alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

19 Adegan Rekonstruksi Pembacokan di Jembatan Sungai Kelambu

SAMBAS – Satreskrim Polres Sambas, Rabu (17/6) gelar reka ulang kasus pembacokan yang menyebabkan meninggalnya Asnan (49). Pelaku yang berinisial SRD, dalam rekonstruksi yang dipimpin Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno, memerankan 19 adegan.

Kapolres Sambas melalui Kasatreskrim, AKP Prayitno menyebutkan rekonstruksi yang dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Sambas, kemudian kuasa hukum tersangka serta pihak-pihak terkait lainnya dengan menerapkan pengenaan masker ke siapa saja yang hadir, dilaksanakan setelah penyitaan barang bukti, pemeriksaan tersangka, memintai keterangan saksi.

“Reka ulang dilakukan untuk membantu proses penyidikan. Dan hadir juga adalah dari Kejari Sambas (JPU), yang diharapkan dengan melihat langsung pelaksanaan reka ulang memberikan gambaran saat nanti dilimpahkan ke persidangan,” kata Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno, Rabu (17/6). Kasus pembacokan, sebenarnya terjadi Jembatan Sungai Kelambu Dusun Sidang RT 1 Desa Matang Labong Kecamatan Tebas pada Kamis (4/6) sekitar pukul 13.30 WIB lalu. Saat rekonstruksi dilakukan di jembatan RT 04 RW 02 Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas atau tak jauh dari SMK Negeri 2 Sambas.

Reka ulang juga diikuti sejumlah anggota keluarga korban yang sekaligus menjadi saksi dalam kasus itu. SPD melakukan 19 adegan, dimulai dari korban yang merencanakan kekerasan berupa memutuskan tangan dan kaki korban dengan sebilah parang yang sudah disiapkan (adegan 1). Pelaku menunggu korban di jembatan sambil mancing (adegan 3), Pelaku menggunakan motornya kemudian lapor ke Polsek Tebas (adegan 18), dan diakhiri dengan korban dibawa ke Puskesmas Tebas yang merupakan adegan terakhir atau ke 19.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Tinjau Politeknik Negeri Sambas

Ditanya mengenai perkembangan kasus tersebut, Kasatreskrim menyebutkan adanya hutang korban kepada tersangka, diduga menjadi latar belakang kasus tersebut. “Sampai saat ini, dari pemeriksaan yang kami lakukan adanya hutang, kemudian ketika tersangka menagih hutang ke tersangka tak juga dibayar. Dimana korban ini memiliki hutang sekitar Rp20 juta lebih, yang janjinya digunakan modal usaha dagang ayam dengan janji bagi hasil untung. Namun apa yang dijanjikan tak juga direalisasikan, termasuk duit untuk membayar hutang juga tak juga dibayar,” kata Kasatreskrim.

Hingga suatu saat, muncul rencana tersangka SPD untuk memberi pelajaran kepada korban. Yakni memotong tangan dan kaki. Guna memberikan pelajaran itu, SPD mempersiapkan parang, serta besi cor yang diambil dari tempat ibadah di sekitar tempat kontrakan pelaku.

“Sempat mengasah parang yang akan digunakan pelaku untuk memberi pelajaran kepada korban, yakni dengan memotong tangan dan kakinya. Kemudian menyiapkan juga besi cor, namun yang terjadi korban meninggal dunia,” katanya, Sehingga dalam kasus ini, sementara ini pelaku diancam dengan dugaan tindak pidana kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Baca Juga :  Golkar Siap Menangkan Heroaldi-Rubaeti

Kuasa Hukum SPD, Jamilah SH mengakui jika apa yang dilakukan kliennya adalah berlatar belakang hutang. “Memang ada latar belakang hutang, pelaku juga menyesal melakukan perbuatannya. Dan akan kooperatif selama pemeriksaan, dan itu bisa dilihat saat reka ulang, dimana SPD tanpa diarahkan melakukan apa yang dia lakukan saat itu,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (4/6) terjadi duhaan perbuatan yang menghilangkan nyawa seseorang di Jembatan Sungai Kelambu Dusun Sidang RT 1 Desa Matang Labong Kecamatan Tebas. Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti kasus ini. Selain melakukan olah TKP, kepolisian juga mengamankan sejumlah Barang Bukti, diantaranya satu bilah parang panjang kurang lebih 50 cm berwarna hitam dengan hulu berwarna coklat muda, satu buah besi cor dengan panjang kurang lebih 1 Meter berwarna hitam dengan ujung melengkung berwarna coklat kehitaman.

Sehelai baju kemeja lengan panjang berwarna merah marun dengan motif kotak-kotak yang telah berlumuran darah yang digunakan korban, sehelai celana kain panjang berwarna  abu-abu yang telah berlumuran darah yang digunakan korban, sehelai baju kaos tanpa lengan berwarna hitam yang berlumuran darah yang digunakan tersangka, sehelai baju kaos lengan panjang berwarna coklat muda yang berlumuran darah yang digunakan tersangka serta satu unit sepeda motor.(fah)

 

SAMBAS – Satreskrim Polres Sambas, Rabu (17/6) gelar reka ulang kasus pembacokan yang menyebabkan meninggalnya Asnan (49). Pelaku yang berinisial SRD, dalam rekonstruksi yang dipimpin Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno, memerankan 19 adegan.

