alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

53 Remaja Sambas Ikuti GenRe Ceria, Edukasi Virtual Senjata Informasi di Tengah Covid

SAMBAS-Sebanyak 53 remaja perwakilan dari Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) di Kabupaten Sambas mengikuti kegiatan Genre Ceria 2020, Sabtu (12/9).

Berbeda dengan tahun sebelumnya. GenRe ceria di tahun ini dalam suasana pandemi covid-19. Memegang protokol kesehatan, pemberian edukasinya juga dilakukan dengan cara-cara virtual.

Penanggung Jawab Program Ketahanan Remaja BKKBN Kalimantan Barat, Elsi menuturkan kegiatan GenRe ceria 2020 ini merupakan tahun ke dua. Total ada 53 remaja dari perwakilan PIK R di Kabupaten Sambas dilibatkan. “Masing-masing PIK R mengirimkan dua utusan,” terang Elsi.

Kegiatan tahun ini melibatkan mitra. Turut hadir Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, Anggota DPR RI Komisi IX, Alifudin dan Kepala BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton yang menjadi pemateri di talk show bertemakan sosialisasi program pembangunan keluarga.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Mulai Bulan Depan

Di tengah suasana pandemi covid-19, pemberian edukasi kata Elsi juga menerapkan protokol Kesehatan. Ia melanjutkan juga terdapat beberapa kegiatan lomba disana, yaitu lomba video, vlog dan kuis. Kesemuanya itu sebagai ajang sosialisasi di tengah covid.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Hendi Wijaya mengatakan kegiatan GenRe Ceria 2020 ini merupakan kerja sama Pemda Sambas dengan BKKBN Kalbar.

Secara keseluruhan adanya kegiatan yang melibatkan remaja Sambas sangat bagus. Di zaman seperti ini, remaja sangat rentan terpapar pengaruh luar. Utamanya narkoba, seks bebas dan menikah dini.

Ia tak menutupi. Tiga perkara ini terjadi di Sambas. “Makanya saya bersyukur acara ini diselenggarakan di sini. Di sini mereka mendapat pembekalan informasi tentang remaja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ngumpul di Keramaian, Jangan Lupa Maskeran

Di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan GenRe Ceria pandangan Hendi juga telah menerapkan protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, iapun meminta para remaja untuk menjalankan kebiasaan baru. Yaitu pakai makser, bekal handsanitizer dan jaga jarak.

Iapun berharap usai dari pelatihan ini, para remaja bisa menjadi konselor dan menyampaikan pesan ini kepada remaja lainnya.

Salah satu peserta GenRe Ceria 2020, Yulita Selawati melihat, kegiatan ini bisa menjadi motivasi diri untuk mengenal apa itu GenRe. “Ini juga bisa menjadi motivasi sebagai remaja untuk menjauhi tiga hal. Yaitu tidak menikah muda, jauhi seks bebas dan tidak narkoba,” ungkapnya.(iza)

SAMBAS-Sebanyak 53 remaja perwakilan dari Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) di Kabupaten Sambas mengikuti kegiatan Genre Ceria 2020, Sabtu (12/9).

Berbeda dengan tahun sebelumnya. GenRe ceria di tahun ini dalam suasana pandemi covid-19. Memegang protokol kesehatan, pemberian edukasinya juga dilakukan dengan cara-cara virtual.

Penanggung Jawab Program Ketahanan Remaja BKKBN Kalimantan Barat, Elsi menuturkan kegiatan GenRe ceria 2020 ini merupakan tahun ke dua. Total ada 53 remaja dari perwakilan PIK R di Kabupaten Sambas dilibatkan. “Masing-masing PIK R mengirimkan dua utusan,” terang Elsi.

Kegiatan tahun ini melibatkan mitra. Turut hadir Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, Anggota DPR RI Komisi IX, Alifudin dan Kepala BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton yang menjadi pemateri di talk show bertemakan sosialisasi program pembangunan keluarga.

Baca Juga :  Magabutri Sambas Bantu 650 Kacamata Pelindung 

Di tengah suasana pandemi covid-19, pemberian edukasi kata Elsi juga menerapkan protokol Kesehatan. Ia melanjutkan juga terdapat beberapa kegiatan lomba disana, yaitu lomba video, vlog dan kuis. Kesemuanya itu sebagai ajang sosialisasi di tengah covid.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Hendi Wijaya mengatakan kegiatan GenRe Ceria 2020 ini merupakan kerja sama Pemda Sambas dengan BKKBN Kalbar.

Secara keseluruhan adanya kegiatan yang melibatkan remaja Sambas sangat bagus. Di zaman seperti ini, remaja sangat rentan terpapar pengaruh luar. Utamanya narkoba, seks bebas dan menikah dini.

Ia tak menutupi. Tiga perkara ini terjadi di Sambas. “Makanya saya bersyukur acara ini diselenggarakan di sini. Di sini mereka mendapat pembekalan informasi tentang remaja,” ungkapnya.

Baca Juga :  In Memoriam A Halim R  

Di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan GenRe Ceria pandangan Hendi juga telah menerapkan protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, iapun meminta para remaja untuk menjalankan kebiasaan baru. Yaitu pakai makser, bekal handsanitizer dan jaga jarak.

Iapun berharap usai dari pelatihan ini, para remaja bisa menjadi konselor dan menyampaikan pesan ini kepada remaja lainnya.

Salah satu peserta GenRe Ceria 2020, Yulita Selawati melihat, kegiatan ini bisa menjadi motivasi diri untuk mengenal apa itu GenRe. “Ini juga bisa menjadi motivasi sebagai remaja untuk menjauhi tiga hal. Yaitu tidak menikah muda, jauhi seks bebas dan tidak narkoba,” ungkapnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/