alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Bimbingan Teknis ke Khatib Mulai Berjalan

SAMBAS – Sejumlah pengurus masjid, sudah memulai melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Muadzin, Khatib dan Imam. Hal ini sebagai bentuk penguatan serta pengkaderan untuk tugas-tugas tersebut. Seperti dilaksanakan Pengurus masjid Al-‘Aqobah Jalan haji Said Tebas, yang pada Sabtu (18/1) menyelenggarakan bimbingan teknis dan penguatan muadzin, khatib, dan imam yang ada di wilayahnya. Kegiatan diikuti sekitar 30 orang. “Kami sengaja mengundang secara terbatas. Artinya hanya mereka yang selama ini memang sebagai muazin, khatib, dan imam,” kata kata ketua pengurus masjid, Hamim Fauzi.

Tak hanya sampai di sini, selanjutnya kegiatan lain juga dilaksanakan dalam rangka penguatan dan pengkaderan khotib, muadzin dan imam. “Setelah kegiatan ini, insya Allah dalam waktu dekat pengurus masjid akan mengadakan kegiatan lanjutan,”  katanya.

Baca Juga :  PKM Poltesa Bantu Komposer Anaerob

Pemateri dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tebas, Drs Hakimin kemudian Amil Kepala Jalan Haji Said Tebas, yaitu Rizani Umar. Drs Hakimin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus masjid yang sudah mengadakan kegiatan bimtek seperti ini. “Memang harus ada pengkaderan atau regenerasi yang bertugas di masjid sebagai muazin, khatib, dan imam,” katanya. Mudah-mudahan, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh pengurus masjid lain di kecamatan Tebas.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Kabupaten Sambas, Dr H Sumar’in MSI menyebutkan MUI Kabupaten Sambas, juga sudah menggelar pelatihan kepada imam dan khatib. Diharapkan melalui kegiatan yang diadakan. Khatib melalui ceramahnya, juga berperan dalam mencegah peredaran narkoba, isu moral, maraknya cabul hingga permasalahan lain yang ada di tengah masyarakat Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Hargai Jasa Bidan Kampung, Gelar Silaturahmi

Menurut Sumarin, khatib harus melihat kondisi di tengah masyarakat saat ini. Mulai dari ancaman bahaya Narkoba, bagaimana menjaga moral anak, maraknya dosa cabul serta hal negatif lainnya yang mengancam masyarakat. “Tema krusial yang perlu diatasi di Kabupaten Sambas, harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk para khatib, agar ceramahnya juga berkenaan dengan hal-hal yang saat ini marak di tengah masyarakat,” katanya.(fah)

SAMBAS – Sejumlah pengurus masjid, sudah memulai melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Muadzin, Khatib dan Imam. Hal ini sebagai bentuk penguatan serta pengkaderan untuk tugas-tugas tersebut. Seperti dilaksanakan Pengurus masjid Al-‘Aqobah Jalan haji Said Tebas, yang pada Sabtu (18/1) menyelenggarakan bimbingan teknis dan penguatan muadzin, khatib, dan imam yang ada di wilayahnya. Kegiatan diikuti sekitar 30 orang. “Kami sengaja mengundang secara terbatas. Artinya hanya mereka yang selama ini memang sebagai muazin, khatib, dan imam,” kata kata ketua pengurus masjid, Hamim Fauzi.

Tak hanya sampai di sini, selanjutnya kegiatan lain juga dilaksanakan dalam rangka penguatan dan pengkaderan khotib, muadzin dan imam. “Setelah kegiatan ini, insya Allah dalam waktu dekat pengurus masjid akan mengadakan kegiatan lanjutan,”  katanya.

Baca Juga :  50 Pasangan di Jawai Ikut Sidang Isbat

Pemateri dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tebas, Drs Hakimin kemudian Amil Kepala Jalan Haji Said Tebas, yaitu Rizani Umar. Drs Hakimin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus masjid yang sudah mengadakan kegiatan bimtek seperti ini. “Memang harus ada pengkaderan atau regenerasi yang bertugas di masjid sebagai muazin, khatib, dan imam,” katanya. Mudah-mudahan, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh pengurus masjid lain di kecamatan Tebas.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Kabupaten Sambas, Dr H Sumar’in MSI menyebutkan MUI Kabupaten Sambas, juga sudah menggelar pelatihan kepada imam dan khatib. Diharapkan melalui kegiatan yang diadakan. Khatib melalui ceramahnya, juga berperan dalam mencegah peredaran narkoba, isu moral, maraknya cabul hingga permasalahan lain yang ada di tengah masyarakat Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Buang Limbah Medis ke Kalimantan Timur

Menurut Sumarin, khatib harus melihat kondisi di tengah masyarakat saat ini. Mulai dari ancaman bahaya Narkoba, bagaimana menjaga moral anak, maraknya dosa cabul serta hal negatif lainnya yang mengancam masyarakat. “Tema krusial yang perlu diatasi di Kabupaten Sambas, harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk para khatib, agar ceramahnya juga berkenaan dengan hal-hal yang saat ini marak di tengah masyarakat,” katanya.(fah)

Most Read

Sopan dan Beradab di Media Sosial

Yoris Ketuai Pemuda Dayak Singkawang

Artikel Terbaru

/