alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Tunda Surat Berlayar jika Cuaca Ekstrem

SAMBAS – Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sintete terus memberikan informasi kepada pelayar terkait perkembangan cuaca dan gelombang laut. Bahkan, surat berlayar akan ditunda atau tak diberikan mereka jika cuaca ekstrem dalam upaya melindungi pelayaran.

Kepala KSOP Sintete, Yuli Indrawanto mengatakan, menindaklanjuti maklumat pelayaran dari Kementerian Perhubungan serta adanya informasi prakiraan cuaca dan gelombang dari BMKG, maka setiap kapal yang akan berangkat akan mendapatkan peringatan jika cuaca dan gelombang laut berbahaya.

“Kalau informasi cuaca dari BMKG biasanya berlaku selama tujuh hari. Jadi kami akan berikan peringatan kepada pelayar kalau cuaca dan gelombang berbahaya untuk aktivitas pelayaran,” kata Indra, baru-baru ini.

Baca Juga :  Serahkan Kartu Tani, Wabup Harap Petani Bersemangat

Jika cuaca ekstrem, pihaknya akan menunda izin berlayar. “Kalau kondisi masih aman, kami langsung terbitkan surat berlayar. Namun kalau cuaca berbahaya, bisa saja kami menunda dulu atau tak menerbitkan surat berlayar. Ini dilakukan sebagai upaya melindungi pelayar, karena lebih baik tak berlayar jika tak sampai,” katanya.

Pelayar, sebutnya, saat ini juga bisa langsung secara online mendapatkan laporan prakiraan cuaca. Sehingga mereka bisa secara langsung mengetahui kondisi cuaca dan gelombang laut. “Kalaupun aman berlayar, kami juga tetap mengimbau kepada pelayar untuk mematuhi segala peraturan untuk berlayar,” katanya.

Di Pelabuhan Sintete, sebutnya, setiap hari masih ada sekitar dua hingga tiga kapal yang berlabuh. “Kalau setiap hari, kapal yang masuk di wilayah KSOP Sintete, bisa dua tau tiga kapal atau dalam satu bulan kurang lebih ada 70 hingga 80 kapal yang keluar masuk,” katanya.

Baca Juga :  PKM Poltesa Bantu Komposer Anaerob

Saat ini, sebutnya, cuaca dan gelombang laut masih memungkinkan untuk aktivitas berlayar. Hanya saja, setiap saat, diingatkan dia bahwa kondisi akan berubah, sehingga imbauan kepada pelayar akan dilakukan. “Kami akan menyampaikan ke pelayar jika ada perkembangan laporan cuaca dan gelombang dari BMKG. Termasuk kami mengimbau agar pelayar tetap mematuhi ketentuan saat berlayar,” katanya. (fah)

SAMBAS – Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sintete terus memberikan informasi kepada pelayar terkait perkembangan cuaca dan gelombang laut. Bahkan, surat berlayar akan ditunda atau tak diberikan mereka jika cuaca ekstrem dalam upaya melindungi pelayaran.

Kepala KSOP Sintete, Yuli Indrawanto mengatakan, menindaklanjuti maklumat pelayaran dari Kementerian Perhubungan serta adanya informasi prakiraan cuaca dan gelombang dari BMKG, maka setiap kapal yang akan berangkat akan mendapatkan peringatan jika cuaca dan gelombang laut berbahaya.

“Kalau informasi cuaca dari BMKG biasanya berlaku selama tujuh hari. Jadi kami akan berikan peringatan kepada pelayar kalau cuaca dan gelombang berbahaya untuk aktivitas pelayaran,” kata Indra, baru-baru ini.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Menyalurkan 13.510 Ton Beras untuk Korban Banjir di Sambas

Jika cuaca ekstrem, pihaknya akan menunda izin berlayar. “Kalau kondisi masih aman, kami langsung terbitkan surat berlayar. Namun kalau cuaca berbahaya, bisa saja kami menunda dulu atau tak menerbitkan surat berlayar. Ini dilakukan sebagai upaya melindungi pelayar, karena lebih baik tak berlayar jika tak sampai,” katanya.

Pelayar, sebutnya, saat ini juga bisa langsung secara online mendapatkan laporan prakiraan cuaca. Sehingga mereka bisa secara langsung mengetahui kondisi cuaca dan gelombang laut. “Kalaupun aman berlayar, kami juga tetap mengimbau kepada pelayar untuk mematuhi segala peraturan untuk berlayar,” katanya.

Di Pelabuhan Sintete, sebutnya, setiap hari masih ada sekitar dua hingga tiga kapal yang berlabuh. “Kalau setiap hari, kapal yang masuk di wilayah KSOP Sintete, bisa dua tau tiga kapal atau dalam satu bulan kurang lebih ada 70 hingga 80 kapal yang keluar masuk,” katanya.

Baca Juga :  Peduli di Tengah Pandemi, Sampaikan Bingkisan ke Nakes

Saat ini, sebutnya, cuaca dan gelombang laut masih memungkinkan untuk aktivitas berlayar. Hanya saja, setiap saat, diingatkan dia bahwa kondisi akan berubah, sehingga imbauan kepada pelayar akan dilakukan. “Kami akan menyampaikan ke pelayar jika ada perkembangan laporan cuaca dan gelombang dari BMKG. Termasuk kami mengimbau agar pelayar tetap mematuhi ketentuan saat berlayar,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/