alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Pengobatan Gratis Kelas 3 Segera Diluncurkan

 “Kami akan segera launching program pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak menjadi peserta BPJS di Kabupaten Sambas,”- Satono

SAMBAS – Sekitar satu bulan usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sambas. H Satono S Sos I MH dan Fahrur Rofi SIP MHSc sudah melaksanakan dan akan meresmikan sejumlah program dalam rangka mengimplementasikan program Sambas Berkemajuan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas, saat acara syukuran dan ramah tamah HUT Perpindahan ibu kota kabupaten ke Sambas ke-22, Kamis (15/7), di aula Kantor Bupati Sambas.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas, dari Pemkab Bengkayang, Wakil Wali Kota Singkawang, para Bupati Sambas periode sebelumnya, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Sambas, Forkopimda, serta Yang Mulia Pangeran Ratu Muhammad Tarhan.

“Saat ini (kemarin), tepat satu bulan kami bersama Fahrur Rofi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sambas, sejumlah program sudah dan akan segera dilaksanakan,” kata Bupati Sambas.

Menurutnya, mulai dari program pendisiplinan ASN di lingkungan Pemkab Sambas, yang itu dimulai dengan ketepatan hadir saat mengikuti rapat. Selanjutnya, bagaimana meningkatkan pelayanan publik. Salah satu yang akan diresmikan dalam waktu dekat bagaimana membuka pelayanan keadministrasian penduduk ditingkat kecamatan.

Baca Juga :  Atbah Terima Penilaian Pamjab

“Pelayanan adminduk akan didekatkan ke masyarakat, sehingga tak perlu lagi ke ibu kota kabupaten, namun masyarakat cukup di kantor kecamatan masing-masing,” katanya. Begitu juga, Bupati Sambas meminta mengoperasikan gedung yang ada di area Taman Lunggi untuk pelayanan terpadu Kabupaten Sambas.

Dibidang kesehatan, disampaikan Satono, Pemkab Sambas akan meluncurkan pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak tercover BPJS. “Kami akan segera launching program pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak menjadi peserta BPJS di Kabupaten Sambas,” katanya.

Mengenai kelangkaan tabung LPG 3 kilogram. Orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini, sudah berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait di pusat maupun provinsi. “Kabupaten Sambas, akan mendapatkan tambahan suplai LPG 3 kilogram sekitar 161 ribu tabung,” katanya.

Begitu juga dengan tambahan suplai pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sambas. Koordinasi dan komunikasi sudah dilaksanakan dengan pusat dan provinsi. Sehingga tahun ini mendapatkan penambahan kuota sekitar 500 ton pupuk subsidi.

Baca Juga :  Asa Pada Pemimpin Baru Sambas

Lantas mengenai keberadaan Kebun Raya Sambas (KRS), Bupati di kesempatan tersebut juga menyebutkan akan meresmikannya diakhir tahun ini. Dengan harapan setelah diresmikan, KRS akan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sambas yang dampaknya ke perekonomian masyarakat. “Pemkab dengan LIPI, sudah bersinergi untuk peresmian KRS, yang insya Allah dilakukan akhir tahun ini,” katanya.

Bupati Sambas juga menyampaikan untuk semua pihak bergandengan tangan dalam rangka mewujudkan Sambas Berkemajuan. Kemudian memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang baik dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas.

“Permasalahan keterbatasan anggaran pemerintah, sehingga dalam mempercepat pembangunan memerlukan dukungan semua pihak baik itu swasta maupun pihak ketiga, yang saat ini sudah terlaksana dengan dibangunnya sebanyak delapan jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan yang diberi nama Jembatan Berkemajuan,” katanya. (fah)

 “Kami akan segera launching program pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak menjadi peserta BPJS di Kabupaten Sambas,”- Satono

SAMBAS – Sekitar satu bulan usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sambas. H Satono S Sos I MH dan Fahrur Rofi SIP MHSc sudah melaksanakan dan akan meresmikan sejumlah program dalam rangka mengimplementasikan program Sambas Berkemajuan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sambas, saat acara syukuran dan ramah tamah HUT Perpindahan ibu kota kabupaten ke Sambas ke-22, Kamis (15/7), di aula Kantor Bupati Sambas.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas, dari Pemkab Bengkayang, Wakil Wali Kota Singkawang, para Bupati Sambas periode sebelumnya, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Sambas, Forkopimda, serta Yang Mulia Pangeran Ratu Muhammad Tarhan.

“Saat ini (kemarin), tepat satu bulan kami bersama Fahrur Rofi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sambas, sejumlah program sudah dan akan segera dilaksanakan,” kata Bupati Sambas.

Menurutnya, mulai dari program pendisiplinan ASN di lingkungan Pemkab Sambas, yang itu dimulai dengan ketepatan hadir saat mengikuti rapat. Selanjutnya, bagaimana meningkatkan pelayanan publik. Salah satu yang akan diresmikan dalam waktu dekat bagaimana membuka pelayanan keadministrasian penduduk ditingkat kecamatan.

Baca Juga :  Asa Pada Pemimpin Baru Sambas

“Pelayanan adminduk akan didekatkan ke masyarakat, sehingga tak perlu lagi ke ibu kota kabupaten, namun masyarakat cukup di kantor kecamatan masing-masing,” katanya. Begitu juga, Bupati Sambas meminta mengoperasikan gedung yang ada di area Taman Lunggi untuk pelayanan terpadu Kabupaten Sambas.

Dibidang kesehatan, disampaikan Satono, Pemkab Sambas akan meluncurkan pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak tercover BPJS. “Kami akan segera launching program pengobatan gratis kelas 3 bagi masyarakat yang tak menjadi peserta BPJS di Kabupaten Sambas,” katanya.

Mengenai kelangkaan tabung LPG 3 kilogram. Orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini, sudah berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait di pusat maupun provinsi. “Kabupaten Sambas, akan mendapatkan tambahan suplai LPG 3 kilogram sekitar 161 ribu tabung,” katanya.

Begitu juga dengan tambahan suplai pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sambas. Koordinasi dan komunikasi sudah dilaksanakan dengan pusat dan provinsi. Sehingga tahun ini mendapatkan penambahan kuota sekitar 500 ton pupuk subsidi.

Baca Juga :  Dorong Update Data Pendidikan Penduduk

Lantas mengenai keberadaan Kebun Raya Sambas (KRS), Bupati di kesempatan tersebut juga menyebutkan akan meresmikannya diakhir tahun ini. Dengan harapan setelah diresmikan, KRS akan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sambas yang dampaknya ke perekonomian masyarakat. “Pemkab dengan LIPI, sudah bersinergi untuk peresmian KRS, yang insya Allah dilakukan akhir tahun ini,” katanya.

Bupati Sambas juga menyampaikan untuk semua pihak bergandengan tangan dalam rangka mewujudkan Sambas Berkemajuan. Kemudian memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang baik dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas.

“Permasalahan keterbatasan anggaran pemerintah, sehingga dalam mempercepat pembangunan memerlukan dukungan semua pihak baik itu swasta maupun pihak ketiga, yang saat ini sudah terlaksana dengan dibangunnya sebanyak delapan jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan yang diberi nama Jembatan Berkemajuan,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/