alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Sukseskan Gerakan Literasi Nasional

SAMBAS– Sebanyak 30 orang Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sambas mengikuti pelatihan penulisan. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program pemerintah yakni Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Ketua LKP Detar Supercreative Wahyudi mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemerintah menyukseskan GLN melalui Gerakan Literasi Masyarakat (GLM), memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

“Sejalan dengan GLN sebagai induk gerakan literasi secara nasional untuk menyinergikan berbagai program dan kegiatan lintas sektor,” kata Wahyudi yang juga Koordinator PKH Kabupaten Sambas.

Disampaikan Wahyudi, Kegiatan dilaksanakan Lembaga Kursus dan Pelatihan “Detar Supercreative” bekerjasama dengan PT PLN (Persero) di Ruang Pertemuan Gedung ICMI Center Kabupaten Sambas, Kamis (14/1). Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) yang telah berkenan memberikan bantuan CSR bagi pelaksanaan kegiatan ini.

Baca Juga :  Sambut Tahun Macan Air, Perbanyak Berdoa Agar Terhindar Bencana

Wahyudi berharap para peserta yang merupakan pendamping sosial dapat terus menulis dan berkontribusi menggairahkan gerakan literasi masyarakat di wilayah tugasnya.

“Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan para pendamping sosial bisa menjadi garda terdepan dalam menghidupkan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) di lokasi tugas dampingannya masing-masing,” katanya.

Ketua Panitia Uray Fhazarula SPd mengatakan, melalui kegiatan yang mengusung tema Membudayakan Literasi dengan Mengembangkan Kemampuan Membaca dan Menulis bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang seluk-beluk penulisan dan meningkatkan kemampuan menulis dasar bagi pendamping sosial.

“Mengingat banyaknya kegiatan sosial yang teman-teman lakukan di lapangan bersama masyarakat, saya berharap hal tersebut dapat diceritakan melalui tulisan yang suatu saat nanti bisa diterbitkan dalam sebuah buku,” kata Uray.

Dr Sunandar M Hum, Dekan Fakultas Dakwah dan Humaniora IAIS Sambas dan Penulis Buku dihadirkan sebagai narasumber. Panduan bagaimana menulis, menyusun hingga menerbitkan buku yang “renyah“ untuk dinikmati pembaca disampaikannya dalam kegiatan.

Baca Juga :  Covid 19 Juga Ancam Sejumlah Turnamen

Selain dikenalkan pada teknik penulisan populer, para peserta juga mendapatkan teori dasar penulisan artikel hingga penulisan jurnal dari narasumber dalam pelatihan ini. Sebagai latihan perdana, sebelum hadir dalam pelatihan ini para peserta diajak untuk menuangkan berbagai aktivitasnya di lapangan ke dalam bentuk tulisan bergenre populer.

Zulkibli SKM, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, mengapresiasi kegiatan ini, Pengetahuan menulis sangat penting bagi pendamping sosial agar dapat mengembangkan potensi diri dengan menulis dan menerjemahkan pengetahuan serta pengalamannya di dunia sosial ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat. “Pengetahuan ini penting dikuasai para pendamping sosial,” kata Zulkibli, yang juga narasumber dalam kegiatan.

Peserta kegiatan Muhammad Suriansyah mengutarakan, sangat berkesan dengan kegiatan ini. “Bagi saya pelatihan ini sangat berkesan, banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan, khususnya tentang pentingnya menggerakkan budaya literasi,” katanya. (fah)

SAMBAS– Sebanyak 30 orang Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sambas mengikuti pelatihan penulisan. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program pemerintah yakni Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Ketua LKP Detar Supercreative Wahyudi mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemerintah menyukseskan GLN melalui Gerakan Literasi Masyarakat (GLM), memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

“Sejalan dengan GLN sebagai induk gerakan literasi secara nasional untuk menyinergikan berbagai program dan kegiatan lintas sektor,” kata Wahyudi yang juga Koordinator PKH Kabupaten Sambas.

Disampaikan Wahyudi, Kegiatan dilaksanakan Lembaga Kursus dan Pelatihan “Detar Supercreative” bekerjasama dengan PT PLN (Persero) di Ruang Pertemuan Gedung ICMI Center Kabupaten Sambas, Kamis (14/1). Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) yang telah berkenan memberikan bantuan CSR bagi pelaksanaan kegiatan ini.

Baca Juga :  Perusahaan Harus Mendukung Pemkab

Wahyudi berharap para peserta yang merupakan pendamping sosial dapat terus menulis dan berkontribusi menggairahkan gerakan literasi masyarakat di wilayah tugasnya.

“Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan para pendamping sosial bisa menjadi garda terdepan dalam menghidupkan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) di lokasi tugas dampingannya masing-masing,” katanya.

Ketua Panitia Uray Fhazarula SPd mengatakan, melalui kegiatan yang mengusung tema Membudayakan Literasi dengan Mengembangkan Kemampuan Membaca dan Menulis bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang seluk-beluk penulisan dan meningkatkan kemampuan menulis dasar bagi pendamping sosial.

“Mengingat banyaknya kegiatan sosial yang teman-teman lakukan di lapangan bersama masyarakat, saya berharap hal tersebut dapat diceritakan melalui tulisan yang suatu saat nanti bisa diterbitkan dalam sebuah buku,” kata Uray.

Dr Sunandar M Hum, Dekan Fakultas Dakwah dan Humaniora IAIS Sambas dan Penulis Buku dihadirkan sebagai narasumber. Panduan bagaimana menulis, menyusun hingga menerbitkan buku yang “renyah“ untuk dinikmati pembaca disampaikannya dalam kegiatan.

Baca Juga :  Abrasi Ancam Rumah Warga

Selain dikenalkan pada teknik penulisan populer, para peserta juga mendapatkan teori dasar penulisan artikel hingga penulisan jurnal dari narasumber dalam pelatihan ini. Sebagai latihan perdana, sebelum hadir dalam pelatihan ini para peserta diajak untuk menuangkan berbagai aktivitasnya di lapangan ke dalam bentuk tulisan bergenre populer.

Zulkibli SKM, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, mengapresiasi kegiatan ini, Pengetahuan menulis sangat penting bagi pendamping sosial agar dapat mengembangkan potensi diri dengan menulis dan menerjemahkan pengetahuan serta pengalamannya di dunia sosial ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat. “Pengetahuan ini penting dikuasai para pendamping sosial,” kata Zulkibli, yang juga narasumber dalam kegiatan.

Peserta kegiatan Muhammad Suriansyah mengutarakan, sangat berkesan dengan kegiatan ini. “Bagi saya pelatihan ini sangat berkesan, banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan, khususnya tentang pentingnya menggerakkan budaya literasi,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/