alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Sajad Dan Sejangkung Masih Banjir

SAMBAS – Sejumlah rumah warga di RT 01 RW I Dusun Segerunding, Desa Beringin, Kecamatan Sajad, Senin (18/1), terdampak banjir yang disebabkan luapan air pasang sungai yang ada di wilayah tersebut. Kondisi yang sama juga dialami warga di beberapa desa di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Sajad sudah terjadi tiga hari ini. “Sudah tiga hari ini banjir terjadi di dusun kami,” kata Asrul, Warga Kecamatan Sajad, Senin (18/1). Bahkan, di saat ini air pasang sungai belum menunjukkan penurunan. “Awalnya pasang surut seperti hari-hari biasanya. tapi di tiga hari terakhir ini, ketinggian air selalu naik,” katanya.

Bahkan, sejumlah rumah warga terkena banjir. “Sudah masuk ke rumah banjirnya, terutama rumah warga yang berada di tepian sungai atau bangunan rumah rendah, sudah kebanjiran,” katanya.

Diantaranya, sebut Asrul, ada warga yang membuat parak atau tempat yang lebih tinggi di dalam rumah untuk tidur atau mengamankan barang-barang berharga.

“Buat tempat dari kayu di dalam rumah, yang tingginya di atas air banjir yang ada. ini sebagai tempat tidur atau menyimpan barang-barang yang berharga,” katanya. Dikatakannya, saat ini kondisi air saat surut masih ada yang menggenangi jalan, potensi air akan tinggi lagi jika air pasang terjadi. “Kalau air pasang terjadi mulai pukul 21.00 WIB (malam hari) dan sampai siang,” katanya.

Baca Juga :  Dandim Terima Kepala BNPB, Paparkan Kondisi Banjir

Tak hanya di wilayah Kecamatan Sajad, banjir juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Sesuai data dari pihak Kepolisian Sektor Sejangkung, per Minggu 17 Januari 2021. Banjir terjadi di Desa Sepantai, ada dua dusun yang terdampak yakni Sepandak dan Satai yang jumlah rumah terdampak sekitar 153 KK, ketinggian air dari badan jalan  berkisar 140 – 190 centimeter, dan ketinggian air di dalam rumah warga berkisar 50 – 127 centimeter.

Kemudian ada empat dusun di Desa Sepantai, yakni Dusun Semakuan, Setambah, Sajingan Kecil dan Senabah. Jumlah rumah yang terdampak 860 KK. Kemudian dua dusun di Desa Perigi Limus yakni Beringin Tunggal dan Beringin Sakti dengan jumlah rumah yang terdampak delapan KK.

Kapolsek Sejangkung IPDA Agus Ganjar menyebutkan estimasi kenaikan debit air sekitar pukul 10.00 wib dan terjadi kenaikan 10-15 centimeter dari hari sebelumnya. Kondisi arus air di sungai dari arah sungai Bengkayang yang melewati Sungai Sambas besar masih deras.

Baca Juga :  Charoen Pokphand Group Salurkan 120 Ribu Telur Ayam, Bantu Warga Korban Banjir Kalbar

“Terjadi penambahan jumlah rumah warga yang terendam banjir dan hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan membuat penyanggah di dalam rumah untuk tempat yang terbebas dari banjir,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino SP mengingatkan kepada warga, terutama yang tinggal di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk selalu waspada. “Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG, air pasang masih tinggi akan terjadi. Kami berharap masyarakat terutama yang bermukim didekat sungai, untuk waspada,” kata Eko.

Kewaspadaan, sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sambas, bisa dilakukan dengan menyimpan atau mengamankan barang-barang berharga di tempat yang tinggi, kemudian pengecekan kabel listrik serta langkah lain.

