alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Polres Ungkap 1 Kilogram Sabu

SAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Sambas berhasil membongkar kejahatan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kilogram (kg). Pengungkapan tersebut sebagai rangkaian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang mereka gelar.

“Terakhir adalah pengungkapan narkoba jenis sabu sekitar 1 kilogram, yang itu diduga rembesan barang dari negara luar, yang selanjutnya akan dipasarkan ke Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang,” ujar Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry AP saat press rilis hasil Operasi Pekat yang dilaksanakan Polres, Selasa (13/4) di Mapolres Sambas.

Kapolres menegaskan, Operasi Pekat yang digelar tersebut, merupakan salah satu upaya Polres memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat saat datangnya Ramadan 1442 H. “Polres Sambas bersama TNI serta instansi terkait lainnya. Melaksanakan operasi penyakit masyarakat, agar kegiatan-kegiatan yang sifatnya negatif yang dikhawatirkan mengganggu kelancaran bisa diminimalisir sehingga kelancaran serta kekhusyukan ibadah selama Ramadan bisa tercipta,” kata Kapolres.

Bahkan, dalam pelaksanaan operasi, jajaran Polres berhasil mengungkap lebih dari jumlah yang ditetapkan dalam target. “Sesuai target operasi ada 17 kasus, hasilnya ada 59 kasus, sehingga ada peningkatan pengungkapan 42 kasus dibandingkan dengan target yang diberikan,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Jambore Hakli Sukses Digelar, Sanitarian, Garda Terdepan Jaga Lingkungan

Kapolres juga menyebutkan, untuk kasus yang berhasil diungkap, yakni prostitusi 22 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 44 orang. Kemudian judi sebanyak dua kasus dengan empat tersangka untuk jenis judi kolok-kolok. Minuman keras sebanyak 15 kasus, dengan jumlah tersangka 15 orang dengan barang bukti miras jenis kaleng 498, botol 281, dua jeriken, dan 13 kantong. Premanisme, jajaran Polres Sambas berhasil mengungkap enam tersangka dari empat kasus, serta senpi dan sajam, dengan dua tersangka. Selanjutnya adalah narkoba, di mana Polres Sambas dan jajaran berhasil mengungkap delapan kasus, dengan 10 tersangka, dengan barang bukti sabu sebanyak 1.067,35 kg.

Sementara Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Sambas, Iptu Wismo Harjanto, menjelaskan mengenai pengungkapan 1 kg sabu-sabu tersebut. Diceritakan dia, jajarannya pada Jumat (9/4) sekitar pukul 20.00 WIB, mengamankan RK (33) di halaman Alfamart yang terletak di Jalan Lingkar Galing RT 2 RW 02 Dusun Memunut, Desa Galing, Kecamatan Galing. Dari hasil keterangan, RK ini mengaku jika dirinya disuruh AR untuk mengambil barang narkotika jenis sabu-sabu di tempat yang sudah ditentukan. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa RK ini datang ke tempat tersebut.

Baca Juga :  Lompat ke Air Sebelum Kapal Terbalik

“Dari tangan RZ ini, ditemukan kantong plastic hitam yang setelah dibuka didalamnya berisikan sepuluh bungkus paket plastik transparan berisikan butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dan selanjutnya dilakukan penyerahan Barang Bukti beserta tersangka ke Mapolres Sambas,” katanya.

RK dan sejumlah barang bukti, saat ini sebut Kasat Narkoba, sudah diamankan di Mapolres Sambas. Sementara, RK diancam melanggar pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112  ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam pengakuan RK, dirinya tahu jika barang yang diperintahkan untuk diambil tersebut adalah narkoba. Hanya saja, dia tak mengenal siapa yang memerintahkannya.

“Tak kenal saya (siapa yang menyuruh), tahunya dari kawan di Singkawang, hanya saya disuruh mengambil di Galing,” katanya. Bahkan besaran upah mengantar barang ini, RK yang memiliki empat anak, mengaku tak mengetahui berapa nominalnya.

RK yang mengaku merupakan pemakai ini juga menyebutkan jika barang yang diambilnya akan diedarkan di Singkawang dan Sambas. “Saya pemakai, pernah dulu berhenti memakai sabu sabu, tapi akhir-akhir ini saya pakai lagi,” katanya. (fah)

SAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Sambas berhasil membongkar kejahatan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kilogram (kg). Pengungkapan tersebut sebagai rangkaian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang mereka gelar.

