alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Bentuk Tim GTRA, Tindaklanjuti Instruksi Presiden

SAMBAS – Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Sambas, Yuliana memimpin rapat persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Sambas. Kegiatan Rabu (17/02) tersebut secara resmi dibuka Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH.
Dalam rapat tersebut, juga dihadiri Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Sunaryo, sejumlah Kepala OPD, Dandim Sambas, perwakilan Kapolres dan Kejari Sambas, beberapa perwakilan NGO, serta kelompok tani dan nelayan.
Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengatakan apa yang dilaksanakan BPN Sambas ini merupakan salah satu upaya merespon keinginan Presiden RI. Yaitu upaya percepatan pendataan atas tanah dan kemudahan dalam pembuatan dan memberikan dokumen resmi atas kepemilikan tanah kepada masyarakat Indonesia. Selain itu juga berpartisipasi memberdayakan tanah demi kesejahteraan masyarakat.
“Patut bersyukur, dengan semangat percepatan pendataan yang diminta bapak Presiden, direspon dengan sigap oleh Kementerian ATR dengan berbagai programnya. Dan alhamdulillah saat ini menunjukkan hasil yang sangat bagus sekali,” kata Atbah.
“Berbagai program dan strategi percepatan pendataan dan sertifikasi kepemilikan tanah ini akan terus berlanjut, agar tidak menjadi pekerjaan rumah pada sepuluh tahun atau mungkin ratusan tahun yang akan datang,” kata Atbah.
Pada forum GTRA ini, bupati mengajak semua stakeholder lintas sektor untuk bersinergi bersama-sama memberdayakan hak tanah komunal masyarakat yang telah terdata oleh negara. Sehingga memberi nilai ekonomi dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kami berharap tanah yang tersedia ini benar-benar dikelola dengan baik yang tentunya perlu melibatkan Investor, masyarakat dan Pemerintah, agar lahan yang tersedia bisa dikelola sehingga memberi manfaat sebaik-baiknya bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu contoh keberhasilan, BPN Sambas pada 2020, menerapkan konsep tersebut. Yakni bersinergi pengelolaan lahan HGU sekitar 80 hektar di Desa Serat Ayon Kecamatan Tebas, yang melibatkan pihak swasta (perusahaan perkebunan) memberdayakan lahan hak komunal masyarakat dengan berbagai program kelompok taninya. Sinergi itu melibatkan Pemkab Sambas, Kementerian ATR dan Investor swasta.
Kepala Kantor ATR/ BPN Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana mengatakan lokasi yang menjadi target Reforma Agraria yaitu pelepasan lahan kawasan hutan, kemudian pelepasan HGU. Lahan-lahan tersebut, akan didata sebagai kawasan hak komunal, dikelola sebaik-baiknya sesuai dengan potensinya, agar memberi manfaat ekonomi dan pemerataan akses pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Kawasan komunal akan diberdayakan dengan melibatkan pihak ketiga, hanya saja bentuk kerjasama MoU-nya seperti apa, akan dibahas tersendiri nantinya. Yang pasti pengelolaannya akan langsung dikawal oleh Pemerintah Daerah. Pemkab akan mengatur kawasan perkebunannya dimana, pemukiman masyarakat dimana, atau dibuat seperti model transmigrasi bisa saja diterapkan. Termasuk infrastruktur sarana ibadah, pusat kerajinan, pasar. Ini merupakan ilustrasi yang menjadi program kedepan,” kata Yuliana.
Ini lah, sebutnya, akan menjadi tantangan tersendiri, karena tim GTRA baru saja dibentuk, dan memastikan keterlibatan Pemda, Forkopimda, dan stakeholder terkait. “Ditahapan kedua kami akan legalisasi aset mulai dari penyuluhan pemberdayaan komunal, mencoba mengembangkan potensi ekonomi kawasan setempat. Dan tahap ketiga berupa penataan akses usaha seperti koperasi, kelompok tani, dan lain sebagainya,” katanya. Dalam menata akses ekonominya, bagaimana pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang telah mendapat sertifikat baik komunal maupun perorangan, agar bisa memanfaatkan aset tersebut untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, kemudian dibantu juga infrastrukturnya, pendampingan pengelolaan usaha, dan tahapan akhir yaitu monitoring.
Rapat tim GTRA dibuka secara resmi Bupati Sambas, dilanjutkan presentasi kepala Kantor ATR/BPN Pertanahan Kabupaten Sambas, kemudian berikutnya diskusi forum interaktif. (fah)

Baca Juga :  Pemkab Minta Dukungan Masyarakat

SAMBAS – Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Sambas, Yuliana memimpin rapat persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Sambas. Kegiatan Rabu (17/02) tersebut secara resmi dibuka Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH.
Dalam rapat tersebut, juga dihadiri Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Sunaryo, sejumlah Kepala OPD, Dandim Sambas, perwakilan Kapolres dan Kejari Sambas, beberapa perwakilan NGO, serta kelompok tani dan nelayan.
Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengatakan apa yang dilaksanakan BPN Sambas ini merupakan salah satu upaya merespon keinginan Presiden RI. Yaitu upaya percepatan pendataan atas tanah dan kemudahan dalam pembuatan dan memberikan dokumen resmi atas kepemilikan tanah kepada masyarakat Indonesia. Selain itu juga berpartisipasi memberdayakan tanah demi kesejahteraan masyarakat.
“Patut bersyukur, dengan semangat percepatan pendataan yang diminta bapak Presiden, direspon dengan sigap oleh Kementerian ATR dengan berbagai programnya. Dan alhamdulillah saat ini menunjukkan hasil yang sangat bagus sekali,” kata Atbah.
“Berbagai program dan strategi percepatan pendataan dan sertifikasi kepemilikan tanah ini akan terus berlanjut, agar tidak menjadi pekerjaan rumah pada sepuluh tahun atau mungkin ratusan tahun yang akan datang,” kata Atbah.
Pada forum GTRA ini, bupati mengajak semua stakeholder lintas sektor untuk bersinergi bersama-sama memberdayakan hak tanah komunal masyarakat yang telah terdata oleh negara. Sehingga memberi nilai ekonomi dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kami berharap tanah yang tersedia ini benar-benar dikelola dengan baik yang tentunya perlu melibatkan Investor, masyarakat dan Pemerintah, agar lahan yang tersedia bisa dikelola sehingga memberi manfaat sebaik-baiknya bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu contoh keberhasilan, BPN Sambas pada 2020, menerapkan konsep tersebut. Yakni bersinergi pengelolaan lahan HGU sekitar 80 hektar di Desa Serat Ayon Kecamatan Tebas, yang melibatkan pihak swasta (perusahaan perkebunan) memberdayakan lahan hak komunal masyarakat dengan berbagai program kelompok taninya. Sinergi itu melibatkan Pemkab Sambas, Kementerian ATR dan Investor swasta.
Kepala Kantor ATR/ BPN Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana mengatakan lokasi yang menjadi target Reforma Agraria yaitu pelepasan lahan kawasan hutan, kemudian pelepasan HGU. Lahan-lahan tersebut, akan didata sebagai kawasan hak komunal, dikelola sebaik-baiknya sesuai dengan potensinya, agar memberi manfaat ekonomi dan pemerataan akses pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Kawasan komunal akan diberdayakan dengan melibatkan pihak ketiga, hanya saja bentuk kerjasama MoU-nya seperti apa, akan dibahas tersendiri nantinya. Yang pasti pengelolaannya akan langsung dikawal oleh Pemerintah Daerah. Pemkab akan mengatur kawasan perkebunannya dimana, pemukiman masyarakat dimana, atau dibuat seperti model transmigrasi bisa saja diterapkan. Termasuk infrastruktur sarana ibadah, pusat kerajinan, pasar. Ini merupakan ilustrasi yang menjadi program kedepan,” kata Yuliana.
Ini lah, sebutnya, akan menjadi tantangan tersendiri, karena tim GTRA baru saja dibentuk, dan memastikan keterlibatan Pemda, Forkopimda, dan stakeholder terkait. “Ditahapan kedua kami akan legalisasi aset mulai dari penyuluhan pemberdayaan komunal, mencoba mengembangkan potensi ekonomi kawasan setempat. Dan tahap ketiga berupa penataan akses usaha seperti koperasi, kelompok tani, dan lain sebagainya,” katanya. Dalam menata akses ekonominya, bagaimana pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang telah mendapat sertifikat baik komunal maupun perorangan, agar bisa memanfaatkan aset tersebut untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, kemudian dibantu juga infrastrukturnya, pendampingan pengelolaan usaha, dan tahapan akhir yaitu monitoring.
Rapat tim GTRA dibuka secara resmi Bupati Sambas, dilanjutkan presentasi kepala Kantor ATR/BPN Pertanahan Kabupaten Sambas, kemudian berikutnya diskusi forum interaktif. (fah)

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Mulai Bulan Depan

Most Read

Artikel Terbaru

/