Dirinya pun meminta kepada warga untuk terus berkoordinasi dengan pihak RT, desa yang nanti diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten berkaitan dengan perkembangan kondisi yang ada. Bahkan, seperti apa langkah pengungsian perlu disiapkan jika kondisi mengkhawatirkan.(fah)

SAMBAS – Sejumlah rumah warga di RT 01 RW I Dusun Segerunding, Desa Beringin, Kecamatan Sajad, Senin (18/1), terdampak banjir yang disebabkan luapan air pasang sungai yang ada di wilayah tersebut. Kondisi yang sama juga dialami warga di beberapa desa di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Sajad sudah terjadi tiga hari ini. “Sudah tiga hari ini banjir terjadi di dusun kami,” kata Asrul, Warga Kecamatan Sajad, Senin (18/1). Bahkan, di saat ini air pasang sungai belum menunjukkan penurunan. “Awalnya pasang surut seperti hari-hari biasanya. tapi di tiga hari terakhir ini, ketinggian air selalu naik,” katanya.

Bahkan, sejumlah rumah warga terkena banjir. “Sudah masuk ke rumah banjirnya, terutama rumah warga yang berada di tepian sungai atau bangunan rumah rendah, sudah kebanjiran,” katanya.

Diantaranya, sebut Asrul, ada warga yang membuat parak atau tempat yang lebih tinggi di dalam rumah untuk tidur atau mengamankan barang-barang berharga.

“Buat tempat dari kayu di dalam rumah, yang tingginya di atas air banjir yang ada. ini sebagai tempat tidur atau menyimpan barang-barang yang berharga,” katanya. Dikatakannya, saat ini kondisi air saat surut masih ada yang menggenangi jalan, potensi air akan tinggi lagi jika air pasang terjadi. “Kalau air pasang terjadi mulai pukul 21.00 WIB (malam hari) dan sampai siang,” katanya.

Baca Juga :  Kalbar Alami Krisis Iklim, Ekstraksi dan Eksploitasi Alam Picu Banjir

Tak hanya di wilayah Kecamatan Sajad, banjir juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Sesuai data dari pihak Kepolisian Sektor Sejangkung, per Minggu 17 Januari 2021. Banjir terjadi di Desa Sepantai, ada dua dusun yang terdampak yakni Sepandak dan Satai yang jumlah rumah terdampak sekitar 153 KK, ketinggian air dari badan jalan  berkisar 140 – 190 centimeter, dan ketinggian air di dalam rumah warga berkisar 50 – 127 centimeter.

Kemudian ada empat dusun di Desa Sepantai, yakni Dusun Semakuan, Setambah, Sajingan Kecil dan Senabah. Jumlah rumah yang terdampak 860 KK. Kemudian dua dusun di Desa Perigi Limus yakni Beringin Tunggal dan Beringin Sakti dengan jumlah rumah yang terdampak delapan KK.

Kapolsek Sejangkung IPDA Agus Ganjar menyebutkan estimasi kenaikan debit air sekitar pukul 10.00 wib dan terjadi kenaikan 10-15 centimeter dari hari sebelumnya. Kondisi arus air di sungai dari arah sungai Bengkayang yang melewati Sungai Sambas besar masih deras.

Baca Juga :  Kunjungi Kantor Disdukcapil

“Terjadi penambahan jumlah rumah warga yang terendam banjir dan hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan membuat penyanggah di dalam rumah untuk tempat yang terbebas dari banjir,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino SP mengingatkan kepada warga, terutama yang tinggal di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk selalu waspada. “Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG, air pasang masih tinggi akan terjadi. Kami berharap masyarakat terutama yang bermukim didekat sungai, untuk waspada,” kata Eko.

Kewaspadaan, sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sambas, bisa dilakukan dengan menyimpan atau mengamankan barang-barang berharga di tempat yang tinggi, kemudian pengecekan kabel listrik serta langkah lain.

Dirinya pun meminta kepada warga untuk terus berkoordinasi dengan pihak RT, desa yang nanti diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten berkaitan dengan perkembangan kondisi yang ada. Bahkan, seperti apa langkah pengungsian perlu disiapkan jika kondisi mengkhawatirkan.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/