas masuk di PLBN Aruk, akan mereka periksa kesehatannya melalui petugas kesehatan Dinas Kesehatan dan Karantina Kesehatan. Selanjutnya mereka akan membawanya ke tempat karantina yang sudah ditetapkan. Dalam masa itu, nantinya pelintas yang sudah dikarantina, akan mereka cek kembali kesehatannya. Jika memang ditemukan terkonfirmasi positif, mereka akan merawatnya dengan merujuk ke RS yang sudah disiapkan.

“Kami setiap hari bersama dengan warga yang dikarantina melaksanakan aktivitas seperti olahraga, atau lainnya untuk menghilangkan kebosanan,” katanya. Penempatan warga yang dikarantina pun dipisahkan mereka, yakni bagi yang baru akan ditempatkan tersendiri dan tak digabungkan dengan yang sudah beberapa hari. Kemudian dalam prosesnya dipastikan dia, akan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Sri, salah satu warga dari Provinsi Jawa Barat mengaku sudah beberapa hari berada di Wisma Aruk menjalani karantina. Dirinya pun mengaku segala pelayanan, termasuk konsumsi yang disiapkan, cukup baik. “Senang dengan sarana dan pelayanan yang diberikan,” katanya. (fah)

KALIAU – Karantina lima hari bagi pelintas yang masuk wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, masih terus dilaksanakan. Sejak diberlakukannya pada 20 Maret  hingga sekarang, sudah ada 2.039 orang yang dikarantina.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Fatah Maryunani menyatakan, melalui koordinasi yang baik sejumlah pihak, karantina bagi pelintas di PLBN Aruk masih berlangsung dengan baik dan lancar. “Masih terus dijalankan (program karantina lima hari) untuk pelintas yang masuk Indonesia melalui PLBN Aruk,” kata Fatah, usai memantau secara langsung kondisi di Wisma Aruk, beberapa waktu lalu.

Sejak diberlakukannya program karantina lima hari di PLBN Aruk, diungkapkan dia bahwa hingga sekarang, sudah ada 2.039 orang menjalani proses karantina. Dari jumlah tersebut, sampai dengan kemarin (11/4), menurut dia, masih ada sekitar 400-an orang dikarantina. “Kalau sampai dengan Minggu (11/4), ada sekitar 400-an orang yang masih menjalani karantina. Baik itu di Wisma PLBN Aruk maupun di Kantor Diklat BKD Sambas,” katanya.

Sementara itu, diungkapkan dia, sampai saat ini, sudah ada sembilan orang pelintas yang dinyatakan positif Covid-19. Kepada mereka dipastikan dia, sudah menjalani proses penanganan di RS yang sudah disiapkan. “Terbaru, ada satu orang yang terkonfirmasi Covid-19, dan saat ini sedang dirawat di RS Pratama Kecamatan Teluk Keramat,” katanya.

Baca Juga :  Penyuluh KB Mesti Profesional

Diperkirakan dia, jumlah yang ada akan terus bertambah. Terutama, menurut dia, menjelang Ramadan hingga menghadapi Idulfitri 2021 mendatang. Pihaknya pun menyikapinya bersama instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, dengan terus melaksanakan tugas di PLBN Aruk. “Program karantina ini, nantinya akan terus berlangsung saat menjelang Ramadan hingga menghadapi Idulfitri, dan ini sesuai dengan arahan Ketua Satgas Perbatasan,” katanya.

Petugas di Wisma Aruk, Kapten Aris mengatakan, dalam proses karantina yang sedang berlangsung, diberlakukan bagi seluruh pelintas. “Siapa saja yang masuk Indonesia melalui PLBN Aruk, akan dikarantina, dan yang sudah menjalani hingga sekarang ini, tak hanya warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, namun sejumlah warga dari provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta daerah lain juga ada,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Pemangkat Miliki Ruang Isolasi Khusus Covid 19

Aris pun menjelaskan prosedur yang ditetapkan dalam proses karantina. Di mana, ketika ada pelintas masuk di PLBN Aruk, akan mereka periksa kesehatannya melalui petugas kesehatan Dinas Kesehatan dan Karantina Kesehatan. Selanjutnya mereka akan membawanya ke tempat karantina yang sudah ditetapkan. Dalam masa itu, nantinya pelintas yang sudah dikarantina, akan mereka cek kembali kesehatannya. Jika memang ditemukan terkonfirmasi positif, mereka akan merawatnya dengan merujuk ke RS yang sudah disiapkan.

“Kami setiap hari bersama dengan warga yang dikarantina melaksanakan aktivitas seperti olahraga, atau lainnya untuk menghilangkan kebosanan,” katanya. Penempatan warga yang dikarantina pun dipisahkan mereka, yakni bagi yang baru akan ditempatkan tersendiri dan tak digabungkan dengan yang sudah beberapa hari. Kemudian dalam prosesnya dipastikan dia, akan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Sri, salah satu warga dari Provinsi Jawa Barat mengaku sudah beberapa hari berada di Wisma Aruk menjalani karantina. Dirinya pun mengaku segala pelayanan, termasuk konsumsi yang disiapkan, cukup baik. “Senang dengan sarana dan pelayanan yang diberikan,” katanya. (fah)

Most Read

Ingin Terus Bermanfaat Untuk Masyarakat

Tiga Pasien Sembuh

Pantau Pasar Juadah

Artikel Terbaru

/