alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Program PKM Poltesa di Desa Perigi Limus

Pelatihan Pembuatan Manisan Rambutan

DOSEN Program Studi Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama kelompok PKK Desa Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan manisan rambutan.

Desa Perigi Limus adalah salah satu desa penghasil buah rambutan terbesar di Sambas. Masyarakat biasanya menjual rambutan dalam bentuk utuh. Harga buah rambutan cenderung murah saat musimnya. Namun setelah musimnya selesai, buah ini tidak ada lagi. Dengan pengolahan buah rambutan menjadi manisan rambutan dapat meningkatkan harga jual buah rambutan itu sendiri.

Manisan rambutan juga membuat buah rambutan yang telah diolah tersebut lebih tahan lama sehingga dapat memperpanjang masa konsumsi masyarakat penggemar buah musiman ini. Itulah sebabnya, tim dosen Agroindustri Pangan Poltesa ini ingin membantu masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan pengolahan buah rambutan menjadi manisan.

Baca Juga :  Patuhi Pedoman Saat Bertugas, Jangan Ada Lagi PTDH

Oktavia Nurmawaty Sigiro, S.Pd., M.Pd. dan Rozana, S.TP., M.Si. adalah dosen Poltesa yang ingin membantu masyarakat dalam mengolah rambutan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan pelatihan ini, kelompok PKK diharapkan dapat menjadikan pengolahan rambutan tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan mereka dan masyarakat desa tersebut sehingga dapat meningkatkan perekonomian Desa Perigi Limus dan sekitarnya. Dengan adanya olahan manisan rambutan ini juga diharapkan dapat menyajikan buah rambutan kepada para penggemar rambutan walau bukan musim rambutan diluar musimnya.

“Kami ingin berbagi ide kepada masyarakat untuk membantu mereka dan kebetulan rekan saya Bu Rozana merupakan Dosen Teknologi Pasca Panen yang cukup paham mengenai pengolahan buah musiman ini” kata Ketua PKM Tim Dosen, Oktavia Sigiro, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga :  Pegawai Magang Bobol Bank BUMN di Sambas, Sikat Uang Rp2,5 Miliar

“Manisan rambutan memiliki daya simpan lebih lama sehingga masyarakat penggemar rambutan dapat menikmati buah rambutan meskipun bukan di musim rambutan namun dalam bentuk manisan rambutan.” imbuhnya.

Pengolahan manisan ini juga memberikan keuntungan lain seperti menngurangi kerugian akibat krusakan hasil pertanian dan mempermudah penyimpanan dan pengangkutan. Jika pengolahan manisan rambutan ini dapat dikembangkan maka dapat menjadi sarana penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. (ser)

Pelatihan Pembuatan Manisan Rambutan

DOSEN Program Studi Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama kelompok PKK Desa Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan manisan rambutan.

Desa Perigi Limus adalah salah satu desa penghasil buah rambutan terbesar di Sambas. Masyarakat biasanya menjual rambutan dalam bentuk utuh. Harga buah rambutan cenderung murah saat musimnya. Namun setelah musimnya selesai, buah ini tidak ada lagi. Dengan pengolahan buah rambutan menjadi manisan rambutan dapat meningkatkan harga jual buah rambutan itu sendiri.

Manisan rambutan juga membuat buah rambutan yang telah diolah tersebut lebih tahan lama sehingga dapat memperpanjang masa konsumsi masyarakat penggemar buah musiman ini. Itulah sebabnya, tim dosen Agroindustri Pangan Poltesa ini ingin membantu masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan pengolahan buah rambutan menjadi manisan.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Masyarakat Serukan Pilkada Damai

Oktavia Nurmawaty Sigiro, S.Pd., M.Pd. dan Rozana, S.TP., M.Si. adalah dosen Poltesa yang ingin membantu masyarakat dalam mengolah rambutan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan pelatihan ini, kelompok PKK diharapkan dapat menjadikan pengolahan rambutan tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan mereka dan masyarakat desa tersebut sehingga dapat meningkatkan perekonomian Desa Perigi Limus dan sekitarnya. Dengan adanya olahan manisan rambutan ini juga diharapkan dapat menyajikan buah rambutan kepada para penggemar rambutan walau bukan musim rambutan diluar musimnya.

“Kami ingin berbagi ide kepada masyarakat untuk membantu mereka dan kebetulan rekan saya Bu Rozana merupakan Dosen Teknologi Pasca Panen yang cukup paham mengenai pengolahan buah musiman ini” kata Ketua PKM Tim Dosen, Oktavia Sigiro, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga :  Sajingan dan Galing Dapat Satu Minibus dan Tiga Speedboat

“Manisan rambutan memiliki daya simpan lebih lama sehingga masyarakat penggemar rambutan dapat menikmati buah rambutan meskipun bukan di musim rambutan namun dalam bentuk manisan rambutan.” imbuhnya.

Pengolahan manisan ini juga memberikan keuntungan lain seperti menngurangi kerugian akibat krusakan hasil pertanian dan mempermudah penyimpanan dan pengangkutan. Jika pengolahan manisan rambutan ini dapat dikembangkan maka dapat menjadi sarana penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/