“Terakhir adalah pengungkapan narkoba jenis sabu sekitar 1 kilogram, yang itu diduga rembesan barang dari negara luar, yang selanjutnya akan dipasarkan ke Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang,” ujar Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry AP saat press rilis hasil Operasi Pekat yang dilaksanakan Polres, Selasa (13/4) di Mapolres Sambas.

Kapolres menegaskan, Operasi Pekat yang digelar tersebut, merupakan salah satu upaya Polres memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat saat datangnya Ramadan 1442 H. “Polres Sambas bersama TNI serta instansi terkait lainnya. Melaksanakan operasi penyakit masyarakat, agar kegiatan-kegiatan yang sifatnya negatif yang dikhawatirkan mengganggu kelancaran bisa diminimalisir sehingga kelancaran serta kekhusyukan ibadah selama Ramadan bisa tercipta,” kata Kapolres.

Bahkan, dalam pelaksanaan operasi, jajaran Polres berhasil mengungkap lebih dari jumlah yang ditetapkan dalam target. “Sesuai target operasi ada 17 kasus, hasilnya ada 59 kasus, sehingga ada peningkatan pengungkapan 42 kasus dibandingkan dengan target yang diberikan,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Polres Kerahkan 185 Personel

Kapolres juga menyebutkan, untuk kasus yang berhasil diungkap, yakni prostitusi 22 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 44 orang. Kemudian judi sebanyak dua kasus dengan empat tersangka untuk jenis judi kolok-kolok. Minuman keras sebanyak 15 kasus, dengan jumlah tersangka 15 orang dengan barang bukti miras jenis kaleng 498, botol 281, dua jeriken, dan 13 kantong. Premanisme, jajaran Polres Sambas berhasil mengungkap enam tersangka dari empat kasus, serta senpi dan sajam, dengan dua tersangka. Selanjutnya adalah narkoba, di mana Polres Sambas dan jajaran berhasil mengungkap delapan kasus, dengan 10 tersangka, dengan barang bukti sabu sebanyak 1.067,35 kg.

Sementara Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Sambas, Iptu Wismo Harjanto, menjelaskan mengenai pengungkapan 1 kg sabu-sabu tersebut. Diceritakan dia, jajarannya pada Jumat (9/4) sekitar pukul 20.00 WIB, mengamankan RK (33) di halaman Alfamart yang terletak di Jalan Lingkar Galing RT 2 RW 02 Dusun Memunut, Desa Galing, Kecamatan Galing. Dari hasil keterangan, RK ini mengaku jika dirinya disuruh AR untuk mengambil barang narkotika jenis sabu-sabu di tempat yang sudah ditentukan. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa RK ini datang ke tempat tersebut.

Baca Juga :  Bangun Jalan Utama, Jembatan dan Rabat Beton

“Dari tangan RZ ini, ditemukan kantong plastic hitam yang setelah dibuka didalamnya berisikan sepuluh bungkus paket plastik transparan berisikan butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dan selanjutnya dilakukan penyerahan Barang Bukti beserta tersangka ke Mapolres Sambas,” katanya.

RK dan sejumlah barang bukti, saat ini sebut Kasat Narkoba, sudah diamankan di Mapolres Sambas. Sementara, RK diancam melanggar pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112  ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam pengakuan RK, dirinya tahu jika barang yang diperintahkan untuk diambil tersebut adalah narkoba. Hanya saja, dia tak mengenal siapa yang memerintahkannya.

“Tak kenal saya (siapa yang menyuruh), tahunya dari kawan di Singkawang, hanya saya disuruh mengambil di Galing,” katanya. Bahkan besaran upah mengantar barang ini, RK yang memiliki empat anak, mengaku tak mengetahui berapa nominalnya.

RK yang mengaku merupakan pemakai ini juga menyebutkan jika barang yang diambilnya akan diedarkan di Singkawang dan Sambas. “Saya pemakai, pernah dulu berhenti memakai sabu sabu, tapi akhir-akhir ini saya pakai lagi,” katanya. (fah)

Previous articlePeran Besar Lacazette 
Next articlePasar Pagi Sepi 

Most Read

Artikel Terbaru

/