Kapolres Sambas melalui Kasatreskrim, AKP Prayitno menyebutkan rekonstruksi yang dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Sambas, kemudian kuasa hukum tersangka serta pihak-pihak terkait lainnya dengan menerapkan pengenaan masker ke siapa saja yang hadir, dilaksanakan setelah penyitaan barang bukti, pemeriksaan tersangka, memintai keterangan saksi.

“Reka ulang dilakukan untuk membantu proses penyidikan. Dan hadir juga adalah dari Kejari Sambas (JPU), yang diharapkan dengan melihat langsung pelaksanaan reka ulang memberikan gambaran saat nanti dilimpahkan ke persidangan,” kata Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno, Rabu (17/6). Kasus pembacokan, sebenarnya terjadi Jembatan Sungai Kelambu Dusun Sidang RT 1 Desa Matang Labong Kecamatan Tebas pada Kamis (4/6) sekitar pukul 13.30 WIB lalu. Saat rekonstruksi dilakukan di jembatan RT 04 RW 02 Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas atau tak jauh dari SMK Negeri 2 Sambas.

Reka ulang juga diikuti sejumlah anggota keluarga korban yang sekaligus menjadi saksi dalam kasus itu. SPD melakukan 19 adegan, dimulai dari korban yang merencanakan kekerasan berupa memutuskan tangan dan kaki korban dengan sebilah parang yang sudah disiapkan (adegan 1). Pelaku menunggu korban di jembatan sambil mancing (adegan 3), Pelaku menggunakan motornya kemudian lapor ke Polsek Tebas (adegan 18), dan diakhiri dengan korban dibawa ke Puskesmas Tebas yang merupakan adegan terakhir atau ke 19.

Baca Juga :  Golkar Siap Menangkan Heroaldi-Rubaeti

Ditanya mengenai perkembangan kasus tersebut, Kasatreskrim menyebutkan adanya hutang korban kepada tersangka, diduga menjadi latar belakang kasus tersebut. “Sampai saat ini, dari pemeriksaan yang kami lakukan adanya hutang, kemudian ketika tersangka menagih hutang ke tersangka tak juga dibayar. Dimana korban ini memiliki hutang sekitar Rp20 juta lebih, yang janjinya digunakan modal usaha dagang ayam dengan janji bagi hasil untung. Namun apa yang dijanjikan tak juga direalisasikan, termasuk duit untuk membayar hutang juga tak juga dibayar,” kata Kasatreskrim.

Hingga suatu saat, muncul rencana tersangka SPD untuk memberi pelajaran kepada korban. Yakni memotong tangan dan kaki. Guna memberikan pelajaran itu, SPD mempersiapkan parang, serta besi cor yang diambil dari tempat ibadah di sekitar tempat kontrakan pelaku.

“Sempat mengasah parang yang akan digunakan pelaku untuk memberi pelajaran kepada korban, yakni dengan memotong tangan dan kakinya. Kemudian menyiapkan juga besi cor, namun yang terjadi korban meninggal dunia,” katanya, Sehingga dalam kasus ini, sementara ini pelaku diancam dengan dugaan tindak pidana kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Baca Juga :  Nammong, Minuman Berkhasiat Khas Sambas yang Melegenda dan Kian Langka

Kuasa Hukum SPD, Jamilah SH mengakui jika apa yang dilakukan kliennya adalah berlatar belakang hutang. “Memang ada latar belakang hutang, pelaku juga menyesal melakukan perbuatannya. Dan akan kooperatif selama pemeriksaan, dan itu bisa dilihat saat reka ulang, dimana SPD tanpa diarahkan melakukan apa yang dia lakukan saat itu,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (4/6) terjadi duhaan perbuatan yang menghilangkan nyawa seseorang di Jembatan Sungai Kelambu Dusun Sidang RT 1 Desa Matang Labong Kecamatan Tebas. Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti kasus ini. Selain melakukan olah TKP, kepolisian juga mengamankan sejumlah Barang Bukti, diantaranya satu bilah parang panjang kurang lebih 50 cm berwarna hitam dengan hulu berwarna coklat muda, satu buah besi cor dengan panjang kurang lebih 1 Meter berwarna hitam dengan ujung melengkung berwarna coklat kehitaman.

Sehelai baju kemeja lengan panjang berwarna merah marun dengan motif kotak-kotak yang telah berlumuran darah yang digunakan korban, sehelai celana kain panjang berwarna  abu-abu yang telah berlumuran darah yang digunakan korban, sehelai baju kaos tanpa lengan berwarna hitam yang berlumuran darah yang digunakan tersangka, sehelai baju kaos lengan panjang berwarna coklat muda yang berlumuran darah yang digunakan tersangka serta satu unit sepeda motor.(fah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/