alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Rumah dan Gudang Terbakar di Sebangkau

Kerugian Capai Rp500 Juta

PEMANGKAT – Dua unit bangunan yakni rumah dan gudang yang berada di Dusun Sebangkau RT 005 RW003, Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat, terbakar pada Sabtu (12/12) sekitar pukul 05.30 WIB. Atas kejadian ini, diperkirakan korban telah mengalami kerugian sekitar Rp500 juta.

Kepala Polsek (Kapolsek) Pemangkat, AKP Raden Real Mahendra membenarkan informasi kejadian terbakarnya, satu unit rumah serta satu unit gudang di Sebatuan. Bangunan yang terbakar, menurut dia adalah milik Tjong Pui Njuk (58) dan Anyan Budi Alias Anyan (66). “Sekitar pukul 05.30 WIB, kebakaran terjadi. Kami sudah mendatangi dan mengamankan TKP, serta memintai keterangan sejumlah saksi. Namun sampai saat ini belum diketahui apa penyebab pastinya kejadian kebakaran tersebut,” kata Kapolsek, Minggu (13/12) di Pemangkat.

Baca Juga :  "ApeYak" Disiapkan Disdukcapil Sambas, Warga Bisa Cetak Adminduk Sendiri di Rumah 

Selain mengerahkan sejumlah personelnya dari Polsek Pemangkat, personel lain dari unsur TNI yang kemudian bersama warga serta Damkar Pemangkat sebanyak 2 unit, BPKS Pemangkat (1 unit), BPKS Singkawang (2 unit), menurut Kapolsek, turut memadamkan api di lokasi kebakaran.

Hasil dari keterangan sejumlah saksi, dijelaskan Kapolsek bahwa kejadian bermula saat pemilik bangunan keluar rumah dan akan membuka warung. Korban, menurutnya, sempat melihat banyak asap. “Korban ini sebenarnya sudah melihat asap, tapi mengira asap dari sampah yang dibakar,” katanya.

Sementara, menurut dia, warga lainnya juga melihat banyak asap muncul di sekitar warung korban. Untuk memastikan asap apa, korban bersama warga, menurutnya, melihat di atas gudang miliknya yang juga bermunculan asap, sehingga korban mematikan aliran listrik.

“Setelah memastikan aliran listrik mati, korban membuka kunci gudang, dan pada saat membuka kunci gudang tersebut Korban merasakan sengatan listrik, sesaat setelah itu ada warga membantu buka kan pintu namun juga tersengat listrik,” katanya.

Baca Juga :  Api Hanguskan Satu Rumah di Sungai Laki

Lantaran adanya sengatan listrik, kunci gudang dipukul mereka menggunakan palu besi dan pintu gudang dapat terbuka. “Setelah bisa dibuka, korban melihat di dalam gudang ada asap dan kotoran api, kemudian korban berteriak-teriak ada kebakaran dan berusaha memberitahu kepada warga agar dibantu dan tidak berapa lama kemudian datang beberapa unit pemadam kebakaran,” katanya.

Api yang membakar gudang dan rumah tersebut, menurut dia, sekitar pukul 08.00 WIB bisa dipadamkan. “Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitarRp500 juta. Korban juga mengakui jika bangunan miliknya yang terbakar tersebut tidak ada asuransinya,” katanya. (fah)

Kerugian Capai Rp500 Juta

PEMANGKAT – Dua unit bangunan yakni rumah dan gudang yang berada di Dusun Sebangkau RT 005 RW003, Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat, terbakar pada Sabtu (12/12) sekitar pukul 05.30 WIB. Atas kejadian ini, diperkirakan korban telah mengalami kerugian sekitar Rp500 juta.

Kepala Polsek (Kapolsek) Pemangkat, AKP Raden Real Mahendra membenarkan informasi kejadian terbakarnya, satu unit rumah serta satu unit gudang di Sebatuan. Bangunan yang terbakar, menurut dia adalah milik Tjong Pui Njuk (58) dan Anyan Budi Alias Anyan (66). “Sekitar pukul 05.30 WIB, kebakaran terjadi. Kami sudah mendatangi dan mengamankan TKP, serta memintai keterangan sejumlah saksi. Namun sampai saat ini belum diketahui apa penyebab pastinya kejadian kebakaran tersebut,” kata Kapolsek, Minggu (13/12) di Pemangkat.

Baca Juga :  Ruko Terbakar, Rugi Rp3 Miliar

Selain mengerahkan sejumlah personelnya dari Polsek Pemangkat, personel lain dari unsur TNI yang kemudian bersama warga serta Damkar Pemangkat sebanyak 2 unit, BPKS Pemangkat (1 unit), BPKS Singkawang (2 unit), menurut Kapolsek, turut memadamkan api di lokasi kebakaran.

Hasil dari keterangan sejumlah saksi, dijelaskan Kapolsek bahwa kejadian bermula saat pemilik bangunan keluar rumah dan akan membuka warung. Korban, menurutnya, sempat melihat banyak asap. “Korban ini sebenarnya sudah melihat asap, tapi mengira asap dari sampah yang dibakar,” katanya.

Sementara, menurut dia, warga lainnya juga melihat banyak asap muncul di sekitar warung korban. Untuk memastikan asap apa, korban bersama warga, menurutnya, melihat di atas gudang miliknya yang juga bermunculan asap, sehingga korban mematikan aliran listrik.

“Setelah memastikan aliran listrik mati, korban membuka kunci gudang, dan pada saat membuka kunci gudang tersebut Korban merasakan sengatan listrik, sesaat setelah itu ada warga membantu buka kan pintu namun juga tersengat listrik,” katanya.

Baca Juga :  Selidiki Pelaporan Kades Jirak

Lantaran adanya sengatan listrik, kunci gudang dipukul mereka menggunakan palu besi dan pintu gudang dapat terbuka. “Setelah bisa dibuka, korban melihat di dalam gudang ada asap dan kotoran api, kemudian korban berteriak-teriak ada kebakaran dan berusaha memberitahu kepada warga agar dibantu dan tidak berapa lama kemudian datang beberapa unit pemadam kebakaran,” katanya.

Api yang membakar gudang dan rumah tersebut, menurut dia, sekitar pukul 08.00 WIB bisa dipadamkan. “Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitarRp500 juta. Korban juga mengakui jika bangunan miliknya yang terbakar tersebut tidak ada asuransinya,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/