alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Evi Berharap Adanya Mukjizat, Hairiah Temui Istri Korban SJ 182

SAMBAS – Evi, Warga Dusun Semparuk Sebangkau Desa Semparuk Kecamatan Semparuk berharap adanya mukjizat atas musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182. Harapan tersebut disampaikannya lantaran suaminya, yang bernama Kolisun merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut. “Saya mengharapkan adanya mukjizat dari Allah SWT, sehingga kabar baik dari Mas Kolisun (suaminya-red) bisa saya dengar,” kata Evi, usai menggelar doa bersama dan pembacaan surat Yasin di kediamannya, Selasa (12/1) malam.

Diceritakan Evi, dirinya dan suaminya memiliki usaha berjualan keliling keperluan rumah tangga berbahan plastik termasuk pot ataupun ember dan lain-lain dengan menggunakan kendaraan. Saat itu pergi ke Jakarta untuk mencari agen yang bisa menyuplai usahanya. Setelah selesai, pada Sabtu (9/1), akan pulang ke Sambas dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 182.

“Saat akan pulang, suami masih kontak melalui smartphone. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya. Komunikasi tersebut, menjadi kontak terakhir sebelum pesawat lepas landas. Tetapi setelah beberapa lama, tak ada lagi kontak, ditelepon juga tidak tersambung. Dirinya pun lantas membuka Facebook, dan di media sosial tersiar kabar adanya pesawat Sriwijaya SJ 182 Jakarta – Pontianak hilang kontak. “Setelah melihat informasi dari FB, saya juga didatangi dan dihubungi kawan-kawan, kalau ada pesawat hilang kontak,” katanya. Hingga akhirnya dirinya mengetahui jika pesawat yang hilang kontak itu merupakan pesawat yang ditumpangi sang suami. Kolisun, pria kelahiran Jawa Tengah ini dikenal ramah dan suka bergaul. Sudah kurang lebih 15 tahun, dia tinggal di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  TRAGEDI SJ-182 Ajak Masyarakat Doakan Korban

Ketika ditanya untuk perkembangan kabar suaminya, Evi menyebutkan saat ini sudah dibuatkan grup WA oleh pihak Sriwijaya, yang disitu akan dishare kabar terbaru terkait penanganan pesawat yang mengalami kecelakaan. “Sudah dimasukkan di grup WA Sriwijaya, yang disitu berisikan seluruh keluarga penumpang Sriwijaya SJ 182 bersama dengan pihak Sriwijaya. Setiap perkembangan akan dishare sehingga kami sebagai keluarga akan tahu,” katanya.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan dirinya bersama dengan Asisten 3 Setda Sambas, Camat dan Kepala Desa Semparuk, sudah bersilaturahim ke kediaman Evi yang merupakan istri dari Kolisun, salah satu penumpang Sriwijaya SJ 182 Jakarta – Pontianak yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1) lalu. “Kami atas nama Pemkab Sambas, menyampaikan rasa duka mendalam kepada Evi, yang suaminya merupakan salah satu penumpang Sriwijaya yang mengalami kecelakaan,” kata Wabup Sambas, Rabu (13/1).

Baca Juga :  Kerabat Masih Berharap Korban Bisa Selamat

Saat datang ke kediaman Evi, sebutnya, suasana duka masih menyelimuti keluarga. Terlebih ketika anak yang masih kecil (anak ketiga) yang sering mempertanyakan kapan kepulangan sang bapak. “Evi masih berduka, namun saya yakin dia tegar. Hanya memang anak yang paling kecil, belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sering bertanya kepada ibunya, kapan bapaknya pulang,” katanya.

Pemkab Sambas melalui Kecamatan dan desa, sebut Hairiah, akan berupaya memfasilitasi keluarga korban jika diperlukan. “Kalau nanti ada pihak Sriwijaya atau pihak manapun memerlukan kehadiran Evi dan keluarga untuk kepentingan administrasi atau lainnya, kami dari Pemkab Sambas melalui kecamatan dan desa akan memfasilitasi,” katanya.

Dikesempatan itu, Hairiah mewakili Pemkab Sambas menyampaikan ungkapan duka mendalam. Kepada Evi, harus tegar menghadapi musibah ini, dan harus tegas demi tiga anak hasil pernikahan dengan Kolisun. Sebelumnya, Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han bersama rombongan juga sudah mengunjungi keluarga Kolisun.(fah)

SAMBAS – Evi, Warga Dusun Semparuk Sebangkau Desa Semparuk Kecamatan Semparuk berharap adanya mukjizat atas musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182. Harapan tersebut disampaikannya lantaran suaminya, yang bernama Kolisun merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut. “Saya mengharapkan adanya mukjizat dari Allah SWT, sehingga kabar baik dari Mas Kolisun (suaminya-red) bisa saya dengar,” kata Evi, usai menggelar doa bersama dan pembacaan surat Yasin di kediamannya, Selasa (12/1) malam.

Diceritakan Evi, dirinya dan suaminya memiliki usaha berjualan keliling keperluan rumah tangga berbahan plastik termasuk pot ataupun ember dan lain-lain dengan menggunakan kendaraan. Saat itu pergi ke Jakarta untuk mencari agen yang bisa menyuplai usahanya. Setelah selesai, pada Sabtu (9/1), akan pulang ke Sambas dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 182.

“Saat akan pulang, suami masih kontak melalui smartphone. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya. Komunikasi tersebut, menjadi kontak terakhir sebelum pesawat lepas landas. Tetapi setelah beberapa lama, tak ada lagi kontak, ditelepon juga tidak tersambung. Dirinya pun lantas membuka Facebook, dan di media sosial tersiar kabar adanya pesawat Sriwijaya SJ 182 Jakarta – Pontianak hilang kontak. “Setelah melihat informasi dari FB, saya juga didatangi dan dihubungi kawan-kawan, kalau ada pesawat hilang kontak,” katanya. Hingga akhirnya dirinya mengetahui jika pesawat yang hilang kontak itu merupakan pesawat yang ditumpangi sang suami. Kolisun, pria kelahiran Jawa Tengah ini dikenal ramah dan suka bergaul. Sudah kurang lebih 15 tahun, dia tinggal di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :   Midji Minta Semua Korban Teridentifikasi

Ketika ditanya untuk perkembangan kabar suaminya, Evi menyebutkan saat ini sudah dibuatkan grup WA oleh pihak Sriwijaya, yang disitu akan dishare kabar terbaru terkait penanganan pesawat yang mengalami kecelakaan. “Sudah dimasukkan di grup WA Sriwijaya, yang disitu berisikan seluruh keluarga penumpang Sriwijaya SJ 182 bersama dengan pihak Sriwijaya. Setiap perkembangan akan dishare sehingga kami sebagai keluarga akan tahu,” katanya.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan dirinya bersama dengan Asisten 3 Setda Sambas, Camat dan Kepala Desa Semparuk, sudah bersilaturahim ke kediaman Evi yang merupakan istri dari Kolisun, salah satu penumpang Sriwijaya SJ 182 Jakarta – Pontianak yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1) lalu. “Kami atas nama Pemkab Sambas, menyampaikan rasa duka mendalam kepada Evi, yang suaminya merupakan salah satu penumpang Sriwijaya yang mengalami kecelakaan,” kata Wabup Sambas, Rabu (13/1).

Baca Juga :  Hari Itu, Tak seperti Biasanya, Oke Lupa Mengabari Keluarga

Saat datang ke kediaman Evi, sebutnya, suasana duka masih menyelimuti keluarga. Terlebih ketika anak yang masih kecil (anak ketiga) yang sering mempertanyakan kapan kepulangan sang bapak. “Evi masih berduka, namun saya yakin dia tegar. Hanya memang anak yang paling kecil, belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sering bertanya kepada ibunya, kapan bapaknya pulang,” katanya.

Pemkab Sambas melalui Kecamatan dan desa, sebut Hairiah, akan berupaya memfasilitasi keluarga korban jika diperlukan. “Kalau nanti ada pihak Sriwijaya atau pihak manapun memerlukan kehadiran Evi dan keluarga untuk kepentingan administrasi atau lainnya, kami dari Pemkab Sambas melalui kecamatan dan desa akan memfasilitasi,” katanya.

Dikesempatan itu, Hairiah mewakili Pemkab Sambas menyampaikan ungkapan duka mendalam. Kepada Evi, harus tegar menghadapi musibah ini, dan harus tegas demi tiga anak hasil pernikahan dengan Kolisun. Sebelumnya, Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han bersama rombongan juga sudah mengunjungi keluarga Kolisun.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/