alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Sejumlah Gereja Persiapkan Rangkaian Peribadatan

Momen Natal, Berdoa dan Berharap Covid-19 Sirna

SAMBAS – Sejumlah Gereja di Kabupaten Sambas mempersiapkan pelaksanaan rangkaian ibadat menyambut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Selain mematuhi protokol kesehatan, umat kristiani di momentum Natal tahun ini akan berdoa agar Covid-19 segera berakhir.

Seperti di Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas, sesuai jadwal yang disampaikan Dewan Pastoral Paroki Sambas Jalan Gusti Hamzah melalui Seksi Liturgi, perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dimulai pada 16 dan 17 Desember dengan ibadat tobat. Kemudian pada Kamis (24/12) ibadat malam Natal, dilanjutkan pada Jumat (25/12) adalah Misa Raya Natal, kemudian Kamis (31/12) dilaksanakan Misa Tutup Tahun, dan Misa Tahun Baru pada Jumat (1/1).

Dewan Pastoral Paroki Sambas juga menyebutkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tetap dilaksanakan dengan penuh rasa syukur. Tema Natal mereka kali ini adalah Mereka Akan Menamakannya Emanuel (Mat 1:23) perayaan misa wajib mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, serta menjaga jarak yakni duduk ditempat yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Jadikan Tantangan Sebagai Ladang Amal

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana yang merupakan jemaat Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas menyebutkan bahwa perayaan Natal 2020 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya agak berbeda. Di mana pada Natal tahun ini, rangkaian peribadatan digelar mereka dalam suasana pandemi Covid-19. “Natal yang merupakan perayaan kegembiraan atas kelahiran Yesus Kristus Penyelamat Dunia, selalu dirayakan umat kristiani. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya pada 2020 akibat pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia sejak Maret 2020. Tentunya perayaan akan dilaksanakan dengan sangat sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Yakob, Minggu (13/12).

Namun menurutnya, dengan dilaksanakan secara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan, rangkaian kegiatan yang digelar tak mengurangi makna dan kekhidmatan peribadatan. “Meski dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, tidak akan mengurangi makna perayaan Natal bagi umat kristiani,” katanya.

Baca Juga :  PUPR Bangun Rusun untuk Poltesa

Bahkan, di momentum Natal tahun ini, mereka akan bersama-sama berdoa agar wabah cepat berlalu. “Natal tahun ini,  diharapkan  seluruh umat kristiani bersama-sama berdoa kepada Yesus Kristus agar pandemi Covid-19 cepat berlalu dari muka bumi ini,” katanya. (fah)

Momen Natal, Berdoa dan Berharap Covid-19 Sirna

SAMBAS – Sejumlah Gereja di Kabupaten Sambas mempersiapkan pelaksanaan rangkaian ibadat menyambut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Selain mematuhi protokol kesehatan, umat kristiani di momentum Natal tahun ini akan berdoa agar Covid-19 segera berakhir.

Seperti di Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas, sesuai jadwal yang disampaikan Dewan Pastoral Paroki Sambas Jalan Gusti Hamzah melalui Seksi Liturgi, perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dimulai pada 16 dan 17 Desember dengan ibadat tobat. Kemudian pada Kamis (24/12) ibadat malam Natal, dilanjutkan pada Jumat (25/12) adalah Misa Raya Natal, kemudian Kamis (31/12) dilaksanakan Misa Tutup Tahun, dan Misa Tahun Baru pada Jumat (1/1).

Dewan Pastoral Paroki Sambas juga menyebutkan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tetap dilaksanakan dengan penuh rasa syukur. Tema Natal mereka kali ini adalah Mereka Akan Menamakannya Emanuel (Mat 1:23) perayaan misa wajib mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, serta menjaga jarak yakni duduk ditempat yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Temajuk Belum Berlistrik, Bupati Kirim Surat ke Presiden

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana yang merupakan jemaat Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas menyebutkan bahwa perayaan Natal 2020 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya agak berbeda. Di mana pada Natal tahun ini, rangkaian peribadatan digelar mereka dalam suasana pandemi Covid-19. “Natal yang merupakan perayaan kegembiraan atas kelahiran Yesus Kristus Penyelamat Dunia, selalu dirayakan umat kristiani. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya pada 2020 akibat pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia sejak Maret 2020. Tentunya perayaan akan dilaksanakan dengan sangat sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Yakob, Minggu (13/12).

Namun menurutnya, dengan dilaksanakan secara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan, rangkaian kegiatan yang digelar tak mengurangi makna dan kekhidmatan peribadatan. “Meski dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, tidak akan mengurangi makna perayaan Natal bagi umat kristiani,” katanya.

Baca Juga :  Aktivitas Tambang Pasir di Kawasan Hutan Lindung, Dinas Kehutanan Belum Dapat Informasi

Bahkan, di momentum Natal tahun ini, mereka akan bersama-sama berdoa agar wabah cepat berlalu. “Natal tahun ini,  diharapkan  seluruh umat kristiani bersama-sama berdoa kepada Yesus Kristus agar pandemi Covid-19 cepat berlalu dari muka bumi ini,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/