alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Tiga Desa Raih Penghargaan

SAMBAS – Tiga desa di Kabupaten Sambas menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) atas prestasinya dalam pengelolaan pajak daerah. Tiga desa tersebut yakni Desa Merabuan, Pancur, dan Merpati karena sudah merealisasikan pendapatan pajak sebesar 100 persen. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan saat Penyampaian SPPT PBB P2 Kabupaten Sambas Tahun 2021, Senin (12/4).

Kemudian penghargaan juga diberikan kepada desa dengan penerimaan pajak sebesar Rp50 juta ke atas, yakni Desa Pemangkat Kota, Saing Rambi, Lonam, dan Durian. Selanjutnya, untuk kecamatan yang sudah merealisasikan 90 persen yakni Kecamatan Sejangkung, Tangaran, Sajad, dan Tekarang. Sementara itu, untuk pihak swasta yakni hotel dan restoran yang menerima penghargaan adalah Hotel Sambas Indah, Pantura Jaya, Sambas Terigas, Camar Bulan Resort, Bedar Resto Café, RM Bundo Kanduang, RM Elok, RM Kite, dan Rambi resto café.

Baca Juga :  Kapolres Terima Penghargaan

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyatakan intensifikasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2021 dapat meningkatkan komitmen semua, untuk peningkatan penerimaan pajak daerah secara sistematis, terpadu, dan berkesinambungan, menuju Kabupaten Sambas yang maju mandiri dan sejahtera. “Sesuai amanat UU, daerah diminta menggali potensi pajak daerah dan retribusi daerah yang ada di daerah masing-masing. Dalam mewujudkannya, semua pihak saling bersinergi meningkatkan pendapatan asli daerah untuk pembangunan masyarakat Kabupaten Sambas,” kata Bupati.

Menurut dia, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. “Saya minta kepada pihak terkait, dapat menyampaikan data objek pajak yang paling sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Saya berkeyakinan bahwa pendapatan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang Apabila semua pihak berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya nyata seperti pemutakhiran data subjek dan objek pajak, melakukan inovasi-inovasi dalam pengelolaan pajak daerah, misalnya penerapan teknologi baik pada tahap pendaftaran, pembayaran pajak,” katanya.

Baca Juga :  Pangdam Berikan Penghargaan bagi Atlet Berprestasi

Disampaikan Atbah, untuk pajak bumi dan bangunan (PBB), kondisi saat ini menunjukkan bahwa nilai jual objek pajak yang ditetapkan masih jauh dari harga pasar. Di 2021, Pemkab melalui Bakeuda telah melakukan upaya secara bertahap, sehingga nantinya PBB P2 akan mendekati harga pasar.

Kepala Bakeuda Kabupaten Sambas, Robi mengatakan pendapatan asli daerah merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang salah satu di antaranya adalah sektor pajak pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. “Ini merupakan salah satu dari sembilan sektor pajak yang potensial dan tetap bertahan dari waktu ke waktu, dan ini terbukti pendapatnya terus meningkat selama 3 tahun terakhir,” kata Robi. Mengenai PBB, pihaknya melakukan penyesuaian nilai jual objek pajak agar nilai jual objek pajak bisa sesuai pasar. (fah)

SAMBAS – Tiga desa di Kabupaten Sambas menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) atas prestasinya dalam pengelolaan pajak daerah. Tiga desa tersebut yakni Desa Merabuan, Pancur, dan Merpati karena sudah merealisasikan pendapatan pajak sebesar 100 persen. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan saat Penyampaian SPPT PBB P2 Kabupaten Sambas Tahun 2021, Senin (12/4).

Kemudian penghargaan juga diberikan kepada desa dengan penerimaan pajak sebesar Rp50 juta ke atas, yakni Desa Pemangkat Kota, Saing Rambi, Lonam, dan Durian. Selanjutnya, untuk kecamatan yang sudah merealisasikan 90 persen yakni Kecamatan Sejangkung, Tangaran, Sajad, dan Tekarang. Sementara itu, untuk pihak swasta yakni hotel dan restoran yang menerima penghargaan adalah Hotel Sambas Indah, Pantura Jaya, Sambas Terigas, Camar Bulan Resort, Bedar Resto Café, RM Bundo Kanduang, RM Elok, RM Kite, dan Rambi resto café.

Baca Juga :  Aspirasi Anak dari Perbatasan Indonesia-Malaysia

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyatakan intensifikasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2021 dapat meningkatkan komitmen semua, untuk peningkatan penerimaan pajak daerah secara sistematis, terpadu, dan berkesinambungan, menuju Kabupaten Sambas yang maju mandiri dan sejahtera. “Sesuai amanat UU, daerah diminta menggali potensi pajak daerah dan retribusi daerah yang ada di daerah masing-masing. Dalam mewujudkannya, semua pihak saling bersinergi meningkatkan pendapatan asli daerah untuk pembangunan masyarakat Kabupaten Sambas,” kata Bupati.

Menurut dia, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. “Saya minta kepada pihak terkait, dapat menyampaikan data objek pajak yang paling sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Saya berkeyakinan bahwa pendapatan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang Apabila semua pihak berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya nyata seperti pemutakhiran data subjek dan objek pajak, melakukan inovasi-inovasi dalam pengelolaan pajak daerah, misalnya penerapan teknologi baik pada tahap pendaftaran, pembayaran pajak,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Terima Penghargaan

Disampaikan Atbah, untuk pajak bumi dan bangunan (PBB), kondisi saat ini menunjukkan bahwa nilai jual objek pajak yang ditetapkan masih jauh dari harga pasar. Di 2021, Pemkab melalui Bakeuda telah melakukan upaya secara bertahap, sehingga nantinya PBB P2 akan mendekati harga pasar.

Kepala Bakeuda Kabupaten Sambas, Robi mengatakan pendapatan asli daerah merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang salah satu di antaranya adalah sektor pajak pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. “Ini merupakan salah satu dari sembilan sektor pajak yang potensial dan tetap bertahan dari waktu ke waktu, dan ini terbukti pendapatnya terus meningkat selama 3 tahun terakhir,” kata Robi. Mengenai PBB, pihaknya melakukan penyesuaian nilai jual objek pajak agar nilai jual objek pajak bisa sesuai pasar